11 poin oleh jkklll 16 hari lalu | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Alasan orang tidak bisa konsisten berlari atau berolahraga bukan karena kurang kemauan. Itu karena otak tidak mengenali hal tersebut sebagai "sesuatu yang sesuai dengan diri saya".
Menurut buku What We Value karya Profesor Emily Falk, ahli saraf dari University of Pennsylvania, otak memberi nilai subjektif pada setiap pilihan, dan yang bekerja paling kuat pada saat itu adalah sistem relevansi diri (self-relevance system).

Mekanisme inti:

Korteks prefrontal ventromedial (vmPFC) memproses penilaian nilai seperti "baik/buruk" dan penilaian diri seperti "sesuai dengan diri saya/tidak sesuai dengan diri saya" dengan pola yang sama
Dengan kata lain, bagi otak, "yang mencerminkan diri saya" = "yang bernilai"
"Olahraga baik untuk kesehatan" adalah fakta objektif, tetapi bagi orang yang berpikir "Saya bukan pelari", berlari adalah hal yang relevansinya terhadap diri sangat rendah. Otak tidak memberinya nilai. Karena itu, kebiasaan tersebut tidak bertahan lebih dari sebulan

Ini juga terbukti lewat eksperimen:

Dalam eksperimen pesan berhenti merokok pada perokok, kelompok yang menerima pesan dengan framing yang sesuai dengan nilai pribadi mereka menunjukkan tingkat keberhasilan berhenti merokok yang secara signifikan lebih tinggi
Hasil pengukuran fMRI menunjukkan bahwa korteks prefrontal medial peserta yang terpapar pesan dengan relevansi diri tinggi teraktivasi lebih kuat, dan tingkat aktivasi ini memprediksi perubahan perilaku yang nyata
Pesannya sama-sama "berhentilah merokok", tetapi hanya ketika disampaikan dengan cara yang sesuai dengan sistem nilai saya, otak akhirnya menerimanya dengan serius

Dua cara praktis untuk menemukan apa yang benar-benar mencerminkan diri sendiri:

  • Mengamati "titik yang memicu reaksi" : dengan melihat ucapan seperti apa yang membuat kita defensif, inti identitas bisa terlihat. Orang yang sangat marah saat dikoreksi soal ejaan mungkin memiliki identitas "Saya adalah orang yang pandai menulis"
  • Afirmasi nilai: hanya dengan menuliskan "Saya ini orang seperti apa", sistem relevansi diri di otak akan aktif. Pada pilihan berikutnya, kemungkinan untuk memilih hal yang "sesuai dengan diri saya" akan meningkat

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.