30 poin oleh flowkater 11 hari lalu | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Ringkasan satu baris

Membentuk tim pendorong AX adalah paradoks: saat seharusnya memangkas hierarki, justru menambah satu lapisan lagi. Dalam riset MIT NANDA, 5% yang berhasil bukan dipimpin oleh central AI lab, melainkan oleh organisasi yang dipimpin manajer lapangan. Prinsip pertama AX yang dipelajari dari 15 tahun pengalaman sebagai CTO bukanlah alat, melainkan organisasi dan manusia.

Paradoks tim pendorong AX — harusnya menghapus lapisan, tapi malah menambah lapisan

  • Riset MIT NANDA: 95% pilot GenAI perusahaan gagal. Dari 5% yang berhasil, yang memimpin bukan Central AI lab melainkan manajer lapangan (line manager)
  • Coca-Cola: mendorong transformasi AI (Project Fizzion) secara menyeluruh, tetapi memicu penolakan terhadap iklan AI → CEO James Quincey mengundurkan diri, kantor pusat merestrukturisasi 75 posisi
  • Commonwealth Bank: setelah mengadopsi bot AI, 45 staf CS diberhentikan → volume panggilan justru meningkat → 45 orang direkrut kembali hanya dalam sebulan. Serikat pekerja menyebutnya sebagai "pembalikan total"
  • Pentagon CDAO: sempat mengangkat organisasi AI independen lalu kembali direstrukturisasi di bawah R&E (riset dan rekayasa)
  • Intel CAIO: pindah ke OpenAI setelah 7 bulan
  • Data Fortune: 76% proyek AI yang dipimpin CFO mencapai hasil. Namun perusahaan yang memberi peran AI kepada CFO hanya 2%
  • Intinya: begitu membuat organisasi terpisah, organisasi yang sudah ada akan menganggap AX sebagai "urusan orang lain"

Ini bukan soal alat, melainkan soal identitas

  • Orang memandang pekerjaannya sebagai identitas. "Saya seorang planner", "Saya seorang marketer", "Saya seorang backend developer"
  • Ketika seorang marketer dengan pengalaman 15 tahun melihat laporan seminggu bisa selesai dalam 3 jam berkat AI, emosi yang muncul bukan "menakjubkan", melainkan "kalau begitu, saya ini apa?"
  • Yang dituntut AX adalah pembongkaran identitas. Ini bukan masalah efisiensi, melainkan masalah identitas
  • Banyak perusahaan berani mengatakan, "60% pekerjaan Anda akan diotomatisasi." Namun jarang yang melanjutkan sampai, "dalam 40% sisanya, apa yang harus Anda tanggung jawabkan"
  • AX yang berpusat pada alat pasti gagal

Orang yang tidak memahami organisasi tidak akan bisa mengubah organisasi

  • Pengalaman penulis: masuk ke sebuah perusahaan sebagai konsultan. Empat kali seminggu, setiap malam 3 jam, selama sebulan (sekitar 50 jam). Membaca kode, ikut rapat, dan berbicara dengan orang-orang
  • Belum pernah menggunakan tech stack mereka sekalipun (Node.js, Kafka). Namun ia memutuskan bergabung sebagai CTO karena melihat orang-orang yang akan bekerja bersamanya
  • "Teknologi bisa dipelajari. Kalau tidak ada orang untuk diajak bekerja, tidak ada yang bisa dilakukan"
  • Mengutip pandangan Jack Dorsey (CEO Block): hierarki awalnya adalah struktur untuk merutekan informasi. AI kini mengguncang peran lapisan tengah itu
  • Sebagian besar perusahaan berhenti pada tahap menempelkan AI copilot ke struktur lama (otomatisasi). Pertanyaan yang diajukan Jack Dorsey adalah merancang ulang cara perusahaan bekerja itu sendiri (desain ulang organisasi)

AX pada akhirnya adalah End-to-End

  • Yang diubah AI adalah cakupan kerja satu orang. Pekerjaan yang dulu dilakukan tiga tim kini bisa ditangani tim yang lebih kecil
  • Arah AX: tim yang lebih kecil, handoff yang lebih singkat, tanggung jawab yang lebih jelas
  • Projection Problem (Evan Reiser, CEO Abnormal Security): ide itu berdimensi tinggi, bahasa berdimensi rendah. Ahli → PM → spesifikasi → engineer, setiap handoff adalah kompresi yang kehilangan informasi. "Kita melihat bayangan yang sama dan merasa sudah selaras, padahal masing-masing membayangkan produk yang berbeda." Reiser memilih struktur dengan menempatkan langsung CISO berpengalaman 20 tahun sebagai penanggung jawab produk dan AI yang melakukan wawancara. Expert → AI. Satu kali handoff. Ini adalah penjelasan paling rapi mengapa End-to-End diperlukan
  • Lumen Technologies: dari operator telekomunikasi legacy menjadi "tulang punggung ekonomi AI" dengan mendefinisikan ulang identitas. Riset penjualan 4 jam → 15 menit. Dalam organisasi penjualan 3.000 orang, nilainya setara pendapatan $50M per tahun
  • JPMorgan Chase: menempatkan CDAO di komite manajemen (Operating Committee). AI tidak diposisikan sebagai organisasi terpisah, tetapi dibawa ke meja pengambilan keputusan inti
  • Walmart: mengintegrasikan menjadi 4 super agent. Produktivitas ditingkatkan dengan AI sambil mempertahankan jumlah pegawai → yang diubah adalah isi perannya itu sendiri
  • Kesamaannya: mereka tidak membentuk tim AX terpisah, melainkan langsung mengubah peran dan struktur organisasi yang sudah ada

Otomatisasi pribadi ≠ AX organisasi

  • Ketika anggota organisasi masing-masing mulai membuat AI tool sendiri, rasanya membanggakan. Namun meski gesekan individu berkurang, bottleneck organisasi tidak tersentuh
  • A memakai GPT sendiri, B memakai Claude, C memakai Zapier. Tidak ada bahasa bersama, tujuan bersama, maupun prinsip operasi bersama
  • "Ini bukan AX, melainkan survival mandiri yang dipoles lebih canggih"
  • Metrik aktivitas (jumlah pengguna AI, jumlah otomatisasi, frekuensi demo day) vs metrik hasil (lead time pelanggan, pengurangan handoff, waktu tunda pengambilan keputusan)
  • Otomatisasi pribadi bisa menjadi sinyal, tetapi bukan bukti

Kalau tim AX sudah telanjur dibentuk

  • Yang dibutuhkan tim AX bukan pakar AI, melainkan orang-orang yang paham bottleneck di lapangan (marketer, engineer, staf CS)
  • Misinya harus berupa masalah bisnis yang konkret, bukan "mendorong adopsi AI" (misalnya, "respons pertama pelanggan 24 jam → 4 jam")
  • ServiceNow: mengevaluasi kapabilitas AI seluruh 28.000 karyawan → menyusun ulang peta peran
  • Agar tim AX berhasil, tujuannya harus membuat dirinya sendiri hilang. Tim yang tujuan keberadaannya adalah membubarkan dirinya sendiri. Itulah satu-satunya desain yang benar-benar bekerja
  • Bank of America: setelah meluncurkan Erica pada 2018, butuh 7 tahun untuk memperluasnya ke karyawan dan manajemen aset. "Lebih baik diterapkan pelan-pelan lalu dipakai lama"

Penutup

  • Prinsip pertama AX adalah bukan alat, melainkan organisasi dan manusia
  • "Orang yang memahami alat akan berhenti di alat. Orang yang memahami manusia akan mengubah organisasi."

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.