9 poin oleh xguru 2022-12-14 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Menganggap ini sebagai strategi IT (khusus)
    → Bisnis + IT
  • Tidak memiliki strategi exit
    → Sulit, tetapi mutlak diperlukan
  • Menggabungkan atau mencampuradukkan strategi cloud dengan rencana implementasi cloud
    → Buat strateginya terlebih dahulu, lalu jalankan strategi tersebut melalui implementasi
  • Mengira sudah terlambat untuk merancang strategi cloud
    → Jika tidak ada strategi, akan menghadapi resistensi, menjadi terlambat, dan berisiko
  • Menyamakan strategi cloud dengan "kami memindahkan semuanya ke cloud"
    → Jika hanya berasumsi semua akan dipindahkan, hal itu justru menghambat strategi
  • Mengatakan "strategi cloud kami adalah strategi data center kami"
    → Keduanya harus dipelihara secara terpisah, tetapi tetap selaras satu sama lain
  • Menganggap tuntutan manajemen sebagai strategi
    → Jangan mengadopsi cloud hanya karena perintah eksekutif yang percaya bahwa memilih cloud akan mengurangi biaya. Perlakukan eksekutif hanya sebagai sponsor
  • Menganggap penggunaan vendor tertentu sebagai strategi cloud
    → Rancang strategi yang luas yang dapat mengakomodasi berbagai skenario, vendor cloud, dan lingkungan non-cloud
  • Meng-outsource pengembangan strategi cloud
    → Ini terlalu penting untuk di-outsource
  • Mengatakan "strategi kami adalah Cloud First" sebagai keseluruhan strategi cloud
    → Cloud-First tidak berarti Cloud-Only. Pertimbangkan situasi-situasi pengecualian

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.