14 poin oleh xguru 2023-04-05 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Laporan indeks AI yang diterbitkan oleh Stanford Institute for Human-Centered Artificial Intelligence (HAI)
  • Materi yang disusun untuk membantu peneliti, pembuat kebijakan, jurnalis, dan publik memahami AI dengan melacak, mengumpulkan, dan memvisualisasikan data AI dari seluruh dunia
  • PDF 386 halaman, data mentah juga dibuka melalui Google Drive

Top Takeaways

  • Industri melaju lebih jauh daripada akademia
    • Hingga 2014, sebagian besar model machine learning penting dipublikasikan oleh kalangan akademik
    • Setelah itu, industri mengambil alih posisi tersebut
    • Pada 2022, ada 32 model penting yang diumumkan oleh industri, sementara model yang dibuat akademia hanya 3
    • Untuk membangun sistem AI mutakhir dibutuhkan semakin banyak data, komputasi, dan pendanaan, dan dibanding yayasan nirlaba/akademia, industri pada dasarnya memiliki sumber daya yang lebih besar
  • Tingkat kejenuhan performa pada benchmark yang ada
    • AI terus menghasilkan hasil mutakhir, tetapi peningkatan year-over-year pada banyak benchmark masih relatif kecil
    • Selain itu, kecepatan pencapaian kondisi benchmark jenuh juga makin cepat
    • Namun, suite benchmark baru yang lebih komprehensif seperti BIG-bench dan HELM sedang dirilis
  • AI membantu lingkungan sekaligus juga merugikannya
    • Menurut penelitian baru, sistem AI dapat memberikan dampak serius pada lingkungan
    • Pelatihan BLOOM menghasilkan emisi karbon 25 kali lebih besar daripada satu penumpang pesawat yang bepergian dari New York ke San Francisco
    • Meski begitu, model reinforcement learning baru seperti BCOOLER menunjukkan bahwa sistem AI dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan energi
  • Ilmuwan baru terbaik di dunia adalah... AI?
    • Model AI mulai mempercepat kemajuan ilmiah dengan sangat cepat
    • Pada 2022, AI digunakan untuk membantu fusi hidrogen, meningkatkan efisiensi manipulasi matriks, dan menghasilkan antibodi baru
  • Jumlah insiden akibat penyalahgunaan AI meningkat tajam
    • Sejak 2012, jumlah insiden dan kontroversi terkait AI meningkat 26 kali lipat
    • Insiden penting pada 2022 mencakup video deepfake Presiden Zelensky yang menyerah dan pemantauan panggilan narapidana di penjara AS
    • Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI, kesadaran terhadap potensi penyalahgunaannya juga ikut meningkat
  • Permintaan atas keahlian profesional terkait AI meningkat di hampir semua sektor industri di AS
    • Di semua sektor AS yang memiliki data (kecuali pertanian/kehutanan/perikanan/perburuan), lowongan kerja terkait AI naik dari 1.7% pada 2021 menjadi 1.9% pada 2022
    • Pemberi kerja di AS semakin mencari pekerja dengan keterampilan terkait AI
  • Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, investasi swasta pada AI menurun dibanding tahun sebelumnya
    • Pada 2022, investasi AI swasta global mencapai $91.9B, turun 26.7% dibanding tahun sebelumnya
    • Jumlah pendanaan AI dan jumlah perusahaan AI yang menerima pendanaan juga menurun
    • Namun, secara keseluruhan investasi AI telah meningkat besar dalam 10 tahun terakhir. Nilai investasi swasta AI pada 2022 naik 18 kali lipat dibanding 2013
  • Sementara proporsi perusahaan yang mengadopsi AI stagnan, perusahaan yang sudah mengadopsinya terus melaju
    • Pada 2022, proporsi perusahaan yang mengadopsi AI telah menjadi dua kali lipat dibanding 2017, tetapi dalam beberapa tahun terakhir stagnan di kisaran 50~60%
    • Organisasi yang sudah mengadopsi AI melaporkan penghematan biaya yang signifikan dan peningkatan pendapatan
  • Minat pembuat kebijakan terhadap AI semakin meningkat
    • Berdasarkan catatan legislasi di 127 negara, rancangan undang-undang terkait AI yang pada 2016 hanya 1, meningkat menjadi 37 pada 2022
    • Dari catatan parlemen terkait AI di 81 negara juga terlihat bahwa penyebutan AI dalam proses legislasi meningkat hampir 6.5 kali lipat sejak 2016
  • Warga Tiongkok termasuk yang paling positif terhadap produk dan layanan AI. Warga AS tidak demikian
    • Di Tiongkok, 78% responden menjawab bahwa produk dan layanan AI memiliki lebih banyak kelebihan daripada kekurangan
    • Setelah Tiongkok, ada Arab Saudi (76%) dan India (71%)
    • Warga AS berada di 35%, angka terendah di antara negara yang disurvei

1 komentar