Kalau tidak pakai, kan tidak bisa dapat kerja?

 

Belakangan ini serangan rantai pasok library juga sering terjadi, jadi sepertinya memperbarui ke versi terbaru setiap hari justru tidak selalu lebih aman.

 

Claude Code memang benar-benar mumpuni. Performanya membuat saya benar-benar bisa merasakan bahwa ucapan bahwa Anthropic pada akhirnya akan menang tampaknya bukan sekadar omong kosong.

 

"Bahkan orang yang belum pernah menulis satu baris kode pun kini bisa menghasilkan kode dalam skala industri hanya dalam hitungan detik" -> kalau apartemen dibangun pakai sedotan plastik, apakah itu namanya skala industri?

 

Sepertinya Copilot digunakan secara berlebihan sampai-sampai nilai merek Github Copilot yang sudah ada juga ikut rusak.

 

Ini sama seperti belajar soal matematika dengan membuka buku jawaban lalu hanya melihatnya dengan mata. Pada saat melihatnya memang terasa seperti paham, tapi begitu bukunya ditutup tidak ada yang tersisa.

 

kkkkkkkkkk

 

Astaga.. ternyata perintah sudo yang sudah tak terhitung kali saya pakai dikelola hanya oleh satu orang.. luar biasa.

 

Pekerjaan 1 tahun jadi 2 minggu, tapi kenapa cuma 10x..

 

Wah, saya kira dikelola oleh tempat seperti Linux Foundation, ternyata ditangani oleh satu orang.

Meski sudah dikelola selama 30 tahun, rasanya tetap tidak mungkin dia bisa mengubahnya sesuka hati sendirian, jadi saya penasaran bagaimana struktur kewenangannya.

 

Sepertinya sekarang sudah ada alasan kenapa pelajar atau junior sebaiknya tidak menggunakan AI.

 

Windows tampaknya tidak memiliki teknologi sandbox, jadi sepertinya sulit untuk melakukan banyak hal.

 

Saya ikut lagi tahun ini dan benar-benar menyenangkan.

Saya ikut bersama beberapa orang Korea,
dan saya akan segera mengunggah catatan kunjungannya.

 

Apakah Windows 11 benar-benar dibuat dengan coding oleh AI?

 

Microsoft dan OpenAI kan berteman, jadi ini berarti secara praktik Claude Code lebih bagus daripada GitHub Copilot dan OpenAI Codex wkwk
Kayaknya untuk ngoding beneran memang Claude yang paling pas

 

Ohong, terima kasih atas komentarnya.

Fakta bahwa pembuat OpenClaw juga memakai Codex juga begitu
> MoltBot 제작자: “나는 읽지 않은 코드를 배포한다”

Codex juga kelihatannya tidak mendapat penilaian buruk, tetapi kalau melihat komentar di Hacker News rasanya mungkin tidak juga...

 

Ini mengabaikan fakta bahwa penulisan test case bukan solusi serba bisa. Bukan hanya soal input dan output yang normal saja. Pada akhirnya, 100 ribu baris itu tetap harus ditinjau ulang.

 

Muncul dua tipe pengguna AI, dan kesenjangannya mengejutkan
Tulisan ini gencar mengkritik Copilot sebagai produk yang kurang bagus, tetapi Microsoft sendiri justru memakai Claude Code..

 

Saya cenderung melempar dokumen rencana yang panjang dan menyuruhnya bekerja, dan Codex ternyata lebih cocok untuk kebutuhan seperti ini.
Dan memang, rate limit-nya jelas jarang kena. Padahal saya biasanya menjalankan beberapa proyek sekaligus di akun yang murah.