- Media berita teknologi CNET, menurut memo internal, sedang menghapus ribuan artikel lama untuk meningkatkan peringkat Google Search.
- Proses ini dikenal sebagai perapian konten, dan bertujuan memberi sinyal kepada Google bahwa konten CNET mutakhir, relevan, dan layak mendapat peringkat pencarian yang lebih tinggi.
- Keputusan untuk menghapus konten didasarkan pada berbagai metrik seperti page view, profil backlink, dan waktu sejak pembaruan terakhir.
- Artikel yang menjadi target penghapusan akan diarsipkan menggunakan Wayback Machine milik Internet Archive, dan penulis akan diberi tahu setidaknya 10 hari sebelumnya.
- Perusahaan induk CNET, Red Ventures, menjalankan strategi SEO yang ketat di beberapa media, termasuk The Points Guy, Healthline, dan Bankrate.
- Awal tahun ini, muncul laporan bahwa CNET menggunakan alat kecerdasan buatan untuk menghasilkan artikel, yang merupakan bagian dari strategi SEO berbasis AI yang lebih luas.
- Setelah ditemukan kesalahan pada artikel yang dihasilkan AI, Red Ventures menghentikan konten tersebut untuk sementara dan merevisi kebijakan AI-nya. Karyawan CNET membentuk serikat pekerja pada bulan Mei, dengan alasan perlunya kendali yang lebih besar atas penggunaan alat AI generatif dan cara monetisasi situs.
- Meskipun pedoman Google tidak merekomendasikan perapian konten, Red Ventures berencana melanjutkan praktik ini secara rutin, setidaknya sekali setahun.
- Perusahaan itu percaya strategi ini akan meningkatkan peringkat SEO dan mendorong keterlibatan pengguna yang lebih bermakna.
3 komentar
Sedih dan menakutkan bahwa catatan sejarah dihapus.
Opini Hacker News
Kita memang tidak bisa selamanya tersimpan dalam ingatan