- Trikafta, obat untuk fibrosis kistik, memenangkan Breakthrough Prize senilai 3 juta dolar.
- Trikafta dikembangkan oleh para ilmuwan Sabine Hadida, Paul Negulescu, dan Fredrick Van Goor di Vertex Pharmaceuticals, San Diego, California.
- Terapi ini menargetkan protein yang cacat pada orang dengan fibrosis kistik, penyakit genetik yang memengaruhi paru-paru dan organ lainnya.
- Trikafta telah memperbaiki kehidupan 90% pasien fibrosis kistik, dan terapi ini dipuji sebagai salah satu pencapaian terpenting dalam riset biomedis selama 30 tahun terakhir.
- Fibrosis kistik memengaruhi sekitar 100 ribu orang di seluruh dunia, dan sebelum pengembangan Trikafta, penyakit ini dianggap membatasi harapan hidup.
- Disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS pada 2019, terapi ini dapat memperpanjang harapan hidup rata-rata dari sekitar 30 tahun menjadi lebih dari 80 tahun.
- Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada gen yang membuat cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR), protein yang terlibat dalam produksi lendir, keringat, dan cairan tubuh lainnya.
- Tim peneliti berfokus pada pencarian kombinasi obat yang memungkinkan protein yang salah melipat dapat berfungsi dengan benar, yang kemudian mengarah pada pengembangan Trikafta.
- Breakthrough Prize didirikan pada 2012 dan didanai oleh miliarder Rusia-Israel Yuri Milner serta pengusaha internet lain, termasuk CEO Meta Mark Zuckerberg.
- Penerima Breakthrough Prize lainnya termasuk para peneliti yang menemukan gen terkait risiko munculnya penyakit Parkinson dan para peneliti yang mengembangkan imunoterapi sel CAR-T untuk pengobatan leukemia.
1 komentar
Komentar Hacker News