FDA menyetujui terapi anemia berbasis CRISPR
(statnews.com)FDA menyetujui terapi berbasis CRISPR
- FDA telah menyetujui Casgevy, terapi pertama di dunia yang berbasis teknologi penyuntingan gen CRISPR.
- Casgevy dikembangkan oleh Vertex Pharmaceuticals dan CRISPR Therapeutics, serta menawarkan potensi pengobatan untuk talasemia, penyakit darah kronis yang memperpendek harapan hidup.
- Terapi ini secara efisien dan akurat memperbaiki mutasi DNA, membuka era baru obat genetik untuk penyakit keturunan.
Uji klinis dan proses persetujuan
- Casgevy terbukti menghilangkan serangan nyeri berulang akibat talasemia yang memengaruhi sekitar 100.000 pasien di Amerika Serikat.
- Nama ilmiah Casgevy, yaitu exa-cel, dirancang agar modifikasi genetik yang dimungkinkan oleh CRISPR dapat bertahan seumur hidup, meski diperlukan pemantauan selama bertahun-tahun untuk memastikannya.
- Keputusan FDA ini datang 3 minggu setelah regulator Inggris pertama kali menyetujui obat tersebut, dan persetujuan di Uni Eropa diperkirakan akan menyusul tahun depan.
Harga dan aksesibilitas terapi
- Harga Casgevy ditetapkan sebesar 2,2 juta dolar, sedangkan Lyfgenia, terapi talasemia lain dari Bluebird Bio, dibanderol 3,1 juta dolar.
- Terapi-terapi ini mengharuskan pasien menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, dan dapat menimbulkan efek samping serius pada tahap persiapan.
- Masih belum pasti apakah Casgevy dan Lyfgenia akan menjadi terapi yang digunakan secara luas.
Cara kerja Casgevy
- Casgevy menyunting sel punca darah milik pasien sendiri agar menghasilkan kadar hemoglobin janin yang tinggi.
- Hemoglobin janin adalah bentuk normal pembawa oksigen yang diproduksi selama perkembangan janin, tetapi segera berhenti setelah kelahiran.
- Casgevy menggunakan enzim CRISPR-Cas9 untuk membuat potongan pada bagian tertentu dari gen BCL11A, sehingga menonaktifkan pemutus DNA yang menghambat produksi hemoglobin janin.
Hasil uji klinis Casgevy
- Dalam uji klinis Vertex dan CRISPR Therapeutics yang mendukung persetujuan Casgevy, ikut serta 30 pasien talasemia berusia 12 hingga 35 tahun.
- Dalam waktu 3 bulan setelah pengobatan, semua peserta mulai memproduksi hemoglobin janin pada tingkat yang protektif.
- Sebanyak 28 peserta tidak mengalami serangan nyeri selama rata-rata 22 bulan.
Opini GN⁺
Hal terpenting dari artikel ini adalah bahwa Casgevy, terapi pertama yang berbasis teknologi CRISPR, telah mendapat persetujuan FDA. Ini merupakan momen bersejarah yang menunjukkan bahwa teknologi penyuntingan gen benar-benar dapat memberikan pengobatan potensial bagi pasien. Bagi orang-orang dengan penyakit keturunan seperti talasemia, ini menghadirkan harapan baru dan menunjukkan betapa cepatnya teknologi ini berkembang di bidang kedokteran. Kemajuan seperti ini menghadirkan paradigma baru dalam pengobatan penyakit genetik dan akan menjadi kabar yang sangat menarik bagi banyak orang.
1 komentar
Opini Hacker News