- Microsoft telah merampungkan akuisisi Activision Blizzard, pembuat 'Call of Duty' dan 'World of Warcraft', senilai 69 triliun won.
- Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) pada awalnya memblokir transaksi ini karena kekhawatiran bahwa Microsoft sudah memimpin pasar cloud gaming dan akan semakin mendominasinya.
- CMA kemudian menyetujui transaksi setelah Microsoft setuju menjual hak cloud gaming di luar Eropa kepada Ubisoft, pesaing Prancis dari Activision.
- Transaksi yang direvisi ini mencegah judul-judul Activision ditawarkan secara eksklusif di layanan Xbox Cloud Gaming milik Microsoft.
- CEO CMA Sarah Cardell mengkritik bahwa Microsoft pada awalnya bersikeras pada struktur transaksi yang tidak dapat diterima, tetapi memuji hasil akhirnya karena dinilai menguntungkan persaingan di pasar cloud gaming.
- CEO Activision Bobby Kotick menyatakan antusiasmenya terhadap transaksi ini dan mengatakan bahwa langkah ini akan membawa kegembiraan serta koneksi kepada lebih banyak pemain di seluruh dunia.
- Presiden Microsoft Brad Smith menjelaskan bahwa persetujuan ini menguntungkan pemain dan industri game global.
- CEO Microsoft Gaming Phil Spencer mengatakan akuisisi ini memberi Microsoft peluang untuk memasuki pasar game mobile senilai 90 triliun won.
- Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) terus menentang transaksi ini, tetapi tidak dapat mencegah penyelesaiannya.
4 komentar
Game Blizzard belakangan ini kurang bagus, tapi karena Microsoft cukup serius di ranah game, semoga situasinya bisa membaik.
Meskipun kesepakatan dengan AS belum tercapai, akuisisinya akhirnya tetap selesai juga ya duh duh
Saat pertama kali diumumkan akan diakuisisi seharga $69b pada awal 2022, nilainya 83 triliun won, tapi sekarang sudah jadi 93 triliun won ya. Kurs memang benar-benar haha