2 poin oleh GN⁺ 2023-10-28 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Penulis telah lama menjadi orang yang optimistis terhadap Twitter, tetapi membahas kekecewaan yang tumbuh secara bertahap terhadap platform tersebut.
  • Perasaan negatif penulis terhadap Twitter bukan disebabkan oleh satu peristiwa atau perubahan tertentu, melainkan oleh terkikisnya pandangan positif secara perlahan seiring waktu.
  • Penulis mencatat bahwa konten di Twitter kini menuntut lebih banyak upaya dan menjadi lebih menarik, mencakup mega-thread tentang AI, narasi panjang, gambar yang dikurasi, dan pembaruan bisnis.
  • Namun, penulis percaya bahwa justru itulah bagian dari masalahnya. Konten kini dirancang khusus agar terlihat di Twitter, dan bagi banyak orang, berkicau telah menjadi pekerjaan.
  • Penulis berpendapat bahwa ini memang mendorong orang membuat konten yang lebih baik, tetapi kejujuran dan keaslian menurun ketika orang mengejar lebih banyak keterlibatan.
  • Penulis menghargai keaslian di Twitter, dan telah membuat daftar terkurasi berisi ide serta tindakan dari orang-orang yang mereka pedulikan, tetapi mencatat bahwa keaslian sering bertentangan dengan pertumbuhan.
  • Penulis mengusulkan bahwa keunikan yang diperlukan untuk pertumbuhan sering kali melibatkan sesuatu yang terasa dipaksakan, berulang, dan penuh upaya, yang semuanya merupakan kebalikan dari keaslian.
  • Penulis mengkritik orang-orang yang memposting demi keterlibatan, termasuk mereka yang menawarkan kursus untuk mengajarkan cara melakukannya kepada orang lain, dan berpendapat bahwa hal ini menyebabkan kemerosotan dari keaslian menuju pemasaran dan penjualan.
  • Penulis mencatat bahwa pengguna Twitter favorit mereka telah pindah ke platform lain, dan semakin banyak orang menyadari bahwa media sosial bisa berbahaya lalu memilih meninggalkannya.
  • Penulis menyimpulkan bahwa jika ada sesuatu yang akan membuat mereka berhenti menggunakan Twitter, itu adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan akan terjadi demi pertumbuhan Twitter.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-10-28
Opini Hacker News
  • Selama 10 tahun terakhir, budaya Twitter telah banyak berubah, dan platform ini menjadi lebih berfokus pada promosi diri daripada interaksi.
  • Keaslian interaksi di media sosial dipertanyakan, dan para pengguna menunjukkan bahwa platform seperti Twitter kini lebih berfokus pada pengelolaan merek dan iklan.
  • Sebagian pengguna mendapati bahwa platform media sosial lain menawarkan interaksi yang lebih autentik dibanding Twitter.
  • Karena kekhawatiran tentang keaslian dan dampak negatif platform-platform ini, tren pengguna yang meninggalkan platform media sosial arus utama semakin meningkat.
  • Penggunaan Twitter dan platform media sosial lain untuk promosi diri dan pengelolaan merek mendapat kritik, dan sebagian pengguna menunjukkan bahwa platform-platform ini kini lebih berfokus pada perolehan pengikut dan perhatian, serta kurang berfokus pada interaksi yang tulus.
  • Sebagian pengguna mendapati bahwa pengalaman mereka di platform dapat ditingkatkan dengan menggunakan tab kronologis di Twitter serta memblokir atau berhenti mengikuti akun tertentu secara agresif.
  • Kesadaran terhadap dampak negatif media sosial semakin meningkat, dan sebagian pengguna memilih untuk meninggalkan platform-platform ini sepenuhnya.
  • Keaslian interaksi media sosial dipertanyakan, dan sebagian pengguna menunjukkan bahwa orang kehilangan ketulusan saat berkomunikasi dengan publik.
  • Ada seruan untuk mengembangkan alat komunikasi baru yang memprioritaskan keaslian dan interaksi yang tulus dibanding promosi diri dan pengelolaan merek.
  • Dampak media sosial terhadap interaksi dan percakapan nyata sedang ditelaah, dan sebagian pihak menunjukkan bahwa cara orang berkomunikasi di platform seperti Twitter memengaruhi cara mereka berkomunikasi dalam kehidupan nyata.