2 poin oleh GN⁺ 2023-12-05 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Pembaruan tentang perubahan organisasi

  • CEO Spotify Daniel Ek membagikan memo kepada karyawan mengenai perubahan organisasi di perusahaan.
  • Selama dua tahun terakhir, Spotify berfokus pada pembangunan bisnis yang berkelanjutan dan hebat, dengan tujuan menjadi perusahaan audio terbaik di dunia serta mendorong profitabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
  • Seiring pertumbuhan ekonomi yang melambat tajam dan biaya modal yang meningkat, Spotify juga tidak luput dari realitas ini.

Keputusan pengurangan tenaga kerja

  • Untuk menyesuaikan organisasi dengan tujuan dan tantangan Spotify di masa depan, perusahaan mengambil keputusan sulit untuk mengurangi sekitar 17% dari total tenaga kerja.
  • Keputusan ini akan memengaruhi banyak individu yang telah memberikan kontribusi berharga, dan banyak talenta yang sangat mampu akan meninggalkan perusahaan.
  • Pengurangan tenaga kerja kali ini dinilai sebagai langkah yang diperlukan meskipun laporan pendapatan dan kinerja terbaru menunjukkan hasil positif, dengan mempertimbangkan kesenjangan antara target keuangan dan biaya operasional saat ini.

Langkah selanjutnya

  • Karyawan yang terdampak akan menerima undangan kalender dari HR untuk percakapan 1:1, yang dijadwalkan berlangsung hingga hari Selasa.
  • Karyawan yang terkena PHK akan menerima rata-rata pesangon sebesar 5 bulan gaji, pembayaran cuti yang belum digunakan, asuransi kesehatan selama masa pesangon, dukungan imigrasi, serta layanan dukungan karier selama 2 bulan.

Melangkah ke depan

  • Keputusan untuk mengurangi ukuran tim merupakan langkah sulit namun penting untuk menciptakan Spotify yang lebih kuat dan efisien.
  • Spotify pernah meraih kesuksesan melalui kreativitas dan kecerdikan ketika sumber dayanya terbatas di masa awal, tetapi kemudian menjauh dari prinsip penggunaan sumber daya yang efisien.
  • Dengan menggunakan sumber daya secara lebih terfokus dan menginvestasikan kembali dana secara strategis, Spotify akan memastikan profitabilitas berkelanjutan serta kemampuan untuk terus berinovasi.

Pendapat GN⁺

Hal terpenting dari tulisan ini adalah bahwa Spotify menyadari realitas ekonomi dan mengambil langkah yang berorientasi ke masa depan. Pengurangan tenaga kerja ini bukan semata-mata penghematan biaya, melainkan menyampaikan pesan bahwa ini adalah restrukturisasi strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan dan efisiensi perusahaan. Perubahan seperti ini bisa sangat menarik terutama bagi orang-orang yang bekerja di industri teknologi, serta memberikan wawasan tentang proses pengambilan keputusan perusahaan besar dalam merespons perubahan lingkungan pasar.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-12-05
Pendapat Hacker News
  • Seorang pengguna menyatakan keterkejutannya bahwa 9.000 orang bekerja untuk satu produk. Ia sudah menjadi pelanggan selama lebih dari 5 tahun, tetapi bertanya-tanya mengapa kualitas aplikasi iPhone justru makin menurun.

    • Fitur yang sebelumnya diperbarui setiap hari telah hilang, sehingga ia tidak lagi bisa melihat rilisan baru dari artis favoritnya dalam satu tampilan.
    • Ia mendengarkan musik klasik, tetapi judul lagunya terlalu panjang sehingga terasa merepotkan.
    • Belakangan ini, sinkronisasi playlist antara ponsel dan aplikasi desktop juga berhenti berfungsi.
  • Pengguna lain menyampaikan pandangannya tentang pembelian cloud. Ia menyebut Spotify mengadopsi cloud dalam skala besar, dan menyoroti bahwa banyak perusahaan menganggap itu bukan kompetensi inti mereka.

    • Ia menyebut biaya cloud jauh lebih tinggi dibanding mempekerjakan banyak karyawan.
    • Ia menekankan bahwa meski inefisiensi memang ada, jika pengeluaran untuk cloud besar sementara pendapatan rendah, maka tindakan tertentu perlu diambil.
  • Pengguna lain lagi mempertanyakan mengapa Spotify, meskipun mendapatkan pinjaman berbunga rendah pada 2020 dan 2021, tidak menginvestasikan keuntungan pada periode itu dengan lebih strategis.

    • Ia mengkritik bahwa pinjaman tersebut digunakan untuk perekrutan yang tidak strategis dan tidak berkelanjutan.
  • Seorang pengguna menyatakan pendapat bahwa ketika PHK terjadi, CEO seharusnya juga mengundurkan diri. Seperti halnya seluruh kabinet mengundurkan diri dalam pemerintahan, ia berargumen bahwa jika PHK memang diperlukan, eksekutif puncak juga harus bertanggung jawab dan mundur.

  • Ada pendapat bahwa kenaikan biaya bukanlah masalah utamanya, melainkan label dan pemegang saham menginginkan keuntungan yang lebih besar. Mereka menyoroti bahwa para artis hampir tidak menghasilkan uang, dan kini para karyawan juga ikut dirugikan.

  • Ada yang mempertanyakan mengapa perusahaan layanan streaming membutuhkan 9.500 karyawan. Karena bahkan tidak memiliki aplikasi desktop native, hal itu terlihat tidak efisien.

  • Ada yang bertanya-tanya apakah pengeluaran besar untuk kontrak dengan figur terkenal seperti Joe Rogan atau Harry dan Meghan ikut memengaruhi PHK tersebut. Dari 9.000 karyawan, 17% terkena PHK.

  • Ada pendapat bahwa cara pembayaran pesangon bagi karyawan yang diberhentikan terasa ambigu. Rata-rata pesangon 5 bulan mengindikasikan bahwa yang kemungkinan besar terkena PHK bukan orang-orang yang direkrut pada 2020 dan 2021, melainkan karyawan yang sudah lama bekerja.

  • Ada yang mempertanyakan mengapa Spotify membutuhkan begitu banyak karyawan. Mereka penasaran sebenarnya apa yang dilakukan semua 9.000 pegawai itu.

  • Ada yang berpendapat bahwa Spotify tampaknya belum mampu menghasilkan laba. Mereka menilai aneh bahwa layanan streaming musik selama bertahun-tahun beroperasi dengan model yang tidak menghasilkan keuntungan.