Ringkasan hasil penelitian: kaitan mengejutkan antara kerja di luar jam kerja dan penurunan produktivitas
- Bekerja di luar jam kerja sering dikaitkan dengan penurunan produktivitas, yang menunjukkan bahwa karyawan sedang menangani banyak pekerjaan sekaligus dan memerlukan bantuan dalam menetapkan prioritas serta mengelola waktu.
- Beristirahat selama jam kerja meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan, tetapi setengah dari seluruh pekerja meja hampir tidak pernah atau sama sekali tidak beristirahat.
- Para pekerja meja menilai waktu ideal untuk bekerja secara fokus dalam sehari adalah sekitar 4 jam, dan menghadiri rapat lebih dari 2 jam per hari menjadi titik batas ketika sebagian besar pekerja mulai merasa terbebani oleh rapat.
Produktivitas bukan soal berapa lama bekerja, melainkan kualitasnya
- Pekerja meja di seluruh dunia mengalami kesulitan dalam mengelola waktu kerja, dan masalah ini dirasakan secara berbeda menurut tingkat jabatan.
- Banyak pekerja menjalani tugas harian tanpa istirahat, dan kelompok ini menunjukkan tingkat pengalaman burnout yang tinggi.
- Pekerja yang mengambil jeda mendapat skor lebih tinggi dalam keseimbangan kerja-hidup, kemampuan mengelola stres, kepuasan secara keseluruhan, dan produktivitas.
Waktu produktivitas optimal: terlepas dari apakah Anda tipe pagi atau tipe malam, penurunan energi di sore hari adalah kenyataan
- Pekerja meja melaporkan bahwa 70% dari jam kerja mereka tergolong produktif.
- Jawaban tentang waktu paling produktif beragam, tetapi sebagian besar pekerja sepakat bahwa sore menjelang malam adalah waktu terburuk untuk bekerja.
- Orang-orang yang paling produktif menggunakan strategi manajemen waktu, seperti memblokir waktu untuk menyelesaikan tugas tertentu, memeriksa email hanya pada waktu tertentu, dan memasang timer fokus.
"Zona Goldilocks" dalam pekerjaan: keseimbangan hari kerja untuk mengoptimalkan produktivitas
- Tidak ada jadwal tunggal yang cocok untuk semua industri, peran, dan tingkat jabatan, tetapi analisis data menunjukkan adanya rumus untuk mendukung keberhasilan karyawan.
- Ada "zona Goldilocks" yang menunjukkan keseimbangan ideal antara waktu fokus, waktu kolaborasi, koneksi sosial, dan waktu istirahat.
- Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk rapat berkaitan dengan pekerja yang merasa tidak punya cukup waktu untuk fokus.
Apa yang paling diinginkan pekerja meja dari AI?
- Pekerja meja antusias terhadap potensi alat AI dan berharap memiliki kontrol yang lebih besar atas pengelolaan waktu.
- Adopsi alat AI masih berada pada tahap awal, dan hanya 20% pekerja yang pernah menggunakan alat AI untuk pekerjaan.
- Para pekerja memperkirakan AI akan paling bernilai di masa depan untuk catatan dan ringkasan rapat, bantuan menulis, serta otomatisasi alur kerja.
Opini GN⁺
Hal terpenting dari penelitian ini adalah bahwa bekerja di luar jam kerja dapat berdampak negatif pada produktivitas, sementara istirahat memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan. Artikel ini bisa menarik bagi para pekerja kantoran dan memberikan informasi berguna yang dapat membantu menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat. Ekspektasi tentang bagaimana perkembangan teknologi AI dapat berkontribusi pada peningkatan efisiensi kerja juga merupakan topik yang menarik.
3 komentar
Fakta yang semua orang tahu tetapi sengaja diabaikan.
Apakah kita benar-benar mengetahuinya?
Komentar Hacker News