Proklamasi pengampunan untuk tindak pidana kepemilikan ganja sederhana
- Melalui Proklamasi No. 10467 yang diumumkan pada 6 Oktober 2022, Presiden Joseph R. Biden Jr. menyatakan pengampunan bagi individu yang didakwa atau dinyatakan bersalah atas tindak pidana kepemilikan ganja sederhana berdasarkan Konstitusi Amerika Serikat.
- Dengan memberikan pengampunan kepada lebih banyak orang yang mengalami konsekuensi tambahan yang tidak perlu akibat kepemilikan, percobaan kepemilikan, atau penggunaan ganja sederhana, kebijakan ini bertujuan menghapus hambatan terhadap kesempatan kerja, perumahan, dan pendidikan.
- Pengampunan ini berlaku bagi warga negara Amerika Serikat dan penduduk tetap sah, berdasarkan hukum federal dan hukum Washington, D.C. serta peraturan federal terkait kepemilikan, percobaan kepemilikan, dan penggunaan ganja sederhana.
Cakupan dan batasan pengampunan
- Pengampunan ini terbatas pada kepemilikan, percobaan kepemilikan, dan penggunaan ganja sederhana, dan tidak mencakup tindak pidana terkait zat terkontrol lain atau aktivitas selain kepemilikan ganja sederhana.
- Pengampunan ini tidak berlaku untuk tindak pidana lain seperti distribusi ganja yang disengaja atau mengemudi di bawah pengaruh ganja.
- Nonwarga negara yang tidak berada di Amerika Serikat secara sah pada saat tindak pidana terjadi dikecualikan dari pengampunan ini.
Prosedur pengampunan
- Jaksa Agung akan meninjau permohonan sertifikat pengampunan yang diajukan dengan benar melalui pengacara pengampunan, dan akan menerbitkan sertifikat pengampunan kepada pemohon yang memenuhi syarat.
Opini GN⁺
- Proklamasi pengampunan ini merupakan langkah penting yang mencerminkan perubahan persepsi masyarakat Amerika Serikat terhadap tindak pidana terkait ganja.
- Kebijakan ini diharapkan membantu mengurangi dampak negatif catatan kriminal akibat kepemilikan ganja sederhana terhadap kehidupan seseorang.
- Pengampunan semacam ini akan memainkan peran penting dalam mengatasi hambatan hukum dan sosial, serta mendorong rehabilitasi dan integrasi sosial.
1 komentar
Komentar Hacker News