Penggunaan data mesin cuci LG
- Seorang pengguna mesin cuci LG menemukan bahwa peralatan rumah pintar miliknya menggunakan rata-rata 3,66GB data per hari.
- Pengguna tersebut bingung mengapa mesin cuci membutuhkan data sebanyak itu, lalu memblokir koneksi Wi-Fi mesin cuci melalui UI router.
- Para pengguna media sosial berspekulasi tentang alasan mesin cuci menggunakan begitu banyak data, dan menunjukkan kemungkinan adanya peretasan atau masalah lain.
Apakah mesin cuci mengunduh DLC atau diretas?
- Pemilik mesin cuci bercanda bahwa mesin cuci itu mungkin menggunakan Wi-Fi untuk "DLC (siklus pencucian yang dapat diunduh)".
- Mesin cuci memang mengunduh preset untuk berbagai jenis pakaian, tetapi sebagian besar data justru diunggah.
- Ada kemungkinan mesin cuci digunakan untuk menambang kripto, pernah ada kasus peretasan peralatan pintar LG, dan mesin cuci itu juga bisa saja dipakai sebagai bagian dari botnet.
Masalah pada router Asus?
- Jawaban yang paling mungkin untuk masalah data ini adalah Asus mungkin salah melaporkan penggunaan data.
- Pemilik mesin cuci kini mengoperasikan mesin itu secara offline, dan LG tidak segera menanggapi permintaan informasi tambahan.
- Bug firmware router Asus juga bisa menyebabkan volume upload dilaporkan lebih tinggi dari yang sebenarnya.
Risiko nyata peretasan perangkat terhubung
- Peretasan perangkat pintar yang terhubung bisa menjadi masalah serius.
- Perlu mempertimbangkan masalah yang dapat timbul jika perangkat IoT medis atau industri diambil alih oleh penyerang.
- Kunci pas Bosch yang terhubung ke jaringan disebut penuh dengan kerentanan, dan patch akan segera tersedia.
Opini GN⁺
- Memahami penggunaan data pada peralatan pintar penting bagi privasi dan keamanan pengguna.
- Karena ada kemungkinan perangkat diretas atau digunakan untuk tujuan yang salah, pengguna perlu mengelola perangkat pintar dengan hati-hati.
- Kasus ini membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap teknologi rumah pintar dengan menyoroti kerentanan keamanan perangkat IoT dan kebutuhan pengguna untuk mengelola data mereka.
1 komentar
Pendapat Hacker News