Makanan penghibur Jepang: Onigiri
- Jika pergi ke minimarket di Jepang, selalu ada satu item yang dipajang di rak khusus: onigiri.
- Onigiri diterjemahkan sebagai "bola nasi", dan secara harfiah berarti "segenggam yang digenggam", serta merupakan fast food tradisional Jepang sebelum era fast food modern.
- Cepat dibuat dan cepat dimakan, harganya murah, mengingatkan pada masakan rumahan, dan rasanya juga sangat enak.
Apa itu onigiri?
- Onigiri paling sederhana hanya memiliki dua bahan: nasi dan garam.
- Nasi dimasak, diberi garam, lalu sekitar 100g nasi ditekan lembut hingga berbentuk segitiga.
- Untuk menambah rasa, onigiri kadang dibungkus dengan nori (rumput laut kering). Nori memberi kerenyahan dan menghadirkan cita rasa kontras yang melengkapi rasa nasi.
Sejarah singkat dan tidak lengkap tentang onigiri
- Para arkeolog telah menemukan makanan yang mirip onigiri di situs peninggalan sekitar 2.000 tahun lalu.
- Onigiri seperti yang dikenal sekarang naik daun secara besar-besaran selama keajaiban ekonomi Jepang pascaperang.
- Ketika membicarakan Perang Dunia II dan Jepang, kebanyakan orang mengingat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Namun, yang sering tertutupi adalah pengeboman karpet berskala besar yang dilakukan Sekutu di sebagian besar wilayah Jepang.
- Setelah Jepang menyerah, orang dewasa—dan sering kali juga anak-anak—harus bekerja habis-habisan untuk membangun kembali negara. Dan mereka benar-benar melakukannya. Di sinilah akar budaya kerja berlebihan Jepang mulai muncul.
- Untuk mendukung populasi yang sibuk ini, supermarket mulai menjual makanan yang praktis dan akrab. Onigiri pertama kali dijual di supermarket pada tahun 1952.
- Ini menarik, karena onigiri pada dasarnya bukan makanan yang dibeli atau dimakan di luar. Biasanya dibuat di rumah dan dibawa dalam bekal.
Minimarket dan onigiri
- Kisah naiknya onigiri secara tajam tak terpisahkan dari kisah minimarket di Jepang.
- Minimarket 24 jam (
konbini) ingin menawarkan makanan yang akrab, segar, dan sehat kepada pelanggan dengan harga yang masuk akal.
- 7-Eleven adalah yang pertama mulai menjual onigiri, dengan rasa tradisional seperti umeboshi (acar plum), mentaiko (telur ikan pollock pedas), dan kombu.
- Para pesaing juga cepat menyadari permintaan ini dan ikut bergabung, sehingga tak lama kemudian semua jaringan minimarket memiliki merek onigiri mereka sendiri.
Nasi, rumput laut, dan banyak rekayasa
- Kisah onigiri menjadi bintang juga merupakan kisah kemampuan rekayasa Jepang.
- Dalam bentuk paling dasar, onigiri mungkin hanya bola nasi yang dibungkus nori, tetapi jika begitu nori akan menempel pada nasi dan menjadi lembek saat pelanggan membelinya.
- Jepang bagian timur dan barat memiliki persaingan lama, dan orang-orang di tiap wilayah memiliki preferensi berbeda terhadap nori. Satu pihak menyukai yang lembek, pihak lain lebih suka yang renyah.
- Sulit dipercaya berapa banyak uang yang dihabiskan untuk memecahkan masalah rekayasa: "nasi harus lembap dan pulen, tetapi nori harus renyah".
"Metode pemisahan"
- Onigiri pertama yang masuk pasar menggunakan "metode pemisahan", yang menyertakan selembar nori dalam kemasan berdinding ganda. Pelanggan membuka nori lalu membungkusnya di sekitar onigiri. Cara ini memang berfungsi, tetapi banyak orang merasa repot.
"Metode parasut"
- Pada awal 1980-an, Shinbo Foods dari Osaka menciptakan penemuan brilian bernama "metode parasut". Metode ini memisahkan nori dan onigiri, lalu saat ditarik dari atas, nori segar membungkus onigiri yang lembut.
- Namun, karena harus menggunakan minyak agar "parasut" dapat ditarik keluar dengan mulus, rasa onigiri berubah dan orang-orang pun mengeluh.
"Metode pita sobek"
- Langkah berikutnya adalah "metode pita sobek" dari 7-Eleven, di mana pelanggan cukup merobek pita yang menembus kemasan secara vertikal. Metode ini tidak menggunakan minyak dan menjadi dasar kemasan onigiri hingga sekarang.
"Metode gelombang pita sobek"
- Tidak puas dengan inovasi itu saja, 7-Eleven merekayasa agar kemasan lebih mudah disobek dan mengembangkan "metode gelombang pita sobek".
Selalu baru, tetapi tetap sama
- Onigiri adalah makanan yang serbaguna dan tidak merepotkan. Di Jepang, negara yang sering mengalami bencana alam, onigiri selalu menjadi salah satu makanan pertama yang dibuat dan dibagikan di tempat pengungsian.
- Jepang mengonsumsi miliaran onigiri setiap tahun, dan onigiri yang sederhana ini terus disempurnakan. Setiap tahun diperkenalkan rasa-rasa baru, dan perusahaan mencoba kombinasi baru dari beras, bahan, dan metode persiapan.
- Meski begitu, setiap tahunnya onigiri tetap terasa akrab seperti onigiri yang sama dari tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah bukti abadi dari makanan yang luar biasa ini.
Pendapat GN⁺
- Onigiri adalah makanan yang memainkan peran penting dalam budaya Jepang; dibuat dari bahan yang sederhana, tetapi telah berkembang menjadi beragam rasa dan bentuk.
- Perkembangan teknologi kemasan merupakan contoh yang menunjukkan inovasi rekayasa Jepang, hasil dari upaya untuk sekaligus meningkatkan kenyamanan konsumen dan kualitas makanan.
- Popularitas dan perkembangan onigiri yang berkelanjutan sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang, dan menjadi unsur simbolis budaya Jepang tempat tradisi dan teknologi modern berpadu.
1 komentar
Komentar Hacker News
Rivalitas lama antara Jepang bagian timur dan barat
Konfrontasi militer historis Jepang dan pengaruh regional
Perkembangan Edo (Tokyo) dan pemerintahan shogun Tokugawa
Rasa nyaman di Jepang dan kecintaan pada onigiri
Berbagai pendapat dan pengalaman tentang onigiri
Pengaruh internasional onigiri dan variasi budayanya