15 poin oleh GN⁺ 2024-02-29 | 7 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Seiring bertambahnya usia, 1 tahun terasa jauh lebih singkat dibanding saat masa kanak-kanak atau remaja
  • Ini bisa jadi merupakan efek samping dari evolusi yang membentuk otak kita sebagai perangkat penyimpanan yang efisien
  • Otak adalah perangkat prediksi yang membangun model dunia demi keunggulan dalam bertahan hidup dan bereproduksi
  • Mampu memprediksi suatu fenomena berarti mampu mengendalikannya dan memiliki kuasa atasnya, sehingga otak terobsesi untuk memprediksi peristiwa masa depan
  • Karena otak juga efisien, ia tidak perlu memberi perhatian atau menyimpan dalam ingatan peristiwa yang sudah pernah dialami
  • Pada masa kecil, semuanya baru dan menakjubkan sehingga otak memperbarui ingatan secara besar-besaran
  • Karena informasi baru dan mengejutkan membanjiri setiap hari, otak memberi banyak perhatian, dan karena itu satu hari terasa panjang
  • Saat bertambah tua, kejutan baru hanya menjadi bagian kecil dari ingatan lama
  • Artinya, seiring bertambahnya usia, ingatan dan perhatian kita berubah dari versi resolusi tinggi sebelumnya menjadi versi resolusi rendah
  • Ketika pola hidup berulang, potongan-potongan waktu yang kita sadari dan ingat menjadi lebih sedikit dan lebih kasar
  • Saat bertanya ke mana perginya waktu, kita akan mendapati bahwa sebagian besar ingatan terkait masa kecil dan sangat sedikit yang berasal dari waktu belakangan ini
  • Penyebab utama waktu terasa cepat berlalu adalah keterprediksian
  • Jika memiliki pekerjaan yang stabil, saat menelusuri 1 tahun secara mental kita bisa mendapati bahwa setiap hari terasa mirip
  • Keterprediksian memengaruhi bukan hanya persepsi waktu saat ini, tetapi juga persepsi tentang masa depan
  • Liburan saat masa kecil dipenuhi informasi yang mengejutkan, sehingga benar-benar terasa kaya dan panjang
  • Untuk memperlambat waktu, kita harus mematahkan keterprediksian dan secara aktif merencanakan kejutan
  • Sayangnya, seiring bertambahnya usia ada kecenderungan evolusioner untuk menghindari eksplorasi dan risiko
  • Jawaban tentang bagaimana kita menjalani hidup bergantung pada apakah yang diinginkan adalah hidup yang panjang, atau hidup yang terasa panjang
  • Solusi untuk memperlambat waktu bukanlah kebosanan, melainkan melompat ke wilayah yang belum dikenal
  • Kita sangat piawai dalam memahami pola dan membuat model prediksi
  • Krisis eksistensial adalah peringatan spoiler tentang kehidupan
  • Kehidupan yang sepenuhnya berbeda dan tak dapat diprediksi akan terus membuat otak siaga
  • Semakin besar perubahannya, semakin membekas waktu itu dalam ingatan

Opini GN⁺

  • Artikel ini menawarkan penjelasan psikologis tentang fenomena waktu yang terasa berlalu cepat seiring bertambahnya usia, sehingga memberi wawasan menarik tentang proses kognitif manusia.
  • Dengan memahami fenomena ini, seseorang dapat mencari cara untuk membuat hidup lebih kaya dan berkesan dengan mengejar pengalaman serta perubahan baru dalam keseharian.
  • Jika dilihat secara kritis, pendekatan ini mungkin tidak berlaku bagi semua orang, dan bisa menjadi beban bagi mereka yang lebih menyukai stabilitas dan keterprediksian.
  • Jika tertarik pada topik serupa, riset Mihaly Csikszentmihalyi tentang kondisi "flow" dan persepsi waktu layak direkomendasikan.
  • Kecenderungan pribadi dan gaya hidup perlu dipertimbangkan, dan mengejar perubahan bertahap mungkin lebih realistis daripada perubahan mendadak.
  • Yang bisa diperoleh dari ini adalah peningkatan kualitas hidup dan nilai dari pengalaman baru, sementara potensi kekurangannya bisa berupa ketidakstabilan dan rasa takut terhadap hasil yang tak terduga.

7 komentar

 
yangeok 2024-03-06

Kalau rangkuman dan komentarnya diringkas, berarti "kalau melakukan hal baru, waktu terasa berjalan lebih lambat" ya. Saat ingin waktu cepat berlalu, berarti lakukan hal-hal yang rutin hehe,,

 
bus710 2024-03-02

Secara ilmiah dan detail, ini terasa menyedihkan…

 
iolothebard 2024-03-01

Mengingatkan saya pada sebuah buku lama… https://m.yes24.com/Goods/Detail/1782156

 
iolothebard 2024-03-01

Untuk menghindari ini, aku mencoba melakukan hal baru setiap hari… tapi otak malah terbiasa dengan itu juga… sepertinya memang tidak ada pilihan selain menerimanya…

 
codject 2024-03-01

Ini memang dari dulu selalu bikin penasaran, ternyata fakta yang menarik ya.

 
xguru 2024-02-29

Katanya, jika hal yang sama terus berulang, rasanya waktu berlalu lebih cepat.
Karena itu, sejak beberapa waktu lalu saya menetapkan tujuan untuk mempelajari setidaknya satu hal baru setiap tahun.
Pernah mencoba board game, piano, mengecat miniatur, golf, dan 3D printing; tahun ini saya ingin mencoba bahasa Spanyol dan bersepeda.

 
GN⁺ 2024-02-29
Opini Hacker News
  • Pengalaman menulis jurnal selama lebih dari 10 tahun

    • Dengan melihat kembali masa lalu melalui jurnal, hidup terasa lebih kaya dan panjang.
    • Mengenang masa pacaran yang tidak stabil dengan istri, catatan kehamilan anak kembar, dan hal-hal lain membuat merasa bersyukur.
    • Berbagai emosi di masa lalu, seperti kecemasan saat menjalani program doktor, bisa ditinjau kembali.
    • Dengan menengok masa lalu, muncul kesadaran bahwa hidup tidaklah pendek dan masih banyak perubahan yang bisa dialami ke depan.
    • Dengan memanfaatkan kebiasaan menggunakan komputer, hambatan untuk menulis jurnal diturunkan, dan jurnal dicatat secara konsisten dengan Bash script.
    • Setiap hari, jurnal dari 1 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun lalu dibaca kembali untuk mengalami ulang masa lalu.
  • Arus waktu yang cepat dan efek kebiasaan

    • Kebiasaan yang diulang setiap hari membuat waktu terasa berlalu cepat, sekaligus memberi kesan hasil yang cepat terlihat.
    • Selama masa pandemi mulai bersepeda, dan 3 tahun kemudian memperoleh otot kaki yang kuat serta pengalaman 10.000 mil.
  • Riset tentang perubahan persepsi waktu seiring usia

    • Ada penelitian tentang perubahan persepsi waktu ketika usia bertambah.
    • Saat kecepatan pemrosesan informasi (misalnya waktu reaksi) melambat, waktu terasa seperti berlalu lebih cepat.
  • Relativitas waktu dan pentingnya pengalaman baru

    • Pada masa kuliah, waktu terasa panjang karena penuh dengan pengalaman baru.
    • Saat hidup sambil bepergian keluar dari rutinitas harian, waktu terasa mengalir lebih lambat.
    • Lingkungan baru membuat otak lebih lentur dan membantu keluar dari hidup yang serba otomatis.
  • Meditasi dan sikap bersyukur

    • Jika meluangkan waktu untuk menyadari dunia sekitar dan bersyukur, waktu terasa mengalir lebih lambat.
    • Setiap kali membentuk kenangan baru, waktu terasa lebih panjang.
  • Satuan waktu dalam hidup dan kebosanan

    • Satuan waktu dalam hidup menjadi relatif lebih pendek seiring bertambahnya usia.
    • Kenangan pindah ke negara baru terasa lebih panjang daripada beberapa tahun terakhir.
  • Relativitas persepsi waktu

    • Saat kecil, waktu terasa berjalan lambat karena persepsinya relatif terhadap seluruh rentang hidup yang telah dijalani.
    • Seiring bertambahnya usia, aliran waktu terasa makin cepat karena satuan waktu menjadi lebih kecil dibanding keseluruhan hidup.
  • Keseimbangan antara pengalaman baru dan keseharian

    • Saat ada rangsangan baru, waktu terasa berjalan lebih lambat.
    • Tinggal di luar negeri, pindah ke kota baru, dan hubungan baru membuat persepsi waktu melambat.
  • Nilai relatif waktu

    • Seiring bertambahnya usia, nilai 1 tahun menjadi relatif lebih kecil.
  • Hubungan antara akumulasi ingatan dan persepsi waktu

    • Semakin banyak kenangan yang terakumulasi, semakin waktu terasa berjalan lambat.
    • Saat kecil, banyak hal baru dipelajari sehingga banyak kenangan terbentuk, tetapi seiring bertambahnya usia daya ingat menurun dan waktu terasa berlalu lebih cepat.