2 poin oleh GN⁺ 2024-03-28 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Hasil penelitian: dua malam tidur yang terganggu berturut-turut dapat membuat orang merasa beberapa tahun lebih tua

  • Hasil penelitian psikolog di Swedia menunjukkan bahwa jika tidur dibatasi menjadi 4 jam selama dua malam berturut-turut, orang merasa rata-rata lebih dari 4 tahun lebih tua.
  • Sebaliknya, jika tidur cukup selama 9 jam, para peserta merasa rata-rata 3 bulan lebih muda.
  • Tidur memiliki pengaruh besar, baik dalam jangka pendek maupun panjang, terhadap usia yang dirasakan seseorang.

Dampak kurang tidur terhadap kesehatan

  • Kurang tidur dapat berdampak negatif pada kesehatan. Hal ini dapat mendorong pola makan yang tidak sehat, mengurangi olahraga, serta menurunkan keinginan untuk beraktivitas sosial dan mencoba pengalaman baru.
  • Dalam studi pertama, 429 peserta mengisi survei tentang jumlah malam dalam sebulan terakhir ketika mereka tidur buruk dan usia yang mereka rasakan.
  • Dalam studi kedua, usia yang dirasakan oleh 186 peserta diteliti setelah tidur cukup dan setelah tidur yang dibatasi.

Tidur dan pola hidup individu

  • Ada perbedaan respons terhadap kehilangan tidur antara orang yang bertipe pagi dan orang yang bertipe malam.
  • Orang bertipe malam merasa lebih tua daripada usia sebenarnya bahkan setelah tidur yang cukup.
  • Orang bertipe pagi lebih terdampak pada usia yang mereka rasakan ketika tidur mereka terganggu.

Pentingnya tidur

  • Tidur adalah faktor penting agar orang merasa lebih muda.
  • Jika orang merasa lebih muda, mereka bisa lebih terbuka terhadap pengalaman baru, lebih aktif secara sosial, dan lebih aktif secara fisik.

Tidur dan kesehatan jangka panjang

  • Tidur yang kurang atau berkualitas rendah penting dalam kaitannya dengan kebiasaan hidup yang memengaruhi kesehatan jangka panjang.
  • Tidur menunjukkan efek kesehatan yang langsung dan memengaruhi kebiasaan hidup lain dalam siklus 24 jam.

Hubungan antara olahraga dan tidur

  • Studi selama 10 tahun menemukan bahwa orang yang rutin berolahraga 2~3 kali seminggu memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami insomnia dan lebih mungkin mendapatkan tidur yang direkomendasikan selama 6~9 jam.
  • Penelitian tersebut menganalisis survei tentang kebiasaan olahraga, kualitas tidur, dan rasa kantuk di siang hari.

Opini GN⁺

  • Studi ini menunjukkan bahwa kualitas tidur dapat memengaruhi bukan hanya rasa lelah, tetapi juga cara orang memandang dirinya sendiri dan kebiasaan hidup sehat mereka.
  • Mengingat dampak kurang tidur terhadap kemampuan kognitif, suasana hati, dan kesehatan fisik, studi ini menegaskan pentingnya tidur dan mengingatkan kita akan pentingnya mendapatkan tidur yang cukup.
  • Agar hasil penelitian ini benar-benar dapat diterapkan, diperlukan penelitian lanjutan pada lebih banyak kelompok usia dan orang dengan latar belakang yang beragam.
  • Diperlukan penelitian mengenai dampak jangka panjang kurang tidur terhadap kesehatan. Ini dapat membantu pengembangan strategi untuk pengelolaan dan perbaikan tidur.
  • Berbagai teknologi dan produk untuk meningkatkan kualitas tidur sudah ada di pasar. Misalnya, smart mattress, pelacak tidur, dan aplikasi bantuan tidur, dan alat-alat ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas tidur.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-03-28
Komentar Hacker News
  • Apnea tidur sangat menurunkan kualitas hidup. Bahkan dengan terapi CPAP, kualitas tidur bisa tetap menurun karena masker bergeser atau efek samping lain, tetapi itu jauh lebih baik daripada apnea yang tidak diobati. Bahkan apnea tingkat sedang pun bisa membuat seseorang merasa lebih lelah saat bangun tidur.
  • Sebagai ayah dari bayi berusia 7 bulan, rasanya seperti 100 tahun lebih tua dari usia sebenarnya.
  • Pernah merasa "tua" selama musim dingin di wilayah timur laut, lalu sadar bahwa masalahnya adalah kualitas udara dalam ruangan; setelah memasang ERV (perangkat yang memasukkan udara luar ke dalam ruangan), kondisinya jauh membaik. Mungkin lebih sensitif terhadap kualitas udara dalam ruangan atau lebih mampu merasakan dampaknya.
  • Bernapas sambil menutup mulut saat berolahraga memberi dampak positif pada tidur. Lendir di hidung jadi bersih, pernapasan jauh membaik, dan kualitas tidur meningkat drastis.
  • Punya anak di akhir usia 30-an adalah pengalaman yang sangat berat karena sulit pulih dari kurang tidur. Secara biologis, punya anak di awal usia 20-an mungkin lebih baik.
  • Tidur di lingkungan yang keras dapat dengan cepat menurunkan fungsi kognitif. Kondisi tunawisma bisa merusak kemampuan seseorang untuk keluar dari keadaan tunawisma itu sendiri.
  • Kurang tidur bukan sekadar membuat orang merasa lebih tua. Ini juga menurunkan respons insulin, menunjukkan hubungan langsung antara diabetes dan tidur, serta meningkatkan kadar kortisol yang bisa merusak tidur keesokan harinya. Daya ingat dan waktu reaksi juga memburuk sampai tingkat yang dapat diukur.
  • Setelah istri melahirkan putri mereka, selama dua bulan pertama ia hampir seperti zombie. Ia jadi sering terjatuh dan sama sekali tidak memperkirakan seberapa besar dampak kurang tidur terhadap dirinya.
  • Mengalami insomnia kronis yang tampaknya acak, sehingga perlu bekerja dari rumah. Jika sempat tidur siang, insomnia mereda, tetapi jika tidak, kondisi memburuk setelah 2 hari. Di kantor, pemulihan hanya bisa terjadi saat akhir pekan, jadi hanya produktif pada Senin dan Selasa.
  • Tubuh hanya bisa menoleransi bangun pada waktu alami, bukan karena alarm, selama satu hari. Pada hari kedua, tubuh benar-benar kelelahan dan tidak bisa berpikir dengan baik. Tidur saat tubuh menginginkannya, bukan saat masyarakat menuntutnya, adalah yang paling efektif.