Masalah pada program Artemis
Penyebutan Apollo
- 51 tahun lalu, Apollo 17 diluncurkan dari Cape Canaveral dengan membawa tiga astronaut dan sebuah kendaraan penjelajah bulan.
- Dua dari tiga astronaut tersebut mendarat di permukaan bulan, mengumpulkan batuan, dan mengemudikan kendaraan penjelajah bulan.
- Setelah itu, mereka bergabung kembali dengan rekan mereka yang berada di orbit bulan lalu kembali ke Bumi.
Roket
- Inti program Artemis adalah roket oranye besar bernama 'Space Launch System (SLS)'.
- SLS memiliki roket tahap pertama yang kuat, tetapi roket tahap keduanya sangat lemah.
- SLS lebih kuat daripada Saturn V, tetapi kemampuan angkutnya hingga ke bulan jauh lebih rendah.
Kapsul
- Kapsul Orion adalah reinterpretasi modern dari kapsul Apollo.
- Orion memiliki ukuran yang lebih besar dan komputer modern, tetapi tidak memiliki daya dorong yang cukup untuk mencapai orbit bulan.
- Bobot Orion hampir dua kali lipat bobot kapsul Apollo.
Orbit
- Program Artemis menggunakan 'Near-Rectilinear Halo Orbit (NRHO)'.
- NRHO membutuhkan energi lebih sedikit dibanding orbit bulan biasa, tetapi tidak cocok untuk pendaratan di bulan.
- NRHO menyebabkan waktu tunggu yang lama dan risiko yang tinggi saat pendaratan di bulan.
Gateway
- Gateway adalah stasiun luar angkasa modular kecil yang berada di NRHO.
- Gateway merupakan aktivitas inti program Artemis, yang mengamankan stabilitas politik melalui kerja sama dengan mitra internasional.
- Namun, Gateway menambahkan kompleksitas dan biaya yang tidak perlu untuk pendaratan di bulan.
Pendarat
- Pendarat adalah bagian paling ambisius secara teknis dalam program Artemis.
- SpaceX dan Blue Origin menangani desain pendarat.
- Pendarat milik SpaceX berbasis Starship dan memiliki struktur yang sangat besar serta kompleks.
Pengisian bahan bakar
- Untuk membawa pendarat mencapai NRHO, pengisian bahan bakar di orbit rendah diperlukan.
- Pengisian bahan bakar ini belum pernah dicoba, dan ada banyak tantangan teknis.
- SpaceX merencanakan banyak peluncuran untuk pengisian bahan bakar.
Kesimpulan
- Program Artemis sedang membuat taruhan besar pada tantangan teknis.
- Jika berhasil, SLS dan Orion bisa menjadi tidak lagi diperlukan.
- Namun, rencana saat ini mengandung banyak kompleksitas dan risiko.
Opini GN⁺
- Tantangan teknis: Program Artemis mencakup banyak tantangan teknis, sehingga jika berhasil dapat membawa kemajuan besar bagi eksplorasi ruang angkasa.
- Masalah biaya: Biaya tinggi SLS dan Orion dapat menimbulkan masalah besar bagi keberlanjutan program.
- Stabilitas politik: Gateway tampak sebagai upaya untuk mengamankan stabilitas politik melalui kerja sama internasional.
- Faktor risiko: NRHO dan desain pendarat yang kompleks dapat menimbulkan risiko tinggi.
- Teknologi alternatif: Teknologi alternatif seperti Starship milik SpaceX bisa jadi lebih efisien.
1 komentar
Opini Hacker News
Ringkasan kumpulan komentar Hacker News
Ceramah Destin
Analogi strategi NASA
Kebutuhan program Artemis
Dua alasan eksplorasi Bulan
Pertanyaan tentang tanggal publikasi
Analogi yang hidup
Aspek ekonomi Artemis
Perspektif militer
Biaya eksplorasi Bulan China
Visi NASA