15 poin oleh GN⁺ 2024-06-13 | 4 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Dulu ada 'spam', sekarang bersama A.I. hadir 'slop'

  • 'Slop' adalah istilah baru yang berarti konten kasar atau tidak diinginkan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
  • Istilah ini menjadi lebih luas digunakan ketika Google mengintegrasikan model AI Gemini ke hasil pencarian berbasis AS.
    • Alih-alih mengarahkan ke tautan, Google mencoba menjawab kueri pencarian dengan teks yang disebut 'AI Overview'.
    • Karena masalah pada fitur AI tersebut, Google memutuskan untuk menarik kembali sebagian fitur AI sampai masalahnya terselesaikan.
  • Pencarian AI tampak memberikan sejumlah besar informasi yang dibuat mesin, alih-alih informasi yang dikelola manusia.
  • 'Slop' mengingatkan pada tumpukan makanan yang tidak menggugah selera yang diberikan sebagai pakan ternak.
    • Pencarian AI juga serupa: hasil keluar cepat, tetapi sulit diterima oleh orang yang berpikir kritis.
  • Masalah pada pencarian AI adalah informasi dalam AI Overview disajikan sebagai jawaban yang pasti.
    • Ini adalah cara yang berbahaya karena mendorong penerimaan, bukan menjadi titik awal riset pengguna terhadap suatu topik.

Potensi istilah 'slop'

  • 'Slop' memang belum dikenal luas oleh audiens arus utama, tetapi merupakan istilah yang punya potensi.
  • Ahli bahasa Adam Aleksic menilai bahwa karena 'slop' adalah kata yang sudah akrab bagi kita, kata itu bisa diterapkan secara alami pada situasi ini.
  • 'Slop' tampaknya muncul sebagai respons atas peluncuran generator seni AI pada 2022.
    • Pengembang Simon Willison juga disebut sebagai salah satu pengadopsi awal istilah ini.
  • Istilah 'slop' mulai digunakan di 4chan, Hacker News, dan komentar YouTube.
    • Poster anonim menunjukkan kemahiran mereka atas topik rumit dengan memakai bahasa yang berlaku di dalam kelompok.

Dampak AI terhadap mesin pencari

  • Dalam jangka pendek, dampak AI terhadap mesin pencari dan internet secara keseluruhan mungkin tidak separah yang dikhawatirkan.
  • Menurut data Chartbeat, pada awal AI Overview, rujukan dari Google Discover ke situs web memang langsung menurun, tetapi kemudian pulih kembali.
    • Selama tiga minggu pertama setelah penerapan AI Overview, lalu lintas pencarian secara keseluruhan ke lebih dari 2.000 situs web utama di AS justru meningkat.

'Slop' bisa menjadi istilah wakil untuk konten murahan hasil mesin

  • Simon Willison menyatakan dirinya optimistis terhadap AI ketika digunakan dengan benar.
  • Ia menganggap 'slop' bisa menjadi istilah wakil untuk konten murahan yang dihasilkan mesin.
    • "Masyarakat membutuhkan cara yang ringkas untuk membicarakan AI modern."
    • "Abaikan email itu, itu spam dan Abaikan artikel itu, itu slop sama-sama pelajaran yang berguna."

4 komentar

 
sinbumu 2024-11-07

Belakangan ini makin banyak orang jahat di komunitas yang mengunggah slop lalu diam-diam pura-pura itu bukan slop dan seolah-olah buatan manusia.

 
alsrb6922 2024-06-14

Kata yang menarik. Saya jadi berpikir, akhir-akhir ini hal-hal yang sering dibicarakan seperti pembuatan video short-form otomatis dengan memanfaatkan AI juga mungkin merupakan semacam slop.

 
bus710 2024-06-14

“Lihat itu! Jarinya ada tujuh!!”

 
GN⁺ 2024-06-13
Opini Hacker News
  • Istilah Slop cocok untuk menyebut konten buatan AI yang tidak diinginkan. Bahkan sebelum era AI, sudah ada banyak konten yang tidak perlu.
  • Hacker News dan kontributor simonw disebut dalam artikel. Simon Willison dikenal sebagai salah satu pengguna awal istilah ini, tetapi sebenarnya istilah tersebut sudah digunakan sebelumnya.
  • Sebagai penggemar Neal Stephenson, menarik bahwa di bukunya Anathem ada gagasan tentang sampah informasi internet yang dihasilkan oleh AI. Di masa depan, bisa saja terjadi perang edit Wikipedia antara AI dan manusia.
  • Ada pendapat bahwa istilah spam buatan AI sudah digunakan, jadi tidak perlu repot membuat istilah baru.
  • Di aplikasi media berbasis iklan, selama orang tidak mau membayar untuk konten, informasi tidak perlu yang dipersonalisasi akan terus bermunculan.
  • Dengan perkembangan LLM/AI generatif, konten yang tidak perlu akan semakin murah untuk dibuat, dan keaslian akan makin menghilang.
  • Slop sudah ada bahkan sebelum AI, dan banyak hasil pencarian teratas berisi informasi yang salah. GPT-4 kemungkinan juga dilatih menggunakan data yang keliru seperti ini.
  • Ada prediksi bahwa Slop yang dipersonalisasi dan penempatan produk dalam model AI akan menjadi tren besar di masa depan. Konten yang dipersonalisasi seperti filter bubble politik akan semakin meningkat.
  • Ada pendapat bahwa kita sedang mengalami krisis eksistensial besar-besaran saat menghadapi kenyataan bahwa warisan budaya umat manusia pada dasarnya tidak bermakna.