Klip The Daily Show selama 25 tahun dihapus, situs Comedy Central ditutup
Ringkasan poin utama
-
ComedyCentral.com ditutup:
- Dengan ditutupnya ComedyCentral.com, semua klip The Daily Show dan The Colbert Report yang tersedia sejak 1999 ikut dihapus.
- Klip dan episode penuh dari The Opposition with Jordan Klepper, The Nightly Show with Larry Wilmore, @midnight, dan Lights Out with David Spade juga ikut dihapus.
-
Cara menonton alternatif:
- Serial Comedy Central kini dapat ditonton melalui penyedia TV.
- Dengan berlangganan Paramount+, pengguna bisa menonton beberapa musim dari acara-acara Comedy Central.
- Namun, episode lama The Daily Show dan The Colbert Report juga tidak tersedia di Paramount+.
-
Masalah keuangan Paramount:
- Paramount menanggung utang lebih dari US$14 miliar, dengan kerugian dari Paramount+ dan jaringan kabel yang menua menjadi penyebab utama.
- Baru-baru ini MTV.com dan CMT.com juga ditutup.
- Paramount sempat membahas merger dengan Skydance, tetapi pemegang saham terbesarnya, Shari Redstone, menghentikannya.
-
Ketersediaan klip alternatif:
- Klip acara larut malam lama milik Comedy Central masih bisa ditemukan sebagian di YouTube, tetapi bukan koleksi lengkap seperti sebelumnya.
Opini GN⁺
-
Masalah aksesibilitas konten:
- Penutupan ComedyCentral.com membuat banyak penggemar lebih sulit mengakses konten favorit mereka. Ini dapat menurunkan pengalaman pengguna.
-
Keterbatasan layanan streaming:
- Karena Paramount+ tidak menyediakan semua konten, pengguna bisa kesulitan menemukan tayangan yang mereka inginkan. Ini menunjukkan keterbatasan layanan streaming.
-
Dampak masalah keuangan:
- Masalah keuangan Paramount menyebabkan beberapa situs ditutup dan akses terhadap konten menjadi terbatas. Ini dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang.
-
Perlunya platform alternatif:
- Penggemar masih bisa menemukan sebagian konten melalui platform alternatif seperti YouTube, tetapi dibutuhkan platform baru yang menyediakan koleksi lengkap.
-
Pengelolaan konten di masa depan:
- Penyedia konten perlu memikirkan cara pengelolaan dan distribusi konten dengan mempertimbangkan pengalaman pengguna. Ini penting untuk menjaga loyalitas penggemar.
1 komentar
Komentar Hacker News
Kegagalan layanan streaming: Banyak studio yang mengoperasikan saluran TV gagal beralih ke streaming. Meskipun teknologinya sudah terstandarisasi, platform seperti Paramount+ dan Disney+ tetap mengalami kesulitan.
Kegagalan komersialisasi konten gratis: Disayangkan mereka gagal memonetisasi konten gratis. Karena masalah hak cipta, banyak konten yang dicintai orang menghilang.
Ketidakmampuan kepemimpinan: Kepemimpinan yang tidak kompeten gagal menyadari nilai konten tersebut. Padahal konten lama bisa didigitalkan dan dijual, tetapi hal itu tidak dilakukan.
Monetisasi melalui YouTube: Konten lama sebenarnya bisa diunggah ke YouTube dan dimonetisasi lewat iklan. Mungkin tidak cocok dengan citra merek, tetapi tetap lebih baik daripada menghapusnya.
Masalah cloud storage: Para pengembang perangkat lunak mendorong streaming sambil mengabaikan pentingnya penyimpanan offline. Saat cloud storage menjadi mahal, kebutuhan untuk memangkas biaya pun muncul.
Penghematan biaya hak cipta?: Sulit untuk tidak bertanya-tanya berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk mempertahankan klip-klip lama itu. Biaya penyimpanan file murah, jadi apakah ini demi mengurangi biaya hak cipta?
Pengalaman situs web di masa lalu: Ada yang ingat menonton episode penuh South Park di situs web itu pada awal 2000-an.
Media yang hilang: Ketika data yang tersimpan di internet lenyap, media yang hilang menjadi kenyataan. Internet bukan tempat yang permanen.
Perlunya penghematan biaya: Sebenarnya mereka bisa menghemat biaya dengan mempekerjakan pengembang yang lebih murah. Ada yang pernah berjuang selama 6 bulan hanya untuk mendapat akses ke alat internal perusahaan. Paramount+ tampaknya membutuhkan pengembang hemat biaya untuk memangkas pengeluaran.
Hak untuk melestarikan budaya: Orang-orang perlu memiliki hak untuk melestarikan dan menikmati warisan budaya penting secara pribadi. Musik digital memungkinkan hal itu, tetapi TV dan film tidak.