7 poin oleh GN⁺ 2024-09-09 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Banyak makalah mencurigakan di Google Scholar yang tampaknya dibuat dengan model GPT yang umum digunakan dapat ditemukan dengan mudah
  • Makalah-makalah ini terutama dibuat menggunakan aplikasi AI serbaguna yang banyak dipakai, khususnya ChatGPT, dan meniru gaya penulisan ilmiah
  • Google Scholar menampilkan makalah mencurigakan ini berdampingan dengan makalah penelitian yang bereputasi dan terjaga kualitasnya
  • Hasil analisis terhadap sampel makalah ilmiah mencurigakan yang dibuat oleh GPT dan ditemukan di Google Scholar menunjukkan bahwa banyak makalah membahas bidang terapan yang rentan terhadap disinformasi digital, seperti lingkungan, kesehatan, dan komputasi
  • Meningkatnya kemungkinan manipulasi bukti secara jahat di bidang yang sarat konflik politik menjadi masalah yang makin mengkhawatirkan

Temuan

Temuan 1: 139 makalah mencurigakan yang dibuat dengan GPT tercantum sebagai makalah biasa dalam hasil pencarian Google Scholar. Banyak yang berasal dari jurnal yang tidak terindeks

  • Sebagian besar makalah mencurigakan berasal dari jurnal yang tidak terindeks atau working paper, tetapi sebagian juga ditemukan di jurnal, publikasi, konferensi, dan repositori yang mapan
  • Ditemukan total 139 makalah yang diduga menggunakan ChatGPT atau aplikasi LLM serupa secara menipu
  • Dari jumlah tersebut, 19 berasal dari jurnal terindeks, 89 dari jurnal tidak terindeks, 19 adalah karya mahasiswa di basis data universitas, dan 12 adalah working paper (sebagian besar di DB preprint)
  • Makalah terkait lingkungan dan kesehatan mencakup sekitar 34% dari sampel, dan 66% di antaranya diterbitkan di jurnal yang tidak terindeks

Temuan 2: Makalah mencurigakan yang dibuat dengan GPT disebarkan secara online dan telah menyebar di seluruh infrastruktur komunikasi akademik, sering kali dalam beberapa salinan. Bidang terapan dengan implikasi praktis mendominasi

  • 27 makalah tentang isu lingkungan ditemukan di 56 URL pada 26 domain unik
  • 20 makalah tentang isu kesehatan ditemukan di 46 URL pada 20 domain unik
  • Sebagian besar makalah yang diidentifikasi ada dalam beberapa salinan dan telah menyebar ke berbagai arsip, repositori, dan media sosial
  • Menghapusnya dari catatan akademik akan sulit atau bahkan mustahil

Temuan 3: Google Scholar menyajikan hasil dari DB sitasi yang dikontrol kualitasnya dan yang tidak melalui antarmuka yang sama, sehingga akses ke makalah mencurigakan buatan GPT terbuka tanpa pembatasan

  • Posisi sentral Google Scholar dalam infrastruktur komunikasi akademik yang terbuka untuk umum, serta ketiadaan standar, transparansi, dan akuntabilitas pada kriteria inklusinya, dapat berdampak serius pada kepercayaan publik terhadap sains
  • Hal ini akan meningkatkan potensi penyalahgunaan Google Scholar untuk evidence hacking, dan memengaruhi upaya untuk menarik kembali atau menghapus makalah palsu dari sumber aslinya
  • Solusi apa pun harus mempertimbangkan keseluruhan infrastruktur komunikasi akademik serta interaksi antara berbagai aktor, kepentingan, dan motivasi yang berbeda

Opini GN⁺

Masalah ini mengkhawatirkan karena alasan-alasan berikut:

  1. Makalah yang dihasilkan GPT berpotensi membanjiri sistem komunikasi akademik dan mengancam integritas catatan ilmiah. Ini akan memperburuk masalah paper mill yang sudah ada.

  2. Konten yang tampak meyakinkan secara ilmiah tetapi dibuat oleh AI mungkin sebenarnya dihasilkan secara menipu. Ini dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap pengetahuan ilmiah dan menimbulkan risiko sosial yang serius.

  3. Kriteria inklusi Google Scholar tidak transparan dan minim akuntabilitas. Ini terkait dengan masalah bahwa hasil pencarian menampilkan DB sitasi yang memenuhi standar dan yang tidak tanpa pembedaan.

  4. Karena makalah palsu menyebar ke berbagai platform, meskipun versi aslinya ditarik, tetap sulit untuk melacak dan menghapusnya. Ini dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang pada bidang penelitian terkait.

  5. Banyak makalah buatan GPT ditemukan pada topik yang sensitif dan penting secara sosial, seperti kesehatan dan lingkungan. Ini dapat menimbulkan kebingungan serius dalam pengambilan kebijakan dan berpotensi disalahgunakan secara politik.

Untuk menanggapi masalah ini, pendekatan teknis, edukatif, dan institusional perlu dipertimbangkan secara bersamaan. Misalnya

  • Menyediakan opsi penyaringan di mesin pencari akademik berdasarkan status peer-review dan sejenisnya
  • Mengintegrasikan alat evaluasi ke antarmuka dan crawler mesin pencari akademik
  • Membangun mesin pencari akademik gratis yang dioperasikan demi kepentingan publik, bukan alasan komersial
  • Inisiatif pendidikan bagi pembuat kebijakan, komunikator sains, jurnalis, dan pihak terkait lainnya

Pada dasarnya, masalah ini perlu didekati dalam konteks yang lebih besar, seperti persoalan dalam sistem penerbitan akademik, budaya "publish or perish", monopoli Google, dan konflik ideologis seputar kontrol informasi. Solusi teknis saja tidak akan cukup.

2 komentar

 
xguru 2024-09-09

alphaXiv - Mendiskusikan makalah di arXiv secara terbuka

Melihat platform itu dan tulisan ini muncul bersamaan, rasanya seperti ada semacam keterkaitan

 
GN⁺ 2024-09-09
Komentar Hacker News
  • Pada APS March Meeting, editor jurnal sains lebih khawatir pada ulasan yang dihasilkan LLM daripada makalah yang dihasilkan LLM

    • LLM lebih mampu merangkum isi daripada melakukan penalaran logis yang panjang
    • Ulasan tidak dipublikasikan, sehingga orang merasa lebih tidak malu
  • Skrip Python milik penulis mungkin memiliki bug

    • Jika kunci 'bib' tidak ada dalam respons API, kolom data frame bisa tidak cocok
    • Hasil buruk bisa dihapus menggunakan array flag, tetapi itu tidak digunakan dalam kode
  • GPT dapat membuat manipulasi makalah ilmiah menjadi lebih mudah, tetapi manusia juga sudah melakukannya dengan baik tanpa AI

    • Membagikan tautan video menarik yang terkait
  • Berharap metode pengumpulan data dalam makalah terkait LLM bisa lebih canggih

    • Penggunaan LLM berdampak lebih besar pada sains dan masyarakat daripada sekadar proofreading
    • Cakupan proofreading berbeda-beda bagi tiap orang
  • Para ahli di bidang terkait dapat dengan mudah membedakan hasil palsu

    • Konten yang tidak memiliki kebaruan lebih sulit dibedakan
    • Masalah kejujuran peneliti sudah ada sejak sebelum AI
    • Non-ahli sulit membedakan kebenaran informasi
  • Dalam diskusi sebelumnya, makalah yang dicurigai menggunakan GPT ternyata ditulis sebelum OpenAI ada

  • ChatGPT tidak memahami kebenaran

    • Saat memakai ChatGPT dalam proyek riset terkait data lake, banyak muncul tautan palsu dan ringkasan materi pemasaran
  • Mengapresiasi bahwa gambar artikel bukan hasil generasi AI

  • Makalah yang dihasilkan GPT mungkin ditulis oleh orang yang bahasa Inggrisnya bukan bahasa ibu untuk memperbaiki bahasa Inggris mereka

  • Rasanya kita sedang memasuki zaman yang gelap