1 poin oleh GN⁺ 2024-10-23 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Latar belakang sejarah

    • Novel William Faulkner, "The Unvanquished", menggambarkan penindasan pemilu di wilayah Selatan.
    • Setelah Perang Saudara Amerika, berbagai cara penindasan digunakan untuk menghalangi pemilih kulit hitam memberikan suara.
    • Pada pertengahan abad ke-20, tes literasi menjadi alat yang paling umum digunakan.
  • Masalah pada tes literasi

    • Tes literasi terutama merugikan pemilih kulit hitam.
    • Tes ini bersifat subjektif, sehingga petugas pendaftaran bisa menilai dengan mudah atau sulit terhadap pemilih tertentu.
    • Tes di Louisiana terdiri dari pertanyaan-pertanyaan ambigu, dan satu jawaban salah berarti gagal total.
  • Struktur tes dan persoalannya

    • Tes Louisiana tahun 1964 terdiri dari 30 pertanyaan dan harus diselesaikan dalam 10 menit.
    • Pertanyaannya ambigu sehingga sulit menemukan jawaban yang benar.
    • Misalnya, pertanyaan seperti "Tulislah ejaan secara terbalik" memberi ruang tafsir yang sangat luas.
  • Kritik dan pembahasan

    • Ambiguitas tes tampak sebagai perangkat yang sengaja dirancang untuk menjamin kegagalan.
    • Beberapa pertanyaan memuat tuntutan yang secara logis mustahil dipenuhi.

Ringkasan GN⁺

  • Artikel ini membahas tes literasi sebagai alat penindasan pemilu historis di Amerika Serikat bagian Selatan.
  • Tes literasi digunakan sebagai sarana untuk menekan pemilih kulit hitam, dan dikritik karena ambiguitas serta subjektivitasnya.
  • Artikel ini dapat membantu memahami contoh ketimpangan dan diskriminasi dalam sejarah.
  • Contoh historis lain dengan fungsi serupa adalah kebijakan apartheid di Afrika Selatan.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-10-23
Komentar Hacker News
  • Tes literasi di Louisiana diterapkan secara berbeda di tiap paroki, dan kurang konsisten

    • Ada tes tipe "membingungkan otak" yang mungkin digunakan pada musim panas 1964, tetapi dihapus karena keasliannya tidak terverifikasi
    • Tes di Louisiana berbeda dari tes yang digunakan secara luas pada 1950-an dan 60-an
  • Universitas-universitas Rusia menggunakan soal matematika dalam ujian masuk untuk menyaring mahasiswa Yahudi

  • Tes di Louisiana dijalankan berbeda-beda menurut paroki dan tidak konsisten

  • Sebagai keturunan budak yang dibebaskan, saya selalu takjub pada rintangan yang mereka hadapi untuk meraih keberhasilan pada era Rekonstruksi

    • Baru 40 tahun setelah pembebasan, hal-hal buruk yang sistematis seperti "aturan satu tetes" mulai muncul
    • Sejarah ini sangat menarik dan saya ingin mempelajarinya lebih lanjut
  • Di Jerman, orang terdaftar sebagai warga, menerima surat di alamat yang terdaftar, lalu pergi ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara

  • Mungkin penting untuk menekankan bahwa ini terjadi pada tahun 1964

  • Banyak orang melewatkan rincian inti dari pertanyaan-pertanyaan ini

    • Tes ini sengaja dirancang ambigu agar penilai bisa memutuskan siapa yang lulus atau gagal
    • "Tes" ini tidak dinilai oleh wasit yang adil, dan tujuannya adalah mencabut hak pilih orang-orang tertentu
  • Banyak orang mengira sistem ini akan memperlakukan orang secara masuk akal dan adil, tetapi kenyataannya tidak demikian

  • Artikel itu menyatakan sebagian besar pertanyaannya mustahil, tetapi lebih dari 80% memiliki interpretasi yang jelas

    • Misalnya, ada pertanyaan: "Tarik garis di bawah kata terakhir pada baris ini"
  • Gambar tes itu terlihat seperti dibuat dengan Microsoft Word

    • Saya jadi bertanya-tanya apakah contoh ini palsu
  • Saat ini banyak aplikasi, situs web, formulir, pengumpul data, penjual data, pemasar, perusahaan teknologi, dan pemerintah menggunakan pendekatan sinis dan manipulatif seperti ini untuk tujuan yang sama

  • Saya penasaran apakah ada orang yang memiliki jawaban untuk soal-soal ini