Hasil penelitian
- Efek biokimia dan fisik dari olahraga dapat membantu penyembuhan saraf.
- Tim peneliti MIT menemukan bahwa olahraga dapat memberi manfaat bahkan pada tingkat neuron individual.
- Neuron yang terpapar myokine, yaitu sinyal biokimia yang dilepaskan saat otot berkontraksi, tumbuh lebih jauh.
- Neuron merespons bukan hanya sinyal biokimia dari olahraga, tetapi juga pengaruh fisiknya.
- Para peneliti menemukan bahwa ketika neuron ditarik dan didorong berulang kali, seperti otot yang berkontraksi dan mengembang saat berolahraga, neuron tumbuh sebanyak ketika hanya terpapar myokine.
Pentingnya penelitian ini
- Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan hubungan biokimia antara aktivitas otot dan pertumbuhan saraf.
- Hasil penelitian ini dapat menjelaskan hubungan antara otot dan saraf saat berolahraga, serta memberi informasi bagi terapi berbasis olahraga untuk memperbaiki saraf yang rusak.
- Para peneliti menyebut interaksi antara otot dan saraf dapat berguna untuk pengobatan cedera saraf.
Interaksi antara otot dan saraf
- Para peneliti berfokus pada jaringan otot dan saraf untuk memeriksa apakah otot dapat memengaruhi saraf.
- Jaringan otot dimodifikasi secara genetik agar berkontraksi sebagai respons terhadap cahaya.
- Sambil menggerakkan jaringan otot, mereka mengumpulkan larutan di sekitarnya untuk memperoleh larutan myokine.
- Mereka mengamati bahwa neuron yang terpapar larutan myokine tumbuh lebih cepat.
Efek fisik olahraga
- Para peneliti memeriksa apakah gaya fisik dari olahraga dapat memengaruhi pertumbuhan neuron karena neuron terhubung secara fisik dengan otot.
- Mereka menemukan bahwa ketika neuron digerakkan dengan magnet, neuron tumbuh sebanyak ketika terpapar myokine.
- Hal ini menunjukkan bahwa baik efek biokimia maupun efek fisik sama-sama penting.
Arah penelitian selanjutnya
- Para peneliti berencana meneliti bagaimana stimulasi otot melalui olahraga dapat digunakan untuk menumbuhkan dan menyembuhkan saraf yang rusak.
- Mereka menyebut ini sebagai langkah pertama untuk memahami dan mengendalikan penggunaan olahraga sebagai obat.
Belum ada komentar.