- Kemajuan teknologi membuat AI mulai menggantikan sebagian pekerjaan
- Pekerjaan "chatter" di OnlyFans (tenaga yang mengelola pesan dengan penggemar sebagai pengganti kreator) juga terdampak
- Salah satu model pendapatan utama OnlyFans adalah membangun relasi melalui pertukaran pesan langsung antara kreator dan penggemar
- Banyak kreator harus menangani percakapan dengan ribuan penggemar secara bersamaan
- Sebelumnya, chatter kontrak dari negara berupah rendah seperti Filipina, Pakistan, dan India bertugas membalas pesan atas nama kreator
- Namun kini semakin banyak startup yang menawarkan alat AI, dan banyak kreator sudah menggunakannya
- Berbagai layanan chat berbasis AI seperti ChatPersona, FlirtFlow, ChatterCharms, Supercreator, dan Botly telah masuk ke pasar
- Kasus ChatPersona
- Membangun model AI berdasarkan data chat dari kreator sungguhan
- Memiliki sekitar 6.000 pelanggan individu dan bisnis
- Mengklaim mematuhi syarat layanan OnlyFans dengan ketentuan bahwa manusia harus menekan tombol "kirim"
- Kasus Supercreator
- Melalui alat AI bernama 'Inbox Copilot', pelanggan diklasifikasikan dan diprioritaskan secara otomatis
- Menyediakan fungsi untuk mengirim pesan otomatis saat pengguna yang lama tidak aktif kembali masuk, yang berdampak langsung pada penjualan
- Penggunaan alat AI sangat meningkatkan penjualan
- Penargetan dimungkinkan berdasarkan pola belanja penggemar.
- AI menulis draf dasar pesan, lalu kreator melengkapinya
- Ada juga kasus di mana pesan yang diawali AI dalam sebagian percakapan berujung pada tip besar
- Sebagian AI sepenuhnya otomatis, tetapi para kreator lebih suka mencampurkan gaya bahasa mereka sendiri
- Ketentuan layanan OnlyFans tidak secara eksplisit menyebut penggunaan chatbot AI
- Sebagian agensi melaporkan bahwa penggunaan alat AI secara signifikan meningkatkan pendapatan
- Mereka berupaya meningkatkan efisiensi penulisan pesan dengan AI sambil tetap mempertahankan "keaslian" lewat keterlibatan langsung kreator
- Pertimbangan etis
- Tidak mengungkapkan penggunaan AI kepada penggemar bisa menjadi kontroversi
- Konsumen makin perlu menerima kenyataan bahwa mereka semakin sering berkomunikasi dengan AI
- Masalah etis serupa juga muncul di industri lain seperti belanja online atau konsultasi asuransi
3 komentar
Developer yang bertemu 5239 orang menggunakan ChatGPT dan Tinder
Melihat contoh-contoh ketika AI terasa seolah berinteraksi secara emosional dengan manusia, rasanya seperti kisah tokoh utama di
Heryang jatuh cinta pada Samantha juga sangat mungkin terjadi di dunia nyata.Komentar Hacker News
YouTube menyediakan fitur balasan otomatis berbasis LLM untuk kreator. Fitur ini dilatih dari balasan nyata kreator
OnlyFans tampaknya perlu meninjau persoalan hukum
Ini terasa mencerminkan zaman sekarang: orang-orang kesepian membentuk ekonomi gig melalui chatbot di tengah kurangnya interaksi tatap muka yang nyata
Selalu teringat satu adegan dari Westworld: saat tokoh utama pertama kali tiba dan bertemu host
Model itu sendiri pada akhirnya akan digantikan oleh peniru berbasis AI. OnlyFans adalah layanan paling eksploitatif yang pernah saya gunakan
Ada perusahaan bernama Supercreator yang memiliki CRM. Ini bukan sekadar chatbot AI, melainkan solusi perusahaan yang nyata
Saya tidak paham mengapa pelanggan OnlyFans tidak menyadari hal ini
Judul yang lebih baik adalah "Chat operator manusia di OnlyFans sedang digantikan oleh AI"
Orang-orang berlangganan untuk berbicara dengan model
Negara kita sedang mengalami epidemi kesepian yang makin parah, dan ini justru memperburuknya