-
Gaza: hidup dalam perangkap kematian
- Selama 14 bulan terakhir, serangan militer Israel yang berulang terhadap warga sipil Palestina, runtuhnya sistem layanan kesehatan dan infrastruktur esensial, serta penghalangan sistematis terhadap bantuan kemanusiaan telah menghancurkan kondisi kehidupan di Jalur Gaza. Médecins Sans Frontières (MSF) mendesak gencatan senjata segera dan menuntut agar aliran bantuan kemanusiaan dijamin.
-
Kesaksian dari Gaza
- Sekretaris Jenderal MSF Christopher Lockyear menggambarkan situasi di Gaza sebagai tanda-tanda "pembersihan etnis", serta menyatakan bahwa pembantaian massal, kerusakan serius pada kesehatan fisik dan mental, pengusiran paksa, dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertahan hidup terus berlanjut. Akibat perang total Israel, lebih dari 45.000 orang telah tewas di Jalur Gaza, dan jumlah kematian tambahan akibat runtuhnya sistem layanan kesehatan diperkirakan jauh lebih besar.
-
Sistem layanan kesehatan yang hancur
- Dari 36 rumah sakit di Gaza, kurang dari setengahnya masih berfungsi sebagian, dan sistem layanan kesehatannya berada dalam kondisi kolaps. MSF telah melakukan lebih dari 27.500 konsultasi untuk cedera terkait kekerasan dan 7.500 tindakan bedah. Karena tidak ada akses ke layanan medis esensial dan obat-obatan, penyakit kronis semakin memburuk.
-
Kondisi pengungsian yang tak tertahankan
- Pengusiran paksa oleh Israel telah menciptakan kondisi hidup yang tidak higienis sehingga penyakit menyebar dengan cepat. MSF merawat penyakit seperti gangguan kulit, infeksi saluran pernapasan, dan diare, sementara kasus malnutrisi juga meningkat.
-
Penolakan evakuasi medis
- Israel membuat evakuasi medis semakin sulit, dan hanya 1,6% dari pasien yang membutuhkan yang diizinkan untuk dievakuasi. Angka ini sangat kecil dibandingkan kebutuhan yang ada.
-
Pengepungan Gaza utara
- Situasi di Gaza utara sangat parah akibat serangan militer Israel baru-baru ini, dan jumlah pasokan bantuan esensial telah berkurang drastis. Pada Oktober 2024, rata-rata hanya 37 truk bantuan kemanusiaan per hari yang masuk ke Gaza.
-
Perlunya langkah darurat oleh negara-negara
- MSF mendesak negara-negara untuk menghentikan dukungan tanpa syarat kepada Israel dan mengambil langkah untuk mencegah pembantaian massal di Gaza. Israel bertanggung jawab untuk menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan yang cepat dan aman.
-
Respons MSF di Gaza
- MSF memberikan bantuan kemanusiaan dan medis di Gaza serta menuntut gencatan senjata segera dan berkelanjutan. MSF menuntut akses yang aman agar bantuan kemanusiaan dan pasokan medis dapat dikirim ke wilayah utara Jalur Gaza.
1 komentar
Opini Hacker News
Situasi di Jalur Gaza sangat parah, dan kondisinya sudah sulit untuk dipulihkan. Sulit untuk tidak setuju dengan kesimpulan Médecins Sans Frontières
Jika Hamas membebaskan para sandera, perang bisa berakhir. Konsekuensi atas kematian sandera harus cukup besar untuk menunjukkan kepada dunia bahwa penculikan sandera tidak dapat diterima
Diragukan gencatan senjata akan membawa dampak apa. Hamas menolak menyerah, dan ada kemungkinan perang lain akan dimulai lagi beberapa tahun kemudian. Israel telah lama berperang dalam konflik seperti ini, dan memutuskan untuk melanjutkan perang ini daripada menunggu perang baru tiga tahun lagi
Kelompok pemantau HAM menyatakan pandangan yang sama mengenai penghancuran sumber daya air oleh Israel. Amnesty International menyatakan bahwa tindakan Israel telah memenuhi definisi genosida sejak beberapa minggu lalu
Banyak perusahaan AS terlibat dalam pelanggaran HAM di Israel, dan khususnya Google memprioritaskan keuntungan finansial meski mengetahui bahwa perangkat lunaknya dapat digunakan untuk pelanggaran HAM
Diskusi tentang Israel tidak menarik. Satu kutipan saja sudah menunjukkan bahwa tidak ada ruang untuk perdebatan. Ada pernyataan Benjamin Netanyahu: "Untuk mencegah pembentukan negara Palestina, kita harus mendukung Hamas dan mentransfer dana kepada Hamas"