Ke mana gerombolan AI akan menyerang berikutnya? Video AI, media sosial, dan Hollywood
(andrewchen.substack.com)- Teknologi AI sedang mengguncang berbagai industri, terutama dengan munculnya ribuan startup AI yang bersaing dengan perusahaan-perusahaan mapan
- AI bukan sekadar alat otomatisasi, melainkan teknologi komputasi serbaguna yang menggantikan sekaligus melengkapi tenaga kerja, serta mendorong inovasi di seluruh industri
- Perusahaan mapan (incumbent) berusaha mempertahankan pasar yang ada, sementara startup AI bergerak sebagai "AI Horde" yang berubah cepat sambil mencari peluang
"Apakah AI akan menghancurkan Hollywood?" — benarkah? Mungkinkah?
- Di media sosial, klaim bahwa "AI akan menghancurkan Hollywood" sering muncul, karena model pembuat video AI, sintesis suara, dan teknologi musik AI terus berkembang
- Saat ini teknologi video AI memang belum sempurna, tetapi laju perkembangannya sangat cepat
- Perbedaan sudut pandang antara Hollywood dan startup AI
- Perusahaan mapan (incumbent): prioritas utamanya adalah mempertahankan pasar yang ada, dan mereka lebih fokus melindungi model bisnis saat ini daripada mengadopsi teknologi baru
- Startup AI: bereksperimen dengan cepat, menyerang pasar yang lemah, dan akan beralih arah (pivot) bila diperlukan
# Opsi strategi utama bagi startup video AI
1. Apakah akan bekerja sama dengan industri hiburan yang ada?
- Pendekatan bekerja sama dengan ekosistem yang ada
- Membuat konten film/TV berbasis AI lalu menjualnya ke studio yang sudah ada (contoh: "AI Pixar")
- Mengakuisisi studio film/TV yang ada lalu mengintegrasikan teknologi AI
- Menjual alat produksi berbasis AI ke rumah produksi yang sudah ada
- Kesulitan dalam bekerja sama dengan industri lama
- Hollywood memiliki banyak pemangku kepentingan yang sangat menolak AI (misalnya kreator, serikat pekerja)
- Studio lama kemungkinan enggan mengadopsi teknologi AI, dan mungkin juga tidak mau membeli konten produksi AI
- Pengambil keputusan utama di Hollywood (Netflix, Amazon, dan lain-lain) bisa jadi relatif lebih fleksibel
- Pandangan optimistis
- Dari sudut pandang bisnis, AI adalah alat yang dapat menurunkan biaya produksi dan memperluas kreativitas
- Rumah produksi kecil yang ramah AI bisa lebih dulu sukses, lalu memengaruhi pasar yang lebih luas setelahnya
2. Apakah akan menargetkan ekosistem media sosial?
- Kreator konten berbasis AI
- Tipe kreator baru yang menghasilkan konten dalam jumlah besar dengan AI (contoh: YouTuber berbasis AI)
- Pengembangan alat untuk kreator media sosial
- Alat penyuntingan video berbasis AI, alat pembuatan konten otomatis, dan sebagainya
- Persaingan sangat ketat, tetapi bisa menargetkan pasar yang sangat besar
3. Apakah akan membuat platform baru yang independen?
- Membangun aplikasi atau platform baru dengan memanfaatkan AI (contoh: TikTok berbasis AI, ReelShort berbasis AI)
- Mengembangkan format media baru dengan memanfaatkan teknologi AI (contoh: konten interaktif, game AI)
- Menciptakan pengalaman konsumsi baru yang berbeda dari cara produksi film/TV tradisional
# Model kolaborasi antara AI dan Hollywood
1. Model "AI Pixar"
- Mendirikan perusahaan produksi konten film/TV yang memanfaatkan teknologi AI
- Bekerja sama dengan studio yang ada (Sony, Paramount, dan lain-lain) untuk membuat film AI lalu menjualnya
- Tantangan: sejak awal harus menghasilkan konten berkualitas setara layar lebar, yang secara teknis sulit
2. Studio berbasis AI/didorong teknologi
- Mengakuisisi rumah produksi film yang ada lalu menerapkan teknologi AI
- Menggunakan AI untuk menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi produksi
- Upaya serupa juga sedang berlangsung di berbagai bidang seperti hukum, dukungan pelanggan, akuntansi, dan lain-lain
3. Menjual alat produksi AI
- Mengembangkan alat AI untuk digunakan dalam proses produksi film (contoh: AI dubbing, pencarian video, penyuntingan)
- Tantangan: Hollywood lambat dalam mengadopsi teknologi TI, dan kemungkinan memiliki resistensi besar terhadap AI
# Media digital native berbasis AI
- Jika tidak bekerja sama dengan Hollywood, startup AI dapat menargetkan pasar media sosial dan konten digital native
1. Model "AI Cocomelon"
- Membangun jaringan konten YouTube yang diproduksi oleh AI
- Dapat langsung disajikan kepada konsumen tanpa perlu persetujuan perusahaan media yang ada
- Tantangan: karena model pendapatannya berbasis iklan, dibutuhkan produksi konten dalam skala besar
2. Pengembangan alat untuk kreator media sosial
- Menyediakan alat pembuatan video, penyuntingan, dan penerjemahan dengan memanfaatkan AI
- Bisa membentuk pasar yang sangat besar dengan menargetkan miliaran kreator
3. Pengembangan platform baru berbasis AI
- Platform bergaya TikTok yang videonya dibuat otomatis oleh AI
- Konten interaktif berbasis AI (misalnya gabungan game dan film)
- Tantangan: peluang sukses aplikasi baru rendah, dan biaya pemasaran/distribusi tinggi
# Strategi sukses startup AI
- Gerombolan AI dapat tumbuh dengan menyerang pasar lama secara langsung, atau dengan mendukung perusahaan yang sudah ada
- Seiring kemajuan teknologi AI, hubungan antara industri lama dan startup AI akan menjadi semakin kompleks
- Strategi suksesnya adalah fleksibilitas (flexibility): alih-alih terpaku pada model tertentu, mereka harus cepat berubah sambil melihat respons pasar
# Dampak AI tidak hanya pada Hollywood
- Pembahasan ini tidak terbatas hanya pada Hollywood. AI akan memicu inovasi dengan pola serupa di berbagai industri
- Apakah akan bekerja sama dengan pasar lama, atau menciptakan pasar baru?
- Apakah akan menjual alat, atau memproduksi konten sendiri secara langsung?
- Apakah akan mengakuisisi perusahaan lama lalu menerapkan AI, atau membangun perusahaan baru?
- Pertanyaan-pertanyaan ini relevan di berbagai industri seperti hukum, pemasaran, akuntansi, layanan pelanggan, dan lain-lain
Kesimpulan: Apakah AI akan "menghancurkan" Hollywood?
- AI kemungkinan besar tidak akan menghancurkan Hollywood, melainkan berkembang sambil melebur dengan sistem yang ada
- Cara konsumsi konten baru berbasis AI akan bersaing dengan pasar film/TV yang ada, tetapi Hollywood juga akan mulai mengadopsi AI secara aktif
- Seperti Netflix dan YouTube bisa hidup berdampingan, konten AI dan film/TV tradisional juga bisa hidup berdampingan
Gerombolan AI bukan hanya mengubah film/TV, tetapi juga sedang membentuk ulang berbagai industri seperti hiburan, media sosial, dan game.
Belum ada komentar.