1 poin oleh baeba 2025-05-26 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Saya berlangganan Hacker News.
Saya memposting ini karena ada pertanyaan di bawah ini.

https://news.ycombinator.com/item?id=44090387

Di antara jawabannya, saya melihat komentar yang ditinggalkan oleh salah satu founder YC,
lalu mengikuti tautannya dan sedang membaca artikelnya. Saya merangkum kembali beberapa tulisan yang tampaknya bermanfaat dan membagikannya di sini.

Saya sempat bingung apakah ini sebaiknya diposting sebagai berita atau ASK,
jadi saya unggah sebagai ASK.

Founder YC tersebut mengatakan:

Saya mendirikan YC pada 2006 dan sampai sekarang masih bekerja penuh waktu di bidang rekayasa perangkat lunak dan data science, tetapi di saat yang sama saya juga menekuni apologetika Kristen dan membantu para engineer, ilmuwan, dan matematikawan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terdalam dalam hidup.

Beberapa artikel menarik untuk penggemar HN:

Dari sana...
Saat masuk ke tulisan ketiga, saya merangkum isi makalah Tyler VanderWeele dan membagikannya di sini.
https://www.pnas.org/doi/pdf/10.1073/pnas.1702996114


1. Pendahuluan: Mengajukan persoalan tentang kesejahteraan manusia

  • Ilmu sosial dan biomedis pada praktiknya hanya membahas hasil yang sempit seperti pendapatan atau penyakit, bukan ‘flourishing’ manusia secara utuh.
  • Kesejahteraan manusia yang sesungguhnya seharusnya mencakup unsur yang luas seperti kebahagiaan, kesehatan, makna, kebajikan, dan relasi.
  • Tujuan tulisan ini adalah mengusulkan ukuran untuk flourishing manusia, merangkum faktor-faktor penentunya, serta menyajikan implikasinya bagi riset dan kebijakan.

2. Perbedaan antara kesejahteraan psikologis dan ‘flourishing’

  • Secara umum, well-being berpusat pada kebahagiaan (hedonic) dan kepuasan hidup (evaluative), tetapi ini tidak memadai.
  • Telah diusulkan berbagai indikator gabungan yang mencakup makna, otonomi, penerimaan diri, relasi, pertumbuhan, dan sebagainya.
  • Namun, unsur penting seperti kebajikan (virtue) dan kesehatan masih sering tidak dimasukkan.
  • Seperti dalam filsafat Aristoteles, kebajikan harus dipandang sebagai komponen inti flourishing.

3. Usulan lima domain inti flourishing

  • Flourishing yang sejati berarti kehidupan itu “baik” dalam kelima domain berikut:

    1. Kebahagiaan dan kepuasan hidup
    2. Kesehatan mental dan fisik
    3. Makna dan tujuan hidup
    4. Karakter dan kebajikan
    5. Relasi sosial yang dekat
  • Kelimanya (1) bernilai pada dirinya sendiri dan (2) diinginkan oleh kebanyakan orang.

  • Sebagai unsur pendukung keenam, stabilitas finansial dan material disebut penting untuk flourishing jangka panjang.


4. Usulan alat ukur flourishing

  • Dua alat ukur yang masing-masing terdiri dari 2 pertanyaan per domain:

    • Indikator Flourish: mencakup lima domain inti.
    • Indikator Secure Flourish: lima domain di atas + stabilitas finansial.
  • Sebagian besar diambil dari butir survei yang sudah tervalidasi agar perbandingan tetap dimungkinkan.

  • Untuk butir terkait ‘kebajikan’, diajukan pertanyaan tunggal baru dalam bentuk singkat.


5. Empat jalur utama yang mendorong flourishing

  • Jalur-jalur umum yang memberi dampak positif di seluruh lima domain adalah:

    1. Keluarga (pernikahan dan pengasuhan): berdampak positif pada kesehatan mental, kebahagiaan, makna, relasi, dan keuangan. Perceraian sebaliknya.
    2. Pekerjaan dan ketenagakerjaan: pekerjaan berdampak positif pada kualitas hidup, kesehatan, relasi, keberlangsungan pernikahan, dan lain-lain.
    3. Pendidikan: pendidikan yang lebih tinggi berkaitan dengan kebahagiaan, kesehatan, partisipasi, pendapatan, dan sebagainya.
    4. Komunitas keagamaan: partisipasi dalam ibadah memberi efek multidimensi pada kesehatan, makna, kebajikan, relasi, amal, dan lain-lain.
  • Kesamaannya adalah tingkat partisipasinya tinggi, pengaruhnya besar, dan memungkinkan intervensi kebijakan.


6. Implikasi kebijakan dan sosial

  • Kebijakan seharusnya mendorong dukungan terhadap pernikahan, penyediaan lapangan kerja, pendidikan berkualitas, dan pelestarian komunitas keagamaan.
  • Diusulkan penghapusan kerugian bagi pasangan menikah dalam sistem kesejahteraan, kebijakan dukungan kerja, serta mempertahankan manfaat pajak bagi lembaga keagamaan.
  • Media seharusnya tidak hanya menyoroti gambaran negatif tentang agama, tetapi juga dampak positifnya.

7. Usulan arah riset ke depan

  • Alih-alih riset sempit yang hanya melihat kesehatan, diperlukan penelitian yang mengukur keseluruhan ‘flourishing’.
  • ‘Tujuan’ atau ‘kebajikan’ tidak boleh diteliti hanya karena terkait dengan kesehatan, tetapi harus diteliti sebagai hal yang bernilai pada dirinya sendiri.
  • Perlu memasukkan butir seperti ‘tujuan hidup’, ‘kebajikan’, dan ‘makna’ dalam survei statistik nasional.
  • Diperkenalkan pula contoh GNH Bhutan (Gross National Happiness) dan indikator subjective well-being dari OECD.

8. Kesimpulan: Interaksi antara flourishing individu dan masyarakat

  • Flourishing individu perlu didukung oleh kebijakan negara, dan sebaliknya kesehatan serta kebajikan individu memperkuat masyarakat.
  • Konsep flourishing yang komprehensif, yang mencakup ‘kebajikan’ dan ‘tujuan’, adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik.

1 komentar

 
baeba 2025-05-26

Karena tautan di postingan ke-3 rusak, saya unggah di komentar.
https://www.saintbeluga.org/veritas-part-iii-bellows-of-aquinas