5 poin oleh xguru 2020-06-29 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
<p>Kisah pengalaman musisi indie Steve Benjamins<br /> 1. Diputar 177 ribu kali per bulan di Spotify (96%, sisanya Apple dan Google)<br /> Pendapatan per bulan $800 (sekitar 1 juta won). Spotify menyumbang 93% dari jumlah itu<br /> <br /> 2. Pemutaran berbasis algoritma sangat penting<br /> Setiap Senin angka pemutaran naik tajam, berkat playlist Discover Weekly milik Spotify <br /> → playlist algoritmik yang secara otomatis merekomendasikan musik yang diperkirakan akan disukai pengguna<br /> Ini berlaku bukan hanya untuk musisi indie, tetapi juga untuk penyanyi terkenal<br /> <br /> 3. Lagu lebih penting daripada album<br /> Algoritma di atas berbasis lagu, bukan album. Sama seperti SEO → Google mengindeks halaman, bukan situs web<br /> Kalau penyanyinya terkenal, merilis album akan mendapat perhatian media, tetapi bagi artis kecil itu tidak terjadi<br /> Daripada merilis album, lebih baik merilis lagu satu per satu<br /> <br /> 4. Editor (Human Editor) tetap penting.<br /> Cara agar sering masuk ke playlist algoritmik adalah pertama-tama masuk ke playlist buatan manusia<br /> Mirip SEO. Playlist itu seperti backlink, jadi masuk ke sebuah playlist seperti mendapat suara untuk kualitas lagu tersebut<br /> Seperti halnya NY Times lebih berwibawa daripada situs web lain, tidak semua playlist punya kekuatan yang sama <br /> <br /> Playlist paling berwibawa di Spotify adalah &quot;Editorial Playlist&quot;. Ini adalah playlist yang dipilih oleh editor resmi Spotify<br /> Berdasarkan pengalaman, kalau terdaftar di sini akan sering muncul di Discover Weekly<br /> <br /> * Secara resmi tidak ada cara untuk masuk ke Editorial Playlist. Untuk penyanyi terkenal memang agak lebih mudah. Tetapi porsi yang mereka ambil tetap di bawah 20%, jadi masih ada harapan juga bagi penyanyi indie <br /> <br /> 5. Algoritma menciptakan hubungan yang longgar antara artis dan pendengar.<br /> Lagu paling populer &quot;Circles&quot; telah diputar 1,35 juta kali hingga sekarang, dan setiap bulan 65.000 orang mendengarkan musiknya di Spotify, tetapi pengikut Instagram-nya hanya 480 orang<br /> Mereka memang mendengarkan musiknya di Spotify, tetapi tidak membangun hubungan yang mendalam. Mereka hanya menambahkan Circles ke perpustakaan mereka.<br /> Kalau suka musik, buatlah musik; jangan membuatnya demi menjadi terkenal. Kalau ingin terkenal, lebih baik jadi YouTuber atau influencer TikTok.<br /> <br /> 6. Hubungan paling dalam tercipta saat pendengar membagikan lagu kepada teman-temannya.<br /> <br /> 7. Tetap hebat meski kecil dan tidak terkenal. <br /> Meski tidak tur, tidak banyak menjual, dan tidak menandatangani kontrak dengan label besar, tetap saja rasanya menyenangkan hanya dengan membuat musik<br /> Menerima 3~4 email/DM yang hangat dan baik hati dari orang-orang setiap minggu adalah pengalaman yang luar biasa<br /> Kalau terkenal, rasanya orang-orang akan terus menilai dan mengamati dengan terlalu saksama<br /> <br /> &quot;Saya merasa senang. Ini sudah semua yang saya butuhkan, dan saya bahagia berkarya dengan tenang lewat musik saya.&quot;</p>

1 komentar

 
xguru 2020-06-29
<p>Belakangan ini para developer tidak menginginkan hal-hal yang ditawarkan app store https://id.news.hada.io/topic?id=2314 <br /> Dalam tulisan di atas, memang disebutkan bahwa menerima 0.32¢ per pemutaran lagu dari Spotify itu terlalu kecil,<br /> tetapi menurut saya menarik bahwa jika angkanya mencapai tingkat tertentu, ini bisa memungkinkan seseorang menghasilkan uang sambil membuat musiknya sendiri.</p>