Melampaui Pemimpin yang Baik Menjadi Pemimpin yang Hebat
(blogbyash.com)Syarat kepemimpinan hebat dan inovasi organisasi
-
Hakikat kepemimpinan
- Kepemimpinan yang hebat tidak ditentukan oleh ‘apa yang dilakukan’, melainkan oleh ‘menjadi pribadi seperti apa’.
- Nilai-nilai batin dan hubungan antarmanusia seorang pemimpin berhubungan langsung dengan budaya dan kinerja perusahaan.
- Bisnis yang hebat pun mencerminkan nilai-nilai pemimpinnya.
-
Prinsip mendahulukan orang: ‘First Who’
- Mempekerjakan orang yang tepat terlebih dahulu adalah hal yang paling penting, dan ini didahulukan dari strategi apa pun.
- Talenta inti tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri, tetapi juga menghadapi tanggung jawab dan hasil dengan tulus tanpa menghindar.
-
Harmoni antara ketegasan dan welas asih
- Pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan keputusan sulit secara langsung dengan ‘keberanian’, dan memperlakukan orang dengan tulus melalui ‘welas asih’.
- Situasi sensitif seperti pemecatan harus dikomunikasikan secara langsung; jika menghindarinya, seseorang tidak layak menjadi pemimpin.
-
Pertumbuhan diri dan tanggung jawab pemimpin
- Kepemimpinan bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir, melainkan sebuah ‘tanggung jawab’ yang diperoleh melalui pengembangan diri berkelanjutan dan tindakan yang disengaja.
- Pemimpin harus terlebih dahulu meningkatkan kemampuannya sendiri agar anggota tim juga dapat berkembang.
-
Kecemasan produktif (Productive Paranoia)
- Uang saja tidak bisa menciptakan motivasi internal yang kuat; harus ada ketegangan batin untuk selalu sadar akan risiko dan bersiap menghadapinya.
- Pencapaian yang hebat lahir dari rasa tanggung jawab untuk memenuhi harapan orang lain.
-
7 syarat pemimpin hebat
- Ketulusan
- Ketegasan (namun tetap mencakup keluwesan)
- Fokus
- Kemampuan menjalin hubungan interpersonal
- Keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan dalam manajemen SDM
- Komunikasi yang efektif
- Sikap progresif
- Semua ucapan dan tindakan pemimpin akan tercermin apa adanya dalam organisasi.
- Sikap untuk tetap mengambil keputusan dan terus maju meski tanpa informasi yang sempurna adalah hal yang esensial.
- Keputusan yang salah harus dipertanggungjawabkan oleh pemimpin, sementara keberhasilan harus dibagikan kepada anggota organisasi agar ia dihormati.
-
Keterampilan menetapkan prioritas dan eksekusi
- Prioritas dijaga kurang dari tiga, dan hal yang tidak perlu dibuang dengan tegas.
- Yang diutamakan bukan kecepatan, melainkan ‘timing yang tepat’.
- Hal yang penting secara strategis dikelola langsung oleh pemimpin, sementara sisanya didelegasikan untuk memaksimalkan kapabilitas organisasi.
-
Visi dan strategi
- Melalui visi yang jelas dan dibagikan bersama, semua pengambilan keputusan dan eksekusi dalam organisasi memiliki konsistensi.
- Untuk mencapai BHAG (tujuan besar dan berisiko), seseorang harus menjaga ketegangan setiap hari dan mencurahkan diri pada pekerjaan dengan kegigihan nyaris paranoid.
-
Membangun organisasi yang inovatif
- Ide yang baik sebenarnya sudah banyak, tetapi kemampuan eksekusi untuk mengubahnya menjadi inovasi masih kurang.
- Karyawan harus diberi wewenang dan tanggung jawab agar mereka sendiri menjadi pelanggan dan menyelesaikan masalah.
- Kesalahan adalah aset untuk belajar dan bertumbuh, dan yang penting adalah mencegah kesalahan yang sama terulang.
- Karena organisasi pada dasarnya kompleks dan kacau, otonomi dan rasa memiliki lebih mendorong inovasi daripada kontrol.
-
Keunggulan taktis dan pengelolaan detail
- Tenggat waktu bukan sekadar janji biasa, tetapi janji untuk menjaga kualitas dan tingkat penyelesaian yang harus ditepati.
- Pemimpin harus memastikan peran dan tanggung jawab penting setiap anggota, serta terus mendorong perbaikan.
Belum ada komentar.