2 poin oleh GN⁺ 2025-11-06 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Gel berbasis protein menawarkan kemungkinan perawatan gigi jangka panjang dan efektif dengan meregenerasi serta memperkuat enamel gigi yang rusak
  • Gel ini tidak menggunakan fluorida, dan bekerja dengan meniru struktur protein alami yang memandu pembentukan enamel pada masa awal kehidupan
  • Saat diaplikasikan, gel membentuk lapisan tipis dan kokoh di permukaan gigi untuk mengisi lubang dan retakan, lalu menumbuhkan lapisan mineral baru dengan memanfaatkan ion kalsium dan fosfat dalam air liur
  • Enamel yang diregenerasi menunjukkan struktur dan sifat mekanis yang mirip dengan gigi alami, sehingga berfungsi seperti enamel sehat dalam kondisi kehidupan nyata
  • Teknologi ini sedang didorong menuju komersialisasi melalui startup Mintech-Bio, dan memiliki potensi untuk digunakan dalam menyelesaikan berbagai masalah gigi

Pengembangan gel regenerasi enamel baru

  • Tim peneliti dari School of Pharmacy serta Department of Chemical and Environmental Engineering, University of Nottingham bersama tim riset internasional mengembangkan material biomimetik
    • Material ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi enamel yang mengalami demineralisasi atau erosi, memperkuat enamel sehat, dan ke depannya membantu mencegah gigi berlubang
    • Hasil penelitian dipublikasikan di Nature Communications
  • Gel ini dapat diaplikasikan secepat metode pelapisan fluorida yang ada, tetapi tidak mengandung fluorida
    • Gel mereproduksi proses pertumbuhan enamel dengan meniru karakteristik inti protein alami
    • Gel membentuk lapisan tipis dan kokoh di permukaan gigi untuk mengisi lubang dan retakan, serta mendorong pertumbuhan lapisan mineral baru melalui proses epitaxial mineralization

Cara kerja dan proses regenerasi

  • Gel menyerap ion kalsium dan fosfat dalam air liur untuk mendorong pertumbuhan mineral baru
    • Mineral yang baru terbentuk terintegrasi dengan jaringan yang ada untuk memulihkan struktur dan karakteristik enamel alami
  • Pada citra mikroskop elektron, setelah perawatan selama 2 minggu terlihat kristal enamel yang diregenerasi dengan cara epitaksial
  • Gel juga dapat diaplikasikan pada dentine yang terekspos
    • Dengan membentuk lapisan mirip enamel di atas dentine, gel memberikan efek meredakan sensitivitas gigi dan meningkatkan daya lekat restorasi/prostetik

Masalah hilangnya enamel gigi

  • Kerusakan enamel adalah masalah gigi utama yang memengaruhi sekitar 50% populasi dunia
    • Kondisi ini dapat dikaitkan dengan infeksi, kehilangan gigi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular
  • Enamel tidak dapat beregenerasi secara alami, dan saat ini belum ada solusi regeneratif yang efektif
    • Varnish fluorida maupun larutan remineralisasi yang ada hanya meredakan gejala

Hasil eksperimen tim peneliti

  • Sifat mekanis jaringan yang diregenerasi diuji dalam kondisi kehidupan nyata seperti menyikat gigi, mengunyah, dan paparan makanan asam
    • Hasilnya menegaskan bahwa enamel yang diregenerasi berfungsi sama seperti enamel sehat
  • Teknologi ini aman, dapat diaplikasikan dengan cepat, dan skalabel
    • Temuan ini menunjukkan kemungkinan pengembangan produk serbaguna yang dapat menangani berbagai kelompok usia dan masalah gigi

Komersialisasi dan prospek ke depan

  • Tim peneliti telah memulai proses komersialisasi melalui startup bernama Mintech-Bio
    • Menargetkan peluncuran produk pertama tahun depan
    • Dinilai sebagai inovasi yang dapat membantu pasien di seluruh dunia

Referensi: pengenalan University of Nottingham (ringkasan)

  • University of Nottingham berada di peringkat 97 QS World University Rankings, dan peringkat 17 di Inggris
  • Merupakan anggota pendiri Russell Group, dan menempati peringkat 7 di Inggris dalam evaluasi kekuatan riset (REF 2021)
  • Dikenal sebagai tempat lahirnya penemuan inovatif seperti MRI dan ibuprofen, serta dinilai sebagai universitas yang berfokus pada kolaborasi industri dan global
  • Secara aktif mendukung ekosistem startup seperti Mintech-Bio serta kegiatan komersialisasi riset

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.