19 poin oleh GN⁺ 2025-12-10 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Berdasarkan sistem rekrutmen DESCO yang sangat terstruktur, tulisan ini merangkum cara startup yang tumbuh cepat menskalakan perekrutan sambil mempertahankan budaya dan kualitas
  • Setengah dari keberhasilan rekrutmen ditentukan oleh merekrut dan memotivasi recruiter yang hebat, proses dan JD yang jelas, serta struktur screening dan wawancara yang sistematis
  • Wawancara harus menggabungkan rekaman video, screening awal berbasis skrip, wawancara panel, dan tugas kerja nyata, dan pertemuan tatap muka tidak boleh dihilangkan
  • Sistem penilaian buta, reference check, dan negosiasi yang dipimpin recruiter menjamin konsistensi dan keadilan
  • Bahkan setelah perekrutan selesai, proses tetap harus terus diperbaiki melalui loop umpan balik 3 bulan

Pengenalan tentang DESCO

  • DESCO(D. E. Shaw & Co) adalah organisasi perintis di bidang investasi kuantitatif, dan sering disebut sebagai contoh representatif dari perusahaan dengan kepadatan talenta elite yang sangat tinggi
  • Para doktor dari MIT dan Harvard serta para pemenang olimpiade matematika berkumpul membentuk budaya yang menyelesaikan masalah keuangan kompleks dengan pendekatan matematika dan komputasi
  • Ciri khasnya adalah mampu mempertahankan kualitas talenta bahkan saat bertumbuh, melalui standar rekrutmen yang sangat tinggi serta wawancara multi-tahap dan evaluasi yang berpusat pada budaya
  • Jeff Bezos dikenal luas pernah secara langsung merujuk pada cara DESCO menjaga standar talenta saat membangun sistem rekrutmen awal Amazon
  • Setelah itu, banyak perusahaan teknologi menskalakan diri dengan meniru struktur DESCO berupa “menjaga standar tinggi + wawancara multi-tahap + rekrutmen berpusat pada budaya”
  • Hingga kini, DESCO masih sering dikutip sebagai model yang mempertahankan budaya organisasi yang tenang, akademis, dan berpusat pada riset kuantitatif serta engineering, tanpa mengaburkan standar talenta

Cara DESCO Menyeleksi Talenta

  • Sejak awal berdiri, DESCO menekankan prinsip “tidak berkompromi selain untuk talenta kelas dunia”
    • Berdasarkan keyakinan bahwa kualitas karyawan menentukan reputasi dan keberhasilan perusahaan, mereka menjaga standar rekrutmen tetap sangat tinggi
  • Talenta yang dicari perusahaan adalah orang dengan kemampuan luar biasa dan potensi pertumbuhan jangka panjang, dan rekrutmen dipandang sebagai elemen inti dalam menjaga budaya
  • Proses rekrutmen yang berpusat pada recruiter internal

    • Rekrutmen selalu dimulai dari tahap recruiter internal menyaring resume dan menghubungi kandidat
      • Rekomendasi dari karyawan mendapat prioritas tinggi, dan bonus referensi ditetapkan cukup besar, yakni USD 5.000–10.000
    • Recruiter bukan sekadar staf administrasi, melainkan talenta yang sangat cerdas dari sekolah top seperti Harvard dan Columbia
      • Jika kinerja rekrutmen mereka bagus, tersedia jalur karier untuk berpindah ke organisasi inti seperti trading, sehingga motivasinya sangat kuat
    • Panggilan pertama berupa wawancara 20 menit berbasis skrip, dirancang agar bisa mewawancarai 3 orang secara berurutan dengan cepat
      • Tujuannya adalah memeriksa latar belakang inti seperti pendidikan, pengalaman, dan bidang minat
  • Struktur panel 5 pewawancara dan sistem evaluasi buta

    • Recruiter dan manajer bersama-sama menyusun panel dengan memilih secara acak 4 rekan, dalam format engineer dinilai oleh engineer, quant dinilai oleh quant
    • Total 5 orang (1 manajer + 4 rekan) melakukan wawancara, dan masing-masing secara independen memberikan puzzle sulit serta pertanyaan teknis
      • Pertanyaan tidak dibagikan satu sama lain, sehingga kandidat menerima 5 evaluasi independen
    • Setelah wawancara, setiap evaluator mengirimkan skor buta 1–4
      • 1: Strong No Hire
      • 2: Inclined Not to Hire
      • 3: Inclined to Hire
      • 4: Strong Hire
    • Jika seluruh evaluasi adalah Strong Hire, proses cepat berlanjut ke tahap reference dan offer,
      sedangkan jika beberapa orang memberi No Hire maka kandidat langsung gugur
      • Jika ada campuran nilai 3 dan 4, panel berkumpul untuk berdiskusi lalu mengambil keputusan
  • Struktur offer DESCO yang sangat agresif

    • DESCO adalah salah satu perusahaan dengan kompensasi paling kompetitif di Wall Street,
      dan secara aktif menggunakan pendekatan “berapa pun tawaran perusahaan lain, kami tambahkan USD 10.000 di atasnya”
    • Selain gaji pokok, mereka juga mengamankan talenta terbaik melalui struktur bonus yang sangat dermawan
  • Hal-hal yang bisa dipelajari startup modern

    • Sulit menerapkan sistem DESCO secara utuh, tetapi ada elemen-elemen yang bisa menjadi model kuat bagi startup yang tumbuh cepat untuk mempertahankan kepadatan talenta
      • Contoh: evaluasi multi-tahap, partisipasi rekan kerja, penilaian buta, menjaga standar rekrutmen, dan tuntutan kompetensi recruiter yang tinggi

1. Rekrut dan motivasi recruiter terbaik

  • DESCO menggunakan recruiter yang cerdas dan termotivasi sebagai aset inti, dan ini menjadi faktor penentu kualitas rekrutmen
  • Tidak semua perusahaan bisa menjanjikan peran trader, tetapi recruiter harus diperlakukan sebagai peran inti organisasi dan kinerjanya diakui
  • Rekrutmen harus dipandang bukan sebagai cost center, melainkan profit center

2. Definisikan dan tegakkan proses rekrutmen yang jelas

  • Apa pun sistem yang digunakan, kuncinya adalah didokumentasikan, dibagikan, dan diterapkan secara konsisten
  • Tanggung jawab akhir atas proses rekrutmen dipikul bersama oleh pemimpin rekrutmen + founder
  • Karena budaya dimulai dari rekrutmen, pengendalian proses adalah hal yang wajib

3. Berikan bonus referensi karyawan

  • Biayanya jauh lebih murah daripada recruiter eksternal dan juga sangat kuat dampaknya secara budaya
  • Seperti DESCO, naikkan prioritas referral agar seluruh organisasi terdorong ikut terlibat dalam rekrutmen

4. Tulis JD yang jelas untuk semua peran

  • JD harus ditulis bersama oleh recruiter + hiring manager dan harus mendefinisikan peran serta kompetensi yang dibutuhkan dengan jelas
  • JD yang jelas akan sangat meningkatkan kualitas referral dan sourcing

5. Rekam semua wawancara dalam bentuk video

  • Dulu ini sulit dilakukan, tetapi sekarang menyimpan wawancara dalam bentuk video bisa secara drastis meningkatkan efisiensi proses
  • Dapatkan persetujuan kandidat dan rekam sebanyak mungkin pertemuan
  • Hiring manager tidak perlu hanya bergantung pada kesan recruiter

6. Pemilihan kandidat ditentukan oleh recruiter + hiring manager

  • Recruiter melakukan sourcing dan verifikasi kandidat yang sesuai JD, lalu bersama Hiring Manager menentukan siapa yang akan diwawancarai
  • Bahkan untuk perekrutan eksekutif, CEO menjadi Hiring Manager dan struktur yang sama tetap berlaku

7. Lakukan screening awal dengan skrip

  • Untuk menghemat waktu, screening awal harus lebih dulu dilakukan oleh recruiter
  • Sertakan pertanyaan terkait budaya dan pekerjaan, dan berkat rekaman video manajer juga dapat meninjaunya langsung

8. Jadikan rekrutmen sebagai urusan seluruh perusahaan

  • DESCO berhasil membangun budaya yang kuat dengan membuat semua karyawan ikut terlibat dalam wawancara
  • Pertahankan atau modifikasi struktur panel 5 orang (1 manajer + 4 rekan), tetapi selalu tambahkan unsur pemilihan acak agar tidak terjadi persetujuan yang terlalu otomatis
  • Karena orang yang direkrut dipilih bersama oleh seluruh perusahaan, kecocokan budayanya menjadi lebih tinggi

9. Untuk perekrutan eksekutif, libatkan dewan sebagai panel

  • CEO dapat memasukkan anggota dewan ke dalam panel saat merekrut eksekutif inti
  • Ini dapat digabungkan secara alami dalam sistem yang sama

10. Minta kandidat melakukan pekerjaan nyata saat wawancara

  • Ini merupakan perkembangan modern dari tradisi DESCO seperti puzzle dan soal coding
  • Di era AI, kemungkinan distorsi pada format take-home assignment semakin besar, sehingga
    wawancara teknis live dan pemecahan masalah secara live menjadi hal yang wajib
  • Hanya menanyakan pengalaman masa lalu tidaklah cukup

11. Jangan merekrut tanpa tatap muka

  • Bahkan untuk kerja remote, pertemuan offsite tetap wajib
  • Karena seseorang bisa terlihat berbeda di dunia nyata, wawancara tatap muka selama sehari atau setengah hari tidak boleh pernah dilewatkan
  • Biaya perjalanan sangat layak dianggap sebagai investasi

12. Jalankan sistem scoring buta

  • Sistem skor 1–4 ala DESCO dapat digunakan langsung
    • 1 Strong No
    • 2 No
    • 3 Yes
    • 4 Strong Yes
  • Bersamaan dengan skor, minta juga evaluasi kualitatif untuk sekaligus menguji kemampuan evaluasi karyawan
  • Bisa dikumpulkan secara sistematis menggunakan form (Google Form, dll.)

13. Jangan pernah melewatkan reference check

  • Jika referensi lemah, bukan rekan kerja terbaru, atau tidak sangat positif, semuanya adalah sinyal peringatan
  • Agar efektif, ini harus selalu dilakukan langsung lewat telepon
  • Contoh pertanyaan terstruktur yang bisa digunakan
    • Hubungan dengan kandidat dan berapa lama pernah bekerja bersama
    • Tiga kekuatan terbaik yang dimiliki kandidat
    • Tiga hal yang kurang baik atau perlu ditingkatkan
    • Dalam peran serupa, kandidat berada di persentase teratas berapa (1%, 5%, 10%, 25%)
    • Apakah mereka bersedia mempekerjakan kembali atau bekerja lagi bersama kandidat
    • Apakah kandidat adalah orang pertama yang akan mereka hubungi saat pindah kerja
    • Apa yang akan kami ketahui tentang kandidat setelah 6 bulan
    • Hal tambahan apa pun yang perlu kami ketahui

14. Negosiasi sebaiknya ditangani recruiter

  • Offer disampaikan bersama oleh manajer dan recruiter,
    tetapi untuk membangun hubungan yang lebih baik, negosiasi sebaiknya sepenuhnya ditangani recruiter
  • Ini membantu menghindari negosiasi uang di titik awal hubungan antara manajer dan karyawan

15. Buat loop umpan balik setelah 3 bulan

  • Tiga bulan setelah perekrutan selesai, kirim survei kepada kandidat untuk menanyakan evaluasi pewawancara, pertanyaan yang bagus, dan area perbaikan proses
  • Dengan ini, proses rekrutmen dapat terus ditingkatkan

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.