15 poin oleh xguru 2021-06-21 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp
<p>1) Model umum yang sudah ada: kembali ke kantor dan melanjutkan pola kerja teratur 9-5 seperti sebelumnya. <br /> 2) Clubhouse: model hibrida di mana karyawan berkumpul di kantor hanya saat perlu berkolaborasi, lalu kembali ke rumah masing-masing untuk mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan fokus.<br /> 3) Kantor berbasis aktivitas: karyawan bekerja di kantor, tetapi meja tidak ditetapkan untuk masing-masing orang.<br /> 4) Hub and Spoke: alih-alih berkumpul di kantor pusat besar yang berada di kawasan bisnis pusat, karyawan bekerja di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal mereka, seperti kantor satelit kecil di pinggiran kota.<br /> 5) Model virtual penuh: semua karyawan bekerja dari rumah atau dari tempat yang mereka pilih masing-masing.<br /> <br /> &quot;Setiap model memiliki trade-off, yaitu sisi-sisi yang saling bertentangan&quot;<br /> &quot;Jika ada satu pelajaran yang kita dapat selama pandemi merebak, mungkin itu bukan bahwa bekerja dari rumah lebih baik atau lebih buruk daripada bekerja di kantor, melainkan bahwa masing-masing punya kelebihannya sendiri. <br /> Di masa depan, tampaknya perusahaan kemungkinan besar tidak akan menyatu pada satu model ruang kerja tunggal, melainkan bergerak ke berbagai arah sambil mencari model yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis&quot;</p>

2 komentar

 
yonginscv 2021-06-21
<p>Terkait hal ini, tulisan opini Paul Krugman di New York Times tentang pertanyaan apakah WFH perlu terus dipertahankan bahkan setelah Post Covid juga layak dijadikan referensi..<br /> <br /> https://nytimes.com/2021/03/… /> <br /> Ada prediksi bahwa meskipun Covid berakhir, WFH akan tetap dipertahankan/dipercepat sehingga orang akan meninggalkan kota, lebih banyak mencari lingkungan pinggiran yang nyaman, dan terjadi deurbanisasi. Benarkah akan begitu? Menurut saya (Krugman), gerakan deurbanisasi itu hanya akan menjadi badai dalam cangkir teh.<br /> <br /> Mari pikirkan toko buku online. Dulu orang mengatakan ebook akan menghancurkan industri buku, tetapi buku fisik masih tetap terjual dan toko buku khusus juga tetap berjalan baik. Mengapa begitu?<br /> <br /> Toko buku online adalah "I can find any book I'm looking for", sedangkan toko buku offline adalah "I wasn't looking for but end up treasuring", bukankah begitu?<br /> <br /> Demikian pula, WFH memang memungkinkan kita tidak perlu berangkat kerja dan hidup di rumah yang murah serta luas di pinggiran kota, tetapi kita tidak akan bisa memperoleh keuntungan-keuntungan berikut yang didapat dari bekerja sambil saling bertatap muka.<br /> <br /> - manfaat dari komunikasi tatap muka (the payoffs from face-to-face communication)<br /> - Serendipity (kesenangan/kegembiraan tak terduga, ide yang muncul secara kebetulan) that can come from unscheduled interaction<br /> - Amenities of urban life</p>
 
godrm 2021-06-21
<p>Saya sangat relate dengan ini</p>