- Seorang hakim federal memerintahkan pemerintahan Biden melalui putusan sela sementara untuk menghentikan komunikasi dengan perusahaan layanan jejaring sosial.
- Gugatan ini menuduh pemerintahan bersekongkol dengan jejaring sosial untuk menekan kebebasan berbicara.
- Pemerintahan Biden menyatakan bahwa mereka berkomunikasi dengan perusahaan teknologi untuk menanggapi misinformasi terkait pemilu, COVID-19, dan vaksin.
- Hakim mengabulkan permohonan putusan sela dan memberlakukan pembatasan terhadap berbagai lembaga pemerintah dan pejabat.
- Putusan sela ini melarang lembaga pemerintah dan pejabat menekan perusahaan layanan jejaring sosial agar menghapus atau menekan konten, termasuk yang dilindungi sebagai kebebasan berbicara.
- Ada pengecualian yang memungkinkan pemerintah berkomunikasi dengan perusahaan layanan jejaring sosial mengenai aktivitas kriminal dan ujaran lain yang tidak dilindungi oleh Amandemen Pertama.
- Putusan hakim ini dikritik oleh sebagian pakar hukum, yang berpendapat bahwa keterlibatan pemerintah dengan platform jejaring sosial tidak melanggar kebebasan berbicara.
- Putusan hakim tersebut menunjukkan bahwa para penggugat kemungkinan berhasil dalam klaim bahwa pemerintah menekan perusahaan layanan jejaring sosial untuk membungkam kebebasan berbicara.
- Kasus ini menyoroti perdebatan yang terus berlanjut mengenai peran platform jejaring sosial dalam memoderasi konten dan regulasi pemerintah atas ujaran online.
Belum ada komentar.