- Pada tahun 1983, Air Canada Penerbangan 143 mengalami keadaan darurat bahan bakar saat sedang terbang.
- Pengukur bahan bakar pesawat tidak berfungsi, tetapi penerbangan tidak dibatalkan.
- Para pilot memeriksa level bahan bakar secara manual dan menilai jumlahnya cukup untuk terbang.
- Namun, karena kesalahan dokumentasi, jumlah bahan bakar dihitung secara keliru.
- Pesawat kehabisan bahan bakar dan kedua mesinnya mati, sehingga para pilot harus melakukan pendaratan darurat.
- Para pilot berhasil melakukan pendaratan meluncur dan mendarat dengan selamat di Bandara Gimli.
- Insiden ini dikenal sebagai "Gimli Glider" dan menunjukkan keterampilan para pilot serta kemampuan pengendalian pesawat mereka.
- Pesawat diperbaiki beberapa hari kemudian dan kembali beroperasi.
- Para pilot menerima sebagian kritik karena tidak mengikuti prosedur yang semestinya, tetapi juga mendapat pengakuan atas penanganan situasi tersebut.
- Air Canada 767 berusia 24 tahun itu masih tetap aktif.
- Upacara pensiun dihadiri oleh Kapten Robert Pearson, Wakil Pilot Maurice Quintal, dan 3 dari 6 awak kabin dalam penerbangan ini.
1 komentar
Komentar Hacker News