- Menurut Copernicus Climate Change Service (C3S) yang didanai Uni Eropa, Bumi mengalami periode tiga bulan terpanas yang pernah tercatat.
- Suhu permukaan laut global mencatat rekor tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk bulan ketiga berturut-turut.
- Luas es laut Antarktika tetap berada pada titik terendah sepanjang catatan untuk periode ini.
- Agustus adalah bulan terpanas yang pernah tercatat, dan menjadi bulan terpanas kedua setelah Juli 2023.
- Sejauh tahun ini (Januari hingga Agustus), tahun 2023 menjadi tahun terpanas kedua yang pernah tercatat, sementara pada 2016 fenomena pemanasan kuat El Niño turut berpengaruh.
- Suhu permukaan laut rata-rata global pada Agustus mencapai 20.98°C, tertinggi sepanjang catatan untuk semua bulan.
- Luas es laut Arktik 10% lebih rendah dari rata-rata, tetapi masih lebih tinggi dibanding rekor terendah sepanjang masa pada Agustus 2012.
- Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Met Office Inggris memprediksi ada kemungkinan 98% bahwa setidaknya satu tahun dalam lima tahun ke depan akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.
- Ada kemungkinan 66% bahwa setidaknya satu tahun dalam lima tahun ke depan akan sementara melampaui 1.5°C di atas rata-rata 1850-1900.
- WMO menegaskan bahwa ini tidak berarti ambang 1.5°C yang disebut dalam Perjanjian Paris akan terlampaui secara permanen, melainkan mengacu pada pemanasan jangka panjang selama beberapa tahun.
- Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan tindakan mendesak untuk menghindari dampak terburuk dari kekacauan iklim.
- WMO dan C3S terus memantau secara ketat iklim serta suhu permukaan laut dan atmosfer global.
1 komentar
Komentar Hacker News