Bumi Mengalami 12 Bulan Terpanas dalam Sejarah Tercatat
(theweathernetwork.com)-
Bumi mengalami 12 bulan terpanas dalam sejarah tercatat
- Januari 2024 memecahkan rekor suhu global, menempatkannya di jalur untuk melampaui rekor global yang ditetapkan pada 2023.
- Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), NASA, NOAA, Layanan Perubahan Iklim Copernicus Eropa, dan Badan Meteorologi Jepang semuanya sepakat bahwa Januari adalah Januari terpanas dalam sejarah tercatat.
- Suhu rata-rata global pada Januari 1.66°C lebih tinggi daripada rata-rata pra-industri, memperbarui rekor suhu tertinggi untuk masing-masing bulan selama 8 bulan berturut-turut.
- Suhu permukaan laut mencatat rekor tertinggi selama 10 bulan berturut-turut.
-
Periode terpanas selama 12 bulan terakhir
- Menurut catatan NOAA dan Copernicus, 12 bulan terakhir (Februari 2023 hingga Januari 2024) merupakan periode 12 bulan terpanas dalam sejarah tercatat.
- Suhu rata-rata global selama periode ini 0.64°C lebih tinggi daripada rata-rata 1991-2020, dan sepanjang 2023 menjadi periode terpanas berikutnya.
- Copernicus menambahkan bahwa suhu global rata-rata untuk periode 12 bulan ini 1.52°C lebih tinggi daripada level 1850-1900.
-
Hubungannya dengan Perjanjian Iklim Paris
- WMO memperingatkan bahwa kenaikan suhu ini tidak berarti telah melampaui target batas bawah, yaitu 1.5°C di atas era pra-industri, yang disebutkan dalam Perjanjian Iklim Paris.
- Perjanjian Iklim Paris membahas pemanasan dalam jangka panjang, bukan pelampauan bulanan atau tahunan.
Opini GN⁺
- Artikel ini menyoroti tren perubahan iklim terkini dan tingkat keseriusannya. Pemanasan global terus memecahkan rekor, dan ini akan menjadi tantangan besar bagi umat manusia.
- Ini menunjukkan mengapa upaya internasional seperti Perjanjian Iklim Paris penting. Artikel ini menekankan perlunya kerja sama global untuk menetapkan target iklim jangka panjang dan mencapainya.
- Artikel ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan mendorong perubahan perilaku untuk mengurangi jejak karbon pribadi.
1 komentar
Opini Hacker News