3 poin oleh GN⁺ 2023-09-22 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Maskapai penerbangan menghasilkan lebih banyak uang dari program mileage daripada dari mengoperasikan pesawat, dan baru-baru ini Delta Air Lines mengumumkan perubahan pada program SkyMiles sehingga akan menjadi jauh lebih sulit untuk mengumpulkan status dan menikmati manfaatnya
  • Alih-alih bergantung pada kombinasi dolar yang dibelanjakan dan mil yang ditempuh di udara, Delta akan memberikan status berdasarkan satu metrik saja, yaitu dolar yang dibelanjakan, sekaligus menaikkan jumlah pengeluaran yang diperlukan untuk mendapatkannya
  • Perubahan pada program frequent flyer merupakan gejala dari masalah yang lebih dalam dalam industri perjalanan udara AS, yang pada akhirnya berakar pada Kongres dan deregulasi industri penerbangan tahun 1978
  • Maskapai telah berubah menjadi sesuatu yang lebih mirip lembaga keuangan daripada operator pesawat, dengan menciptakan poin untuk dijual kepada bank demi uang tunai nyata
  • Bank memberi pengguna kartu poin atas pengeluaran mereka, dan baik bank maupun perusahaan kartu kredit memperoleh uang dari biaya swipe yang timbul dari penggunaan kartu
  • Maskapai tidak menanggung biaya apa pun sampai poin digunakan, atau bahkan tidak sama sekali jika poin itu terlupakan, sehingga program loyalitas menjadi sangat menguntungkan
  • Program mileage milik maskapai besar dinilai lebih tinggi daripada maskapainya sendiri; misalnya, program MileagePlus milik United Airlines dinilai sebesar 22 miliar dolar, sementara kapitalisasi pasar perusahaan saat itu hanya 10,6 miliar dolar
  • Sistem poin merugikan warga Amerika yang tidak memiliki kartu untuk mengumpulkan poin, karena mereka membayar harga yang lebih tinggi untuk barang dan jasa umum tetapi tidak menerima poin, sehingga pada akhirnya mensubsidi manfaat bagi pengguna kartu yang sudah lebih kaya
  • Maskapai menciptakan poin, yang pada dasarnya adalah mata uang, dari udara, lalu menentukan nilainya dan untuk apa poin itu bisa digunakan, sehingga sistem poin terasa sangat tidak transparan dan sering kali tidak adil
  • Deregulasi maskapai mendorong maskapai berevolusi menjadi institusi yang anehnya mirip bank, dan mereka mengejar keuntungan apa pun yang bisa diperoleh—termasuk masuk ke sektor keuangan
  • Era deregulasi segera berubah menjadi merger dan pemangkasan biaya, puluhan maskapai bangkrut atau diakuisisi, dan berkurangnya persaingan membuat layanan memburuk
  • Deregulasi tidak benar-benar memberikan hal yang sering diklaim, yaitu menurunkan harga, karena biaya penerbangan sudah menurun sebelum deregulasi dan terus turun dengan laju yang sama sesudahnya
  • Seperangkat aturan yang dimodernisasi tidak hanya dapat menghalangi jalur maskapai menjadi platform e-commerce yang terfinansialisasi, tetapi juga mungkin bisa membuat mereka kembali fokus untuk mengurangi ketidaknyamanan dalam perjalanan udara

2 komentar

 
xguru 2023-09-22

Karena ada banyak pembicaraan bahwa mileage SkyPass Korean Air juga akan dibikin makin buruk, sepertinya hal yang sama juga terjadi di Amerika Serikat.

 
GN⁺ 2023-09-22
Opini Hacker News
  • Perubahan profitabilitas maskapai: dari pengoperasian penerbangan ke program mileage
  • Penekanan pada konteks historis industri penerbangan: dari akhir 1930-an hingga 1970-an, pemerintah federal mengatur maskapai sebagai utilitas publik
  • Keputusan Civil Aeronautics Board: menentukan maskapai mana yang boleh mengoperasikan rute tertentu dan berapa tarif yang boleh dikenakan
  • Pengesahan Undang-Undang Deregulasi Industri Penerbangan 1978: memperkenalkan strategi baru untuk merebut pasar
  • Hasil deregulasi: biaya perjalanan udara menurun, keselamatan meningkat, kualitas layanan menurun
  • Evolusi program frequent flyer menjadi program pengeluaran massal yang berfokus pada pelanggan yang menghasilkan keuntungan, bukan pada pelanggan yang sering terbang
  • Analisis Financial Times tahun 2020: para pemberi pinjaman Wall Street menilai program mileage maskapai lebih tinggi daripada maskapainya sendiri
  • Usulan bahwa bisnis reward maskapai dapat dipisahkan menjadi perusahaan terpisah untuk memaksimalkan nilainya
  • Pembahasan konsep poin sebagai semacam rabat dari biaya swipe kartu kredit
  • Pelancong bisnis diberi imbalan berdasarkan seberapa besar pengeluaran perusahaan mereka, sehingga menjadi tidak peka terhadap harga dan lebih memilih penerbangan yang lebih mahal
  • Kritik terhadap maskapai karena menurunkan nilai poin dan menyembunyikan penurunan nilainya melalui fluktuasi harga
  • Penurunan nilai poin dan status elite menyebabkan berkurangnya loyalitas terhadap maskapai
  • Kritik terhadap pengejaran status maskapai demi manfaat kecil, serta usulan bahwa perencanaan tarif dan optimisasi lebih menguntungkan
  • Poin bukan uang bank, melainkan aset dan layanan prabayar karena dapat kedaluwarsa atau tidak dapat ditarik tunai
  • Usulan bahwa semua perusahaan pada skala tertentu menjadi seperti bank, dan memperoleh keuntungan marjinal yang lebih besar dari optimalisasi struktur modal daripada dari pengembangan produk nyata