1 poin oleh GN⁺ 2023-11-02 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Artikel tentang penelitian yang dilakukan di Monash University, yang menemukan bahwa peningkatan tidur nyenyak dapat membantu mencegah demensia
  • Penelitian ini dipimpin oleh Associate Professor Matthew Pase dari Fakultas Psikologi Monash dan Turner Institute for Brain and Mental Health
  • Penelitian ini melibatkan 346 peserta berusia di atas 60 tahun yang menyelesaikan studi tidur selama dua hari antara 1995 hingga 1998, dan kembali antara 2001 hingga 2003
  • Para peserta dipantau untuk demensia sejak setelah studi tidur kedua hingga tahun 2018
  • Hasil penelitian menemukan bahwa pada orang berusia di atas 60 tahun, penurunan 1% tidur nyenyak per tahun meningkatkan tingkat risiko demensia sebesar 27%
  • Para peneliti menemukan bahwa jumlah tidur nyenyak menurun di antara dua studi, yang menunjukkan hilangnya tidur gelombang lambat seiring penuaan
  • Selama tindak lanjut 17 tahun, terjadi 52 kasus demensia
  • Penelitian ini mengusulkan bahwa meningkatkan atau mempertahankan tidur nyenyak, atau tidur gelombang lambat, pada usia lanjut dapat membantu mencegah demensia
  • Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor risiko genetik untuk penyakit Alzheimer berkaitan dengan penurunan tajam tidur gelombang lambat, tetapi tidak dengan volume otak
  • Makalah lengkapnya diterbitkan di JAMA Neurology.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-11-02
Komentar Hacker News
  • Seorang pengguna membagikan bahwa perubahan hidup pribadi, seperti berpisah dengan pasangan, dapat sangat meningkatkan kualitas tidur, menyoroti kemungkinan penyebab kurang tidur yang bersifat nonbiologis.
  • Pengguna yang sama juga membahas dampak negatif kafein terhadap kualitas tidur, khususnya bagi orang yang memetabolisme kafein dengan lambat, dan membagikan bahwa upaya untuk mempercepat metabolisme kafein melalui pola makan atau suplemen tidak berhasil.
  • Muncul pertanyaan tentang cara meningkatkan tidur nyenyak, dan seorang pengguna membagikan bahwa meskipun menjaga kebiasaan hidup sehat dan menggunakan pelacak tidur, ia tetap kesulitan mendapatkan cukup tidur nyenyak.
  • Pengguna lain mempertanyakan apakah risiko demensia adalah penyebab atau akibat dari kurang tidur, dan apakah penelitian tersebut mempertimbangkan risiko dasar demensia.
  • Pentingnya menjaga lingkungan tidur yang sejuk dibahas, dan seorang pengguna membagikan rencananya untuk membeli bantalan pendingin untuk kasur guna meningkatkan kualitas tidur.
  • Disebutkan bahwa faktor risiko genetik untuk penyakit Alzheimer berkaitan dengan penurunan tidur gelombang lambat yang berlangsung lebih cepat, yang mengisyaratkan kemungkinan hubungan antara genetika, kualitas tidur, dan risiko demensia.
  • Seorang pengguna merekomendasikan penggunaan selang hidung untuk meningkatkan asupan oksigen saat tidur, dan mengklaim bahwa hal itu sangat meningkatkan kualitas tidurnya.
  • Kemungkinan bahwa hubungan sebab dan akibat justru terbalik juga diangkat, dan seorang pengguna menyarankan bahwa demensia mungkin menjadi penyebab, bukan akibat, dari kurang tidur.
  • Insomnia kronis dan kemungkinan kaitannya dengan demensia turut dibahas, dan seorang pengguna membagikan pengalamannya mengalami insomnia seumur hidup serta mimpi yang sangat jelas.
  • Seorang pengguna membagikan pengalamannya tentang pernapasan cepat saat tidur dan potensi dampaknya terhadap kualitas tidur.
  • Seorang pengguna merekomendasikan "formula tidur sehat" dan mengklaim bahwa itu membantunya tertidur kembali setelah terbangun di tengah malam.