1 poin oleh GN⁺ 2024-02-15 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Bob Moore, pendiri Bob's Red Mill, meninggal dunia pada usia 94 tahun

  • Bob Moore beralih arah dari pengusaha SPBU saat menempuh studi untuk membaca Alkitab dalam bahasa aslinya, lalu mendirikan Bob's Red Mill, perusahaan biji-bijian artisan, dan membesarkannya menjadi raksasa global makanan alami.
  • Bob's Red Mill didirikan pada 1978 di Milwaukie, Oregon, lalu tumbuh melampaui kawasan Portland menjadi raksasa makanan alami yang menjual lebih dari 200 produk di sekitar 70 negara.
  • Lini produk perusahaan mencakup tepung sorgum yang digiling dengan batu, muesli gaya paleo, couscous mutiara gandum utuh, serta juga menawarkan energy bar, campuran kue, dan campuran sup.

Rencana kepemilikan saham karyawan

  • Bob Moore menolak tawaran akuisisi dari perusahaan makanan besar dan pada ulang tahunnya yang ke-81 pada 2010 memperkenalkan rencana kepemilikan saham karyawan.
  • Rencana ini memberikan kepemilikan 100% perusahaan kepada lebih dari 700 karyawan pada April 2020.
  • Sebagai seorang Kristen, Moore menjelaskan rencana ini dengan mengutip ayat Alkitab, "Perlakukanlah sesamamu seperti engkau ingin diperlakukan."

Pendapat GN⁺:

  • Kisah Bob Moore dapat dilihat sebagai contoh teladan yang mempraktikkan semangat kewirausahaan sekaligus tanggung jawab sosial.
  • Rencana kepemilikan saham karyawannya membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dengan memberi karyawan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap perusahaan.
  • Kesuksesan Bob's Red Mill menunjukkan bagaimana meningkatnya perhatian orang terhadap kesehatan dan pandangan skeptis terhadap makanan olahan dapat mendorong pertumbuhan pasar makanan alami.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-02-15
Opini Hacker News
  • Untuk para pendiri dan calon peserta YC (Y Combinator):

    • Daripada mendirikan perusahaan dengan tujuan cepat menjadi kaya, pikirkan tentang menciptakan nilai yang dapat bertahan lama.
    • Alih-alih memeras tenaga kerja semaksimal mungkin dan mengejar keuntungan setinggi mungkin, sadari bahwa bagi kesuksesan perusahaan, para karyawan lebih penting daripada diri sendiri.
    • Melalui pengalaman pribadi membeli tepung Bob's Red Mill, tersampaikan pesan untuk membuat sesuatu yang akan diingat orang bahkan puluhan tahun kemudian.
  • Pengalaman di restoran utama Bob's Red Mill:

    • Pengalaman yang menyenangkan bisa menikmati pemandangan orang-orang di lantai bawah dari balkon lantai dua restoran.
    • Momen istimewa saat mendengar permainan piano ketika makan, lalu mengecek siapa pemainnya dan mengetahui bahwa itu adalah Bob Moore sendiri.
    • Menyimpan dengan berharga kenangan mengucapkan terima kasih kepada Bob Moore dan berjabat tangan dengannya.
  • Rasa hormat kepada Bob Moore:

    • Dedikasinya pada kualitas telah membangun perusahaan dan merek yang luar biasa.
    • Komitmennya terhadap para karyawan juga penting, dan kini hal itu kontras dengan contoh lain karena perusahaan ini dimiliki karyawan.
    • Rasa hormat atas keputusannya menyerahkan perusahaan kepada para karyawan alih-alih menjualnya ke modal swasta.
  • Pertemuan dengan Bob Moore:

    • Bertemu dengannya sebagai pribadi yang rendah hati dan hangat saat tur pabrik di pinggiran Portland.
    • Menikmati muesli buatannya sebagai sarapan menjadi sumber kebahagiaan.
    • Menyukai fakta bahwa perusahaan ini dimiliki karyawan dan bahwa ia adalah sosok yang menginspirasi dalam banyak hal.
  • Kontribusi Bob Moore kepada komunitas:

    • Dikenal karena pada dasarnya menghadiahkan bisnisnya kepada para karyawan.
    • Dikenal sebagai orang yang sangat dermawan di komunitas dan dihormati oleh banyak orang.
  • Dukungan Bob's Red Mill untuk komunitas:

    • Ketika dana sekolah kurang pada masa resesi, Bob's Red Mill menyumbangkan tepung dalam jumlah besar, keju vegan, dan lainnya untuk program memasak.
    • Ada rasa sayang pada merek ini dan tidak pernah menolak kesempatan untuk membeli produk mereka.
    • Penilaian positif terhadap kualitas restoran di dalam perusahaan.
  • Reputasi Bob Moore di komunitas:

    • Di komunitas tempat Bob's Red Mill berada, ia sangat dikenal karena kemurahan hatinya dan donasinya kepada lembaga-lembaga setempat.
    • Menyerahkan perusahaan kepada para karyawan dinilai sebagai tindakan yang sangat murah hati.
    • Fakta bahwa ia menjalani hidup yang membuatnya pantas menerima begitu banyak ungkapan duka yang baik bahkan setelah wafat menggambarkan kehidupannya.
  • Kehidupan pribadi Bob Moore:

    • Sebagai tetangga dari seorang teman, rumahnya sederhana, biasa saja, dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
    • Kualitas produk Bob's Red Mill selalu sangat baik.
  • Pandangan positif terhadap komunitas Hacker News:

    • Kadang merasa kecewa pada komunitas itu, tetapi melihat kisah ini naik ke bagian teratas Hacker News memberi harapan.
    • Menyampaikan penghormatan kepada Bob dan semua orang di komunitas Hacker News.