Mengapa target inflasi 2%?
- Belakangan ini inflasi sering dibahas dalam berita.
- Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, secara resmi menetapkan target inflasi 2% sejak 2012.
- Menelusuri alasan mengapa target inflasi bukan 0%, dan mengapa bukan 1% atau deflasi.
Asal-usul target inflasi 2%
- Target inflasi 2% bermula di Selandia Baru dan diajukan dalam proses penetapan independensi bank sentral secara hukum.
- Jika gagal mencapai target, gubernur bank sentral dapat diberhentikan.
- Penetapan target lebih bertujuan untuk membangun independensi bank dari proses politik.
- Saat itu target 0~1% sempat disebutkan dalam pernyataan spontan gubernur bank sentral, tetapi pada praktiknya ditetapkan menjadi 2%.
Efek target inflasi
- Target inflasi memengaruhi kontrak, upah, biaya, dan lainnya, serta memiliki efek memperlambat siklus inflasi.
- Inflasi di Selandia Baru turun dari 7,6% pada 1989 menjadi 2% pada 1991.
- Kanada dan Inggris mengikuti Selandia Baru dengan menetapkan target inflasi.
Perdebatan target inflasi di Amerika Serikat
- Di Amerika Serikat, pendapat yang mendukung target inflasi 0~1% berhadapan dengan pendapat yang mendukung target yang lebih tinggi.
- Inflasi rendah membatasi ruang gerak saat resesi dan meningkatkan risiko deflasi.
- Deflasi dapat menyebabkan penurunan investasi dan konsumsi, sehingga memperburuk resesi.
- Resesi jangka panjang di Jepang dan resesi 2001 memperkuat perdebatan di Amerika Serikat tentang target inflasi yang lebih tinggi.
- Setelah resesi 2008, tercapai konsensus menuju target inflasi 2%, dan ini diformalkan pada 2012.
Kekuatan dan masalah target inflasi
- Menurut penelitian IMF, target inflasi efektif dalam menstabilkan ekspektasi inflasi dan menurunkan volatilitas.
- Namun, jika target inflasi diubah, ada risiko hilangnya kredibilitas The Fed dan munculnya siklus inflasi.
- Hilangnya kredibilitas The Fed dapat menimbulkan masalah yang lebih besar daripada manfaat perubahan target inflasi.
Pendapat GN⁺
- Penetapan target inflasi memberi rasa stabilitas psikologis bagi perekonomian dan meningkatkan prediktabilitas bagi investor serta konsumen.
- Target 2% memberi ruang bagi bank sentral untuk merespons secara aktif saat resesi, tetapi perubahan target dapat menimbulkan kebingungan di pasar.
- Target inflasi memainkan peran penting dalam mencari keseimbangan antara teori ekonomi dan kondisi ekonomi nyata.
- Diperlukan penelitian yang membandingkan berbagai kasus penetapan target inflasi di negara lain untuk menemukan tingkat target yang optimal.
- Para ahli ekonomi perlu terus meninjau kelebihan dan kekurangan penetapan target inflasi, serta menyesuaikan target sesuai perubahan ekonomi global.
1 komentar
Komentar Hacker News