1 poin oleh GN⁺ 2024-06-03 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Pesan internal mengungkap organisasi kartel sitasi oleh rektor baru

Ringkasan

  • Juan Manuel Corchado ditunjuk sebagai rektor baru Universitas Salamanca di Spanyol. Ia mengorganisasi kartel sitasi untuk secara artifisial meningkatkan jumlah sitasi atas makalah-makalahnya.
  • Kartel sitasi adalah praktik para ilmuwan saling mengutip makalah satu sama lain untuk secara artifisial menaikkan jumlah sitasi. Hal ini sangat memengaruhi reputasi ilmiah dan perolehan dana riset.
  • Corchado menginstruksikan agar makalah-makalahnya banyak dikutip bahkan dalam paper yang tidak terkait dengan penelitiannya. Sebagai contoh, dalam satu paper, 94% sitasinya adalah ke makalah Corchado.
  • Melalui pesan internal, terungkap bahwa Corchado memerintahkan agar makalah-makalahnya serta jurnal yang ia edit dikutip. Ini menjadi sarana untuk menggelembungkan pengaruh ilmiahnya.
  • Penerbit seperti Springer Nature dan Elsevier sedang menyelidiki kasus ini, dan Elsevier telah lebih dulu mencabut salah satu makalah Corchado.
  • Komite Etika Riset Spanyol sedang menyelidiki tindakan Corchado, yang dinilai merusak kredibilitas sistem universitas Spanyol.

Pendapat GN⁺

  • Masalah etika ilmiah: Kasus ini menimbulkan persoalan besar terkait etika ilmiah dan keandalan riset. Manipulasi jumlah sitasi oleh peneliti merusak integritas akademik.
  • Masalah sistem evaluasi: Sistem evaluasi riset saat ini terlalu bergantung pada jumlah sitasi. Hal ini mendorong peneliti melakukan kecurangan untuk meningkatkan angka sitasi.
  • Perlu melindungi peneliti muda: Kecurangan semacam ini dapat berdampak buruk pada peneliti muda. Diperlukan perangkat institusional untuk melindungi karier riset mereka.
  • Masalah internasional: Masalah kartel sitasi bukan hanya dapat terjadi di Spanyol, tetapi juga di seluruh dunia. Penguatan standar etika riset internasional diperlukan.
  • Menawarkan alternatif: Sistem evaluasi riset perlu diperbaiki agar bergerak ke arah penilaian kualitas dan kontribusi nyata riset, bukan sekadar jumlah sitasi.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-06-03
Opini Hacker News

Ringkasan komentar Hacker News

  • Menurut Retraction Watch, kasus ini sudah dipublikasikan pada 2022. Masalahnya adalah budaya kerja di universitas riset.
  • Sulit memahami bagaimana situasi seperti ini bisa ditoleransi. Ini menyoroti perlunya perbaikan pada metrik sitasi.
  • Masalah Corchado hanyalah contoh ekstrem; persoalan yang lebih besar berada di wilayah abu-abu.
  • Universitas dimanipulasi oleh politik internal. Kasus ini nantinya akan terdampak oleh politik eksternal.
  • Banyak akademisi memang sering mengutip penelitian teman atau kolega mereka. Praktik sitasi itu sendiri terasa janggal.
  • Orang ini korup. Sulit dipahami mengapa universitas mempekerjakannya dan tidak memecatnya.
  • Manusia sering mudah jatuh ke dalam korupsi. Dalam kasus ini, dia mengoptimalkan metrik untuk menaikkan posisinya sendiri.
  • Masalahnya bukan Profesor Juan Manuel Corchado, melainkan kegagalan institusional yang menjadikan publikasi dan pengaruh sebagai metrik paling penting.
  • Sitasi politis bisa terjadi bahkan tanpa niat penipuan yang disengaja. Saat sekolah pascasarjana, mengutip orang-orang di komite program agar makalah disetujui adalah hal yang umum.
  • Orang yang tidak menempuh pendidikan tinggi sering menganggap tokoh akademik itu hebat, padahal kenyataannya banyak yang egois dan kerap merugikan orang lain.

Latar belakang tambahan

  • Retraction Watch: situs web yang membahas berita terkait pencabutan makalah penelitian.
  • Citation Clique: praktik saling mengutip makalah secara berlebihan dalam kelompok tertentu untuk menaikkan metrik secara artifisial.
  • H-index: metrik untuk mengukur produktivitas dan pengaruh seorang peneliti.