- Presiden Universitas Stanford Marc Tessier-Lavigne dijadwalkan mundur pada 31 Agustus akibat data riset yang dimanipulasi.
- Tessier-Lavigne, sebagai penulis utama, akan menarik atau merevisi lima makalah yang banyak dikutip.
- Laporan menyebut Tessier-Lavigne beberapa kali tidak memperbaiki kesalahan dalam catatan ilmiah.
- Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa manipulasi data riset terjadi di tiga institusi yang terpisah.
- Tessier-Lavigne diperkirakan akan menarik atau merevisi setidaknya lima makalah, termasuk riset Alzheimer.
- Penarikan makalah memang jarang terjadi, tetapi penyelidikan menemukan bukti jelas atas hasil yang tidak dapat diandalkan.
- Penyelidikan berlangsung selama delapan bulan dan melibatkan ilmuwan serta pakar ternama.
- Laporan membantah tuduhan penipuan dan tindakan tidak jujur terhadap Tessier-Lavigne.
- Penyelidikan menghadapi kesulitan, termasuk saksi yang menolak bekerja sama tanpa jaminan anonimitas.
- Laporan ini mengungkap rincian baru dan mengonfirmasi temuan tindakan tidak jujur dari laporan sebelumnya.
- Laporan ini juga dapat mendorong dilakukannya penyelidikan tambahan.
1 komentar
Opini Hacker News