1 poin oleh GN⁺ 2024-08-30 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Keistimewaan Section 230 bagi Big Tech berakhir

  • Algoritme bukan lagi tiket bebas hukuman. Pengadilan Banding Sirkuit Ketiga memutuskan bahwa TikTok harus diadili atas tuduhan mendorong anak-anak melakukan swakelukai. Ini menandai berakhirnya model bisnis Big Tech

  • Section 230 telah memungkinkan perusahaan Big Tech menghindari tanggung jawab dengan mengklaim bahwa 'algoritmelah yang melakukannya'. Namun, Pengadilan Banding Sirkuit Ketiga membalikkan tafsir itu dan mengakhiri perisai yang membuat perusahaan teknologi besar bebas dari tanggung jawab meski melakukan tindakan buruk

  • Algoritme TikTok merekomendasikan video yang mendorong swakelukai kepada seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dan anak itu meninggal setelah menirunya. Ibu korban menggugat TikTok dan ByteDance atas tanggung jawab produk, kelalaian, dan kematian tidak wajar, tetapi pengadilan yang lebih rendah menyatakan TikTok tidak dapat dimintai pertanggungjawaban karena hanya meng-host ucapan pihak lain

  • Section 230 adalah undang-undang yang diberlakukan pada 1996, yang menyatakan bahwa 'layanan komputer interaktif' tidak bertanggung jawab atas ucapan pihak lain yang mereka host. Namun, seiring pertumbuhan internet dan meluasnya preseden hukum, perusahaan Big Tech mulai menyalahgunakan hukum ini

  • Perusahaan Big Tech menggunakan Section 230 untuk menghindari tanggung jawab atas ucapan pengguna sambil menghasilkan keuntungan melalui iklan tertarget. Hal ini membuat perusahaan tidak perlu bertanggung jawab meski merugikan pengguna

  • Pengadilan Banding Sirkuit Ketiga memutuskan bahwa cara algoritme TikTok merekomendasikan video yang dipersonalisasi kepada pengguna dapat dianggap sebagai ucapan TikTok sendiri. Ini berarti TikTok harus mempertanggungjawabkannya di pengadilan

  • Putusan ini secara besar membalikkan interpretasi Section 230, dan dapat membuat perusahaan Big Tech bertanggung jawab atas ucapan pengguna. Ini akan berdampak besar pada model bisnis perusahaan Big Tech

  • Ke depan, kasus ini kemungkinan besar akan dibawa ke Mahkamah Agung, dan perdebatan mengenai interpretasi Section 230 akan terus berlanjut

Ringkasan GN⁺

  • Artikel ini membahas bagaimana perusahaan Big Tech menggunakan Section 230 untuk menghindari tanggung jawab dan putusan pengadilan terhadap praktik tersebut
  • Dengan berubahnya interpretasi Section 230, kemungkinan besar perusahaan Big Tech akan mulai memikul tanggung jawab atas ucapan pengguna
  • Hal ini dapat berdampak besar pada model bisnis perusahaan Big Tech, dan perdebatan hukum kemungkinan akan terus berlanjut
  • Proyek lain dengan fungsi serupa mencakup Google, Meta, dan Twitter

1 komentar

 
GN⁺ 2024-08-30
Komentar Hacker News
  • Saat ini banyak komentar berpendapat bahwa ini akan mengarah pada berakhirnya media sosial dan sensor pemerintah

    • Media sosial bersifat bias dan berperan dalam mengkurasi konten
    • Putusan ini menyatakan bahwa kurasi algoritmis tidak membebaskan perusahaan dari tanggung jawab
    • Ini bisa dilihat sebagai semacam net neutrality
    • Menarik untuk melihat apakah media sosial akan menjadi lebih baik
  • Ada amicus brief yang ditulis oleh para penyusun Section 230 dalam perkara Google v. Gonzalez

    • Section 230 melindungi semua bentuk penyajian konten, termasuk rekomendasi tertarget
    • Ini mendorong inovasi dan mendukung pengiriman konten buatan pengguna secara real-time
  • Ada kasus di mana TikTok merekomendasikan Blackout Challenge kepada anak-anak melalui algoritme

    • TikTok mengetahui bahaya tantangan ini tetapi tidak mengambil langkah yang memadai
    • Ini adalah masalah yang mirip dengan perkara Gonzales vs. Google, yang membahas apakah rekomendasi video yang mendukung Negara Islam mendorong terorisme
  • Ada contoh algoritme yang merekomendasikan konten berbahaya kepada anak-anak

    • Fakta bahwa algoritme merekomendasikan konten tertentu dianggap sebagai aktivitas ekspresif platform
    • Section 230 hanya melindungi informasi milik pihak lain, dan tidak melindungi aktivitas ekspresif platform
  • Undang-undang baru dapat melindungi pengguna online, terutama anak-anak

    • Ada kekhawatiran bahwa jika Section 230 hilang, perusahaan big tech justru akan diuntungkan
    • Hambatan masuk pasar bagi startup akan meningkat
  • Ada harapan bahwa era internet tanpa hukum akan berakhir

    • Kita perlu membayangkan dunia tanpa Section 230
    • Internet di masa lalu juga baik-baik saja, dan internet di masa depan pun mungkin akan baik-baik saja
  • Ada diskusi tentang apakah platform teknologi besar harus diatur sebagai pembicara

    • Platform berperan sebagai perantara, dan ada pendapat bahwa kerangka hukum saat ini tidak cocok untuk era internet
  • TikTok memiliki tanggung jawab atas kurasi dan rekomendasi video tertentu

    • Section 230 melindungi informasi milik pihak lain, tetapi tidak melindungi aktivitas ekspresif platform
  • Ada pendapat bahwa jika perusahaan media sosial berbasis iklan tertarget harus melindungi anak-anak, mereka tidak akan bisa mempertahankan margin 40%

    • Jika Section 230 dicabut, perusahaan dapat memilih untuk sama sekali tidak memoderasi konten dan hanya berperan sebagai platform
    • Ini dapat membuat internet menjadi seperti 4chan