-
Kudeta Teknologi: Cara Menyelamatkan Demokrasi dari Silicon Valley
- Peneliti kebijakan Stanford HAI, Marietje Schaake, memperingatkan bahwa kekuasaan tanpa batas perusahaan teknologi mengancam supremasi hukum dalam demokrasi.
- Ia menjelaskan bahwa perusahaan teknologi mengganggu peran pemerintah dan memainkan peran yang berlebihan dalam keamanan siber, sistem kepolisian, pemilu, serta kebijakan pertahanan militer.
-
Cara perusahaan swasta semakin mengambil alih peran negara
- Perusahaan yang memiliki kendali atas informasi dan kewenangan bertindak tanpa batas sedang menggantikan peran pemerintah.
- Perusahaan seperti NSO Group Technologies menjual kemampuan untuk meretas perangkat pribadi melalui spyware Pegasus.
- Teknologi ini memberi kemampuan untuk meretas informasi sensitif milik lawan politik, hakim, jurnalis, dan lainnya.
-
Cara agar institusi demokratis kembali memegang kendali
- Diperlukan kesadaran dan pemahaman atas dampak perusahaan terhadap pemerintah, demokrasi, dan hukum internasional.
- Kejelasan hukum, mekanisme akuntabilitas, dan langkah-langkah transparansi juga dibutuhkan di ranah digital.
- Hukum dan regulasi tradisional harus diterapkan ke ranah digital, dan hukum serta regulasi internasional perlu diperkuat seiring perkembangan teknologi.
-
Penemuan ulang pemerintah demokratis baru untuk menghadapi tantangan digitalisasi
- Para legislator perlu dibantu ahli teknologi independen agar dapat memahami dampak teknologi.
- Akuntabilitas harus diperkuat melalui perluasan tanggung jawab publik ketika pemerintah melakukan outsourcing ke perusahaan teknologi.
-
Ketegangan terkait penggunaan energi oleh perusahaan teknologi
- Transparansi atas penggunaan energi pusat data masih kurang, dan ini menghambat transparansi penggunaan sumber daya serta tata kelola yang baik.
- Diperlukan persyaratan transparansi dan pelaporan yang terstandarisasi untuk menilai dampak proyek pusat data berskala besar terhadap komunitas lokal.
-
Prinsip kehati-hatian dan AI
- Prinsip kehati-hatian menuntut jeda sementara untuk menilai dampak inovasi terhadap masyarakat.
- Prinsip kehati-hatian perlu diterapkan pada inovasi teknologi seperti AI untuk mencegah masalah yang tidak terduga.
-
Mengapa warga Amerika lambat memahami ancaman perusahaan teknologi
- Di seluruh dunia, kerugian akibat penyalahgunaan kekuasaan oleh perusahaan teknologi terus terjadi, tetapi warga Amerika menganggapnya sebagai masalah yang jauh.
- Kasus seperti Cambridge Analytica juga terjadi di Amerika Serikat, dan penyalahgunaan kekuasaan perusahaan teknologi memengaruhi demokrasi Amerika.
-
Peran sebagai warga demokratis
- Konsumen dapat membuat pilihan dalam penggunaan teknologi, tetapi itu tidak cukup.
- Diperlukan pengawasan independen dan kekuatan penyeimbang terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh perusahaan teknologi.
- Warga harus membentuk agenda politik dan menuntut lebih banyak dari para pemimpin.
Ringkasan GN⁺
- Buku Marietje Schaake memperingatkan dampak kekuasaan tanpa batas perusahaan teknologi terhadap demokrasi dan menawarkan berbagai cara untuk mengatasinya.
- Kendali informasi dan kewenangan bertindak tanpa batas yang dimiliki perusahaan teknologi sedang menggantikan peran pemerintah, dan ini mengancam supremasi hukum dalam demokrasi.
- Kejelasan hukum, mekanisme akuntabilitas, dan langkah-langkah transparansi juga dibutuhkan di ranah digital, dan dampak sosial inovasi teknologi perlu dinilai melalui prinsip kehati-hatian.
- Warga perlu menuntut pengawasan independen dan kekuatan penyeimbang terhadap penyalahgunaan kekuasaan perusahaan teknologi, serta membentuk agenda politik.
1 komentar
Komentar Hacker News
Ada pendapat bahwa di AS, penting agar rakyat membuat undang-undang selain berada di bawah kendali pemerintah dan korporasi. Namun kenyataannya tidak demikian. Yang penting adalah menanyakan hukum itu menguntungkan siapa. Misalnya, perlu dipertimbangkan apakah undang-undang dibuat untuk menguntungkan perusahaan farmasi sehingga harga obat menjadi mahal, atau justru mengendalikan harga obat.
Ada pendapat bahwa perangkat lunak sedang melanggar hak kepemilikan, dan ini disebut "techno feudalism". Korporasi memiliki perangkat lunak dan orang-orang hanya menyewanya.
Internet menghubungkan semua orang dan memungkinkan arus informasi yang bebas, tetapi hal ini justru melemahkan kepercayaan antarmanusia.
Ada pendapat bahwa pemerintah dan korporasi sedang berhadapan dengan rakyat.
Dalam pembahasan tentang regulasi teknologi, kebutuhan akan pakar teknologi independen ditekankan.
Ada diskusi tentang cara mengembalikan kendali kepada lembaga demokratis.
Ada kekhawatiran bahwa jaringan listrik AS telah mencapai batasnya, dan peningkatan pusat data dapat memicu bencana.
Ada pendapat bahwa model geografis pemerintahan tidak cocok untuk era internet.
Ada kekhawatiran bahwa smartphone mengambil alih kendali atas keamanan.