2 poin oleh GN⁺ 2024-12-31 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Kemungkinan Islandia bergabung dengan Uni Eropa

  • Perubahan pemerintahan baru di Islandia membuat pembahasan soal keanggotaan Uni Eropa kembali menghangat. Menurut jajak pendapat terbaru, warga Islandia kini lebih cenderung mendukung bergabung dengan Uni Eropa. Ini merupakan perubahan sejak invasi ulang Putin ke Ukraina pada Februari 2022, dengan berbagai faktor domestik dan internasional ikut berperan.

Pemilu: Aliansi Sosial Demokrat berkuasa

  • Parlemen Islandia adalah Alþingi, parlemen tertua yang didirikan pada tahun 930. Pemilu digelar pada 30 November 2024, dan Aliansi Sosial Demokrat mengambil alih pemerintahan. Perdana menteri yang baru adalah Kristrún Frostadóttir, yang membentuk pemerintahan koalisi bersama Partai Reformasi dan Partai Rakyat.

Islandia dan EFTA

  • Islandia bergabung dengan EFTA pada tahun 1970. EFTA didirikan pada tahun 1960 oleh "tujuh negara luar" yang terdiri dari Inggris, Portugal, Austria, Swiss, Denmark, Swedia, dan Norwegia. Hingga 1994, hanya Norwegia, Swiss, Islandia, dan Liechtenstein yang masih berada di EFTA.

Perubahan pada tahun 2008

  • Krisis keuangan 2008 memberi pukulan ekonomi yang sangat berat bagi Islandia. Saat bank-bank utama bangkrut, ekonomi runtuh dan negara itu mulai mempertimbangkan keamanan euro. Ketika Partai Sosial Demokrat berkuasa pada 2009, Islandia pun mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Pemulihan ekonomi dan penghentian negosiasi

  • Sejak 2011, ekonomi Islandia mulai pulih dan industri pariwisata mengalami ledakan. Ketika pemerintahan konservatif berkuasa pada 2013, negosiasi keanggotaan Uni Eropa dihentikan. Pada 2015, menteri luar negeri mengumumkan pencabutan permohonan keanggotaan Uni Eropa, tetapi hal itu memicu kontroversi karena tidak mendapat persetujuan parlemen.

Perubahan opini publik terhadap Uni Eropa

  • Sejak 2022, dukungan publik di Islandia terhadap keanggotaan Uni Eropa meningkat. Ini didorong oleh kekhawatiran atas invasi Rusia ke Ukraina dan ketidakstabilan ekonomi global. Dalam jajak pendapat terbaru, persentase yang mendukung keanggotaan Uni Eropa telah melampaui yang menolak.

Prospek ke depan

  • Pemerintahan baru Islandia berencana menggelar referendum sebelum 2027 untuk menentukan apakah negosiasi keanggotaan Uni Eropa akan dilanjutkan. Mereka juga berencana membentuk panel ahli untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan adopsi euro. Hal ini juga bisa berdampak pada EFTA dan Norwegia.

Dampak terhadap EFTA dan Norwegia

  • Jika Islandia bergabung dengan Uni Eropa, hal itu dapat berdampak besar pada EFTA dan perjanjian EEA. Norwegia dan Islandia memiliki kedekatan budaya, dan ada kemungkinan pembahasan tentang keanggotaan Uni Eropa juga akan kembali menguat di Norwegia.

Dampak terhadap ambisi Inggris untuk bergabung dengan Uni Eropa

  • Langkah Islandia dan Norwegia menuju keanggotaan Uni Eropa juga dapat memengaruhi diskusi tentang kembalinya Inggris ke Uni Eropa. Kemungkinan runtuhnya EFTA-EEA dapat mengubah jalur Inggris menuju keanggotaan Uni Eropa.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-12-31
Komentar Hacker News
  • EEC tidak berganti nama menjadi EEA. Uni Eropa didirikan melalui Perjanjian Maastricht, dan EEC berganti nama menjadi EC. EEA adalah perjanjian terpisah antara EC dan negara-negara anggota EFTA

  • Ada kemungkinan Islandia menjadi Singapura di Atlantik Utara seiring Arktik berubah menjadi jalur pelayaran baru. Tiongkok pernah menanyakan apakah mereka bisa membangun pelabuhan di utara

  • Ada pendapat bahwa jika Islandia bergabung dengan UE, inflasi akan melonjak tajam. Suku bunga Islandia adalah 8,5%, lebih tinggi daripada 3% di UE. Jika mengadopsi suku bunga UE, inflasi Islandia bisa melonjak drastis

    • Perlu merujuk pada teori Optimal Currency Area. AS mengizinkan transfer fiskal berskala besar untuk mengatasi ketidakmampuan melakukan penyesuaian mata uang antarnegara bagian

    • Perlu dipertimbangkan apakah Islandia bersedia memberi subsidi kepada Yunani, dan apakah bersedia melepaskan kemampuan mendevaluasi mata uang seperti pada 2008

  • Ada pendapat bahwa kinerja ekonomi dan politik UE kurang baik. Muncul usulan untuk membentuk persatuan internal yang hanya terdiri dari beberapa negara UE

  • Ada pendapat yang mendukung persatuan Eropa, tetapi negara yang hanya setengah hati terhadap keanggotaan UE seharusnya tidak diizinkan bergabung

  • Saat mengunjungi Islandia pada 2013, ada papan iklan bertuliskan "Nei Takk" yang menentang UE. Itu cukup menggambarkan sentimen Islandia terhadap UE

  • Ada yang mengira Islandia sudah bergabung dengan UE. Mereka juga penasaran apakah Greenland, sebagai wilayah dependensi Denmark, termasuk dalam UE

  • Para nelayan Islandia memiliki pandangan yang bertolak belakang tentang bergabung dengan UE. Ada keuntungan dari hubungan yang lebih erat, tetapi juga kekhawatiran bahwa mereka tidak lagi bisa melindungi sumber daya perikanan

  • Ada kekhawatiran bahwa masalah utang Islandia dapat memengaruhi keanggotaannya di UE. Namun, keluarnya Inggris dari UE mungkin bisa membantu

  • Dari percakapan dengan keluarga Islandia, ada pendapat bahwa alasan bergabung dengan UE adalah stabilitas ekonomi dan akses untuk menggunakan euro, bukan karena Rusia atau Ukraina. Masalahnya, mereka sudah mengikuti aturan UE tetapi tidak punya hak suara