2 poin oleh GN⁺ 2025-03-05 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Masa muda

Dan apa yang terjadi ketika itu menghilang

  • Ia pernah menempelkan sebuah linimasa di atas meja kerjanya saat berusia awal 20-an. Linimasa itu mencakup usia 18 hingga 30 tahun, dan menandai usia ketika para penulis yang ia kagumi menerbitkan novel pertama mereka. Setiap ulang tahun, ia memindahkan wajahnya satu kotak ke depan, dan ketika akhirnya mencapai usia 30 tahun, tidak ada lagi tempat untuk menempelkan wajahnya.

  • Mencapai sesuatu di usia muda adalah jalan pintas menuju kebesaran. Kesalahan di masa muda dimaafkan sebagai kurangnya pengalaman, tetapi ketika usia bertambah, kesalahan dianggap sebagai cacat karakter. Kegagalannya sebagai penulis muda menjadi kekecewaan besar baginya.

  • Sebelum usia 25 tahun ia telah menyelesaikan dua novel, tetapi tidak diterbitkan. Novel-novel itu adalah karya seorang anak muda: berlebihan, sangat sadar diri, dan tiruan yang belum matang namun penuh kebanggaan. Ia ingin meraih pencapaian di usia muda, tetapi pada akhirnya syarat itu kedaluwarsa.

  • Seiring bertambahnya usia, ia mulai membaca buku tentang Perang Dunia II, Yunani kuno, Perang Saudara Amerika, fisika kuantum, dan sejarah alam semesta. Itu dilakukan untuk mencari hiburan di tengah keluasan dunia.

  • Di masa muda, ia bermimpi bisa bertemu dengan sosok idolanya. Namun seiring bertambahnya usia, mimpi itu membuatnya merasakan jurang dengan kenyataan.

  • Pada akhirnya ia tetap menerbitkan sebuah novel. Novel yang terbit pada ulang tahunnya yang ke-37 itu menyisakan penyesalan karena ia tidak berhasil mewujudkan impian masa mudanya.

  • Ia berduka bukan hanya karena masa mudanya sendiri menghilang, tetapi juga masa muda anak-anaknya. Menyaksikan anak-anaknya tumbuh dan kehilangan kepolosan mereka membawanya pada kesedihan yang besar.

  • Keinginannya untuk menjadi penulis muda bukanlah sekadar ambisi. Itu adalah kewajiban biologis, dan ia tidak bisa berhenti menulis. Bahkan ketika bertambah tua, hasrat untuk membuat hidupnya tetap bermakna tidak pernah hilang.

  • Pada akhirnya ia memang kehilangan masa mudanya, tetapi ia menjalani kehidupan yang diperoleh karenanya.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.