- Sejak masa kecil, kesadaran bahwa saya harus menjadi penulis dan rasa keterasingan yang kuat berpadu dengan narasi imajiner, menjadi titik awal menulis
- Di dalam kepala saya, narasi batin yang menyambung adegan dan kesan secara rinci terus mengalir selama bertahun-tahun, dan sekitar usia enam belas tahun, kenikmatan berbahasa yang datang dari bunyi dan susunan kata itu sendiri juga menjadi jelas
- Dorongan untuk menulis prosa terbagi ke dalam empat sumbu: egoisme murni, semangat estetis, dorongan historis, dan tujuan politik; meski zaman menentukan tema, sikap emosional awal tidak mudah hilang
- Setelah melalui Burma, kemiskinan, dan Spanish Civil War, poros utamanya condong ke penentangan terhadap totalitarianisme dan dukungan bagi sosialisme demokratis, dan sejak 1936 karya seriusnya, baik langsung maupun tidak langsung, mengikuti arah itu
- Tanpa memisahkan politik dan seni, ia berusaha menjadikan tulisan politik sebagai seni, dan memandang bahwa semakin lemah tujuan politiknya, semakin mudah kalimat kehilangan daya hidup lalu tergelincir ke kepalsuan dan hiasan
Masa kecil dan awal menulis
- Sejak kira-kira usia lima atau enam tahun, ada kesadaran bahwa saya harus menjadi penulis di masa depan, dan antara usia tujuh belas hingga dua puluh empat saya mencoba meninggalkan gagasan itu, tetapi pada akhirnya tidak pernah lepas dari perasaan bahwa saya harus menulis buku
- Saya tumbuh sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, hampir tidak melihat ayah saya sampai usia delapan tahun, dan kondisi ini bersama alasan-alasan lain membuat kesepian saya besar; sepanjang masa sekolah saya juga membentuk kebiasaan tidak pernah benar-benar populer
- Sejak dini saya punya kebiasaan mengarang cerita dan bercakap dengan tokoh-tokoh khayalan, dan rasa terasing serta perasaan diremehkan tumbuh bercampur dengan ambisi sastra
- Saya merasa memiliki bakat mengolah kata dan kemampuan menatap langsung fakta yang tidak nyaman, dan di dalamnya juga tercipta dunia pribadi yang mengompensasi kegagalan dalam kehidupan sehari-hari
- Tulisan serius yang benar-benar saya tuangkan ke kertas pada masa kanak-kanak dan remaja bahkan tidak sampai beberapa lembar setengah jadi; pada usia empat atau lima tahun saya menulis puisi pertama yang didiktekan kepada ibu saya, pada usia sebelas tahun sebuah puisi patriotik bertema perang dimuat di surat kabar lokal, dan dua tahun kemudian puisi lain tentang kematian Kitchener juga dimuat
- Setelah itu saya juga mencoba puisi alam bergaya Georgian dan cerpen pendek, tetapi kebanyakan tidak selesai atau nyaris gagal, dan jumlah total karya serius yang benar-benar tertinggal di atas kertas pada masa itu sangat sedikit
Latihan sastra awal dan narasi di dalam kepala
- Di luar tugas sekolah, saya terus menulis dengan produksi cepat seperti tulisan pesanan, puisi setengah lucu, drama berirama, dan penyuntingan majalah sekolah, tetapi kenikmatan yang saya peroleh tidaklah besar
- Pada usia empat belas tahun saya menulis drama berirama yang meniru Aristophanes dalam waktu sekitar satu minggu, dan juga membantu menyunting majalah sekolah versi cetak maupun tulisan tangan
- Majalah-majalah itu saat itu pada dasarnya adalah bahan lelucon yang buruk, ditulis bahkan dengan usaha yang lebih sedikit daripada jurnalisme murahan masa kini
- Sejajar dengan pekerjaan itu, selama lebih dari 15 tahun saya terus menyambung kisah batin yang berkelanjutan tentang diri saya sendiri di dalam kepala
- Saat masih sangat kecil, itu berupa khayalan menjadi tokoh utama petualangan seperti Robin Hood, tetapi tak lama kemudian berubah dari fantasi narsistik menjadi deskripsi rinci tentang apa yang saya lakukan dan lihat
- Narasi yang merangkai detail-detail indrawi—seperti membuka pintu dan masuk ke kamar, sinar matahari yang menerpa, atau seekor kucing di jalan mengejar daun kering—terus mengalir di kepala saya selama beberapa menit
- Kebiasaan ini berlanjut hingga sekitar usia dua puluh lima tahun, dan sambil berusaha menemukan kata yang tepat saya tetap terus melanjutkan deskripsi yang nyaris kompulsif
- Gaya para penulis yang saya sukai pada usia-usia berbeda mungkin meresap ke dalam narasi batin ini, tetapi sejauh yang saya ingat, sifat deskriptif yang teliti itu selalu bertahan
Kenikmatan kata dan arah novel awal
- Sekitar usia enam belas tahun, saya tiba-tiba menemukan kenikmatan linguistik yang murni yang datang dari bunyi kata itu sendiri dan asosiasi yang ditimbulkannya
- Baris-baris dari Paradise Lost menimbulkan reaksi yang membuat tulang belakang merinding, dan ejaan
hee alih-alih he juga memberi kesenangan tambahan
- Dorongan untuk mendeskripsikan benda-benda sudah saya kenali dengan baik, sehingga sifat buku yang ingin saya tulis pada masa itu pun menjadi relatif jelas
- Saya ingin menulis sebuah novel naturalis yang besar dengan akhir yang malang, penuh deskripsi terperinci, simile yang mencolok, dan paragraf-paragraf ornamental yang ditulis demi bunyinya sendiri
- Novel pertama saya yang selesai pada usia tiga puluh, Burmese Days, juga sangat dekat dengan jenis buku yang sudah lama saya bayangkan itu
Motif penulis dan proses pembentukannya
- Ia menganggap bahwa untuk menelaah motif seorang penulis, kita harus melihat proses pertumbuhan awalnya terlebih dahulu
- Tema yang ditangani ditentukan oleh zaman tempat seseorang hidup, tetapi sikap emosional yang terbentuk sebelum mulai menulis sulit untuk benar-benar dilepaskan
- Watak memang harus dilatih agar tidak terjebak pada tahap yang belum matang atau suasana hati yang menyimpang, tetapi jika sepenuhnya lepas dari pengaruh awal, dorongan untuk menulis itu sendiri juga akan mati
- Di luar persoalan mencari nafkah, motif menulis prosa dapat diringkas ke dalam empat poros besar
- Egoisme murni mengacu pada hasrat untuk tampak cerdas, dibicarakan orang, diingat setelah mati, dan membalas orang-orang dewasa yang meremehkan kita di masa kecil
- Sifat seperti ini tidak hanya muncul pada penulis, tetapi juga luas terlihat pada ilmuwan, seniman, politikus, pengacara, tentara, pengusaha sukses, dan orang-orang lapisan atas lainnya
- Setelah melewati usia tiga puluh, kebanyakan orang melepaskan ambisi pribadi, hidup untuk orang lain, atau tenggelam dalam kerja keras, tetapi segelintir orang yang berbakat dan keras kepala terus mendorong hidup mereka sendiri hingga akhir, dan penulis termasuk di antaranya
- Penulis yang serius pada umumnya lebih penuh kesombongan dan lebih berpusat pada diri sendiri daripada jurnalis, tetapi kurang tertarik pada uang
- Semangat estetis berarti kemampuan merasakan keindahan dunia luar, atau keindahan dalam kata-kata dan susunannya yang tepat
- Ia memperoleh kesenangan dari benturan bunyi, kepadatan prosa yang baik, dan ritme cerita yang baik, serta ingin membagikan pengalaman yang dianggap berharga itu kepada orang lain
- Bahkan orang yang menulis pamflet atau buku pelajaran pun bisa tertarik pada unsur-unsur yang tidak praktis seperti kata dan frasa yang disukai, bentuk huruf, atau lebar ruang kosong
- Jika sebuah buku melampaui taraf buku petunjuk kereta api, maka ia tidak pernah sepenuhnya bebas dari pertimbangan estetis
- Dorongan historis adalah hasrat untuk melihat sesuatu sebagaimana adanya, menemukan fakta yang benar, dan menyimpannya bagi generasi mendatang
- Tujuan politik adalah, dalam arti politik yang paling luas, hasrat untuk mendorong dunia ke arah tertentu dan mengubah gambaran masyarakat yang seharusnya dituju manusia
- Gagasan bahwa seni harus tidak berhubungan dengan politik itu sendiri juga termasuk salah satu sikap politik
Titik balik menuju politik
- Ia menulis bahwa keempat dorongan ini saling berbenturan dan bobotnya berubah dari waktu ke waktu, dan jika hanya melihat wataknya ketika mulai dewasa, tiga yang pertama lebih kuat daripada yang keempat
- Seandainya hidup di masa damai, ia mungkin akan menulis buku yang mewah atau sekadar deskriptif, dan mungkin menjalani hidup tanpa terlalu sadar akan kesetiaan politiknya sendiri
- Dalam kenyataannya, ia justru terdorong menjadi semacam penulis pamflet, dan perkembangan itu dibentuk oleh pengalaman-pengalaman konkret
- Di Burma ia bekerja selama lima tahun pada pekerjaan yang tidak cocok baginya sebagai Indian Imperial Police
- Setelah itu ia mengalami kemiskinan dan rasa gagal, sehingga kebencian alaminya pada otoritas makin kuat, dan untuk pertama kalinya ia benar-benar menyadari keberadaan kelas pekerja
- Pengalaman di Burma membuatnya sampai batas tertentu memahami watak imperialisme, tetapi belum memberinya arah politik yang tepat
- Peristiwa-peristiwa seperti Hitler dan Spanish Civil War terus menyusul, tetapi sampai akhir 1935 ia belum juga sampai pada kesimpulan yang jelas, dan dilema itu ia tuangkan dalam puisi pendek
- Di dalam puisi itu berulang gambaran tentang impian menjadi rohaniwan di zaman yang lebih tenang atau hidup di tengah alam, sementara zaman yang nyata justru berubah menjadi dunia yang dikuasai logam dan kekuasaan, sehingga sulit untuk bermimpi demikian
- Ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang berjalan di antara priest dan commissar, memperlihatkan perasaan tidak sepenuhnya menjadi bagian dari salah satu pihak
- Perang Spanyol 1936–37 dan peristiwa-peristiwa lain mengubah timbangan itu, dan sejak saat itu ia tahu dengan jelas di mana posisinya
- Semua karya seriusnya setelah 1936, baik langsung maupun tidak langsung, ditulis untuk menentang totalitarianisme dan mendukung sosialisme demokratis sebagaimana ia memahaminya
- Pada zaman seperti ini, gagasan untuk menulis dengan menghindari tema-tema itu sendiri tidak bermakna; semua orang pada satu atau lain bentuk akan menulis soal itu, dan perbedaannya terletak pada pihak mana yang dipilih serta pendekatan apa yang diambil
- Semakin ia menyadari keberpihakan politiknya sendiri, semakin besar pula kemungkinan untuk bertindak secara politis tanpa mengorbankan keutuhan estetis dan intelektual
Menjadikan tulisan politik sebagai seni
- Selama sepuluh tahun terakhir, hal yang paling ingin ia lakukan adalah menjadikan tulisan politik sebagai seni
- Ketika mulai menulis buku, titik berangkatnya selalu berupa perasaan memihak dan rasa akan ketidakadilan; terlebih dulu muncul kebohongan yang ingin diungkap atau fakta yang ingin disorot
- Menulis buku atau artikel majalah panjang pada dasarnya adalah upaya agar orang mau mendengarkan, tetapi pada saat yang sama ia berpandangan bahwa tanpa menjadi pengalaman estetis, tulisan itu tidak akan bisa diselesaikan sampai akhir
- Jika menengok kembali karyanya sendiri, bahkan dalam propaganda yang terang-terangan pun banyak unsur yang oleh politikus profesional akan dianggap tidak relevan
- Ia tidak bisa dan juga tidak ingin sepenuhnya meninggalkan pandangan dunia yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, dan menulis bahwa selama masih hidup ia akan tetap mempertahankan rasa yang kuat terhadap gaya prosa serta terus menyukai permukaan tanah, benda-benda padat, dan kepingan informasi yang tampak tak berguna
- Tugas yang harus diselesaikan adalah mendamaikan selera dan kebencian yang berakar dalam dengan aktivitas publik dan impersonal yang dipaksakan zaman ini kepada semua orang
Benturan antara kejujuran dan bentuk
- Pendamaian ini tidak mudah; ia menimbulkan persoalan susunan dan bahasa, dan terutama memunculkan kembali masalah kejujuran
- Homage to Catalonia yang membahas Spanish Civil War adalah buku yang secara terang-terangan politis, tetapi secara umum tetap ditulis dengan menjaga jarak tertentu dan rasa bentuk
- Dalam buku itu ia berusaha keras mengatakan seluruh kebenaran tanpa merusak naluri kesusastraannya
- Namun buku itu juga memuat satu bab panjang berisi kutipan surat kabar dan semacamnya untuk membela kaum Trotskyis yang dituduh bersekongkol dengan Franco, dan bab seperti itu biasanya dalam satu atau dua tahun saja sudah kehilangan daya tarik bagi pembaca biasa sehingga dapat merusak buku
- Seorang kritikus yang ia hormati menegurnya bahwa bagian itu membuat buku yang bagus berubah menjadi jurnalisme, dan ia mengakui bahwa kritik itu benar
- Namun demikian, karena ia mengetahui adanya tuduhan palsu terhadap orang-orang tak bersalah yang di Inggris hanya diketahui oleh sangat sedikit orang, ia tidak bisa menulisnya dengan cara lain; ia juga menulis bahwa jika ia tidak marah pada hal itu, sejak awal ia tidak akan menulis buku tersebut
Bahasa, gaya, dan Animal Farm
- Soal bahasa, katanya, lebih halus dan tidak akan dibahas panjang lebar, tetapi ia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ia berusaha menulis dengan lebih sedikit unsur gambar dan dengan cara yang lebih tepat
- Ia menulis bahwa setiap kali sebuah gaya hampir selesai dikuasai, ia sudah merasa melampauinya
- Animal Farm adalah buku pertama di mana ia berusaha menggabungkan tujuan politik dan tujuan artistik menjadi satu, dengan cukup sadar atas apa yang sedang ia lakukan
- Ia memang tidak menulis novel selama tujuh tahun, tetapi ingin segera menulis novel lain; ia juga menulis bahwa setiap buku pasti akan gagal, namun ia cukup jelas mengetahui jenis buku seperti apa yang ingin ia tulis
Derita menulis dan prosa yang baik
- Jika hanya melihat bagian awal, motif menulisnya mungkin tampak sepenuhnya lahir dari semangat publik, tetapi ia menegaskan bahwa ia tidak ingin mengakhirinya dengan kesan seperti itu
- Semua penulis memiliki kesombongan, egoisme, dan kemalasan, dan di lapisan terdalam motif itu terdapat sesuatu yang misterius
- Menulis buku adalah perjuangan yang mengerikan dan menguras tenaga, seperti bergulat lama dengan penyakit yang menyakitkan; orang tidak akan memulainya kecuali didorong oleh semacam iblis yang tidak bisa dilawan maupun dipahami
- Iblis itu mungkin serupa dengan naluri yang membuat bayi menjerit untuk menarik perhatian
- Pada saat yang sama, untuk menulis sesuatu yang layak dibaca, seseorang harus terus-menerus berusaha menghapus kepribadiannya sendiri, dan prosa yang baik itu seperti kaca jendela
- Ia merangkum bahwa ia tidak bisa mengatakan dengan pasti motif mana yang paling kuat, tetapi ia tahu motif mana yang harus diikuti
- Ketika meninjau kembali karyanya sendiri, ia mendapati bahwa di tempat-tempat yang kekurangan tujuan politik, selalu lahir buku yang tak bernyawa dan ia mudah tergelincir ke kalimat yang tidak bermakna, kata sifat ornamental, dan kepalsuan secara keseluruhan
1 komentar
Komentar Hacker News
Ini tulisan yang ditulis pada 1946, tetapi jika melihat https://en.wikipedia.org/wiki/George_Orwell_bibliography#Nov..., buku Orwell yang terbit berurutan adalah Coming Up for Air (1939) dan Animal Farm (1945)
Kalau melihat 7 tahun yang disebut di sini, tampaknya ia menganggap Coming Up for Air sebagai novel sebelumnya dan tidak menghitung Animal Farm sebagai novel. Aku jadi penasaran kenapa
Bagaimanapun, karya berikutnya yang katanya akan segera ia tulis dan yang ia firasatkan akan menjadi karya gagal adalah Nineteen Eighty-Four (1949)
Rasanya sudah bertahun-tahun aku hampir tidak pernah membaca kalimat sebaik ini
Aku juga tidak tahu apakah ini masalah rata-rata kualitas tulisan modern, atau masalah kebiasaan membacaku
Seperti kutipan itu, menulis buku adalah pertarungan panjang dan menyakitkan seperti sakit berkepanjangan, dan gagasan bahwa seseorang didorong oleh semacam dorongan kreatif yang tak bisa benar-benar dipahami maupun dilawan terasa sangat kuat
Pada akhirnya, hidupku juga adalah proses mencari cara menyelaraskan dorongan itu ke hal yang benar-benar ingin kulakukan
Dwarf yang mendapat inspirasi dan ingin membuat mahakarya bisa menjadi gila atau merusak dirinya sendiri jika tidak bisa mendapatkan bahan yang dibutuhkan
Menarik bahwa dalam game yang mensimulasikan sejarah, perang, cinta, geologi, dinamika fluida, sampai prognosis cedera per bagian tubuh, frustrasi kreatif dimasukkan sebagai bagian penting dari realism
Melihat ia mendorong seri 20 jilid sebelum era informasi, terasa bahwa daya dorong yang seperti iblis yang disebut di sini juga mengalir kuat dalam buku-buku itu
Tulisan ini memang sudah pernah muncul 9 kali sebelumnya, tetapi thread yang punya komentar hanya beberapa, dan itu pun tidak banyak
George Orwell: Why I Write (1946) - https://news.ycombinator.com/item?id=7901401 - June 2014 (9 comments)
George Orwell: Why I write - https://news.ycombinator.com/item?id=3122646 - Oct 2011 (1 comment)
Kisah tentang kebiasaan Orwell terus-menerus mendeskripsikan adegan di dalam kepalanya benar-benar menarik, tetapi sangat berbeda dari pengalamanku
Aku hampir tidak pernah berpikir dengan kata-kata kecuali saat sedang bersiap menuliskannya atau mengucapkannya
Sebaliknya, aku juga tahu setidaknya ada satu penulis yang bahkan saat menulis atau menyiapkan ucapan pun tidak berpikir dengan kata-kata
Jika tertarik pada Orwell, seri podcast tentang tulisannya sebelum dan sesudah Perang Dunia II ini sangat bagus
https://www.ppfideas.com/episodes/orwell%E2%80%99s-war%3A-th...
https://www.ppfideas.com/episodes/orwell%E2%80%99s-war%3A-fa...
https://www.ppfideas.com/episodes/orwell%E2%80%99s-war%3A-fr...
Seri ini tidak memujinya secara tak kritis, tetapi membahas dengan jelas di mana ia sering keliru dan bagian-bagian ketika ia tidak cukup mengkritik dirinya sendiri
Namun tetap memberi pengakuan yang layak pada hal-hal besar yang benar-benar ia prediksi dengan tepat, seperti cold war, jadi terasa seimbang
https://www.bbc.co.uk/programmes/m001bz77
https://www.bbc.co.uk/programmes/b07wgkz4
https://www.ppfideas.com/episodes/history-of-ideas%3A-george...
David Runciman adalah salah satu podcaster favoritku. Aku mengenalnya sejak masa Talking Politics dari London Review of Books, dan tetap mengikutinya setelah ia pindah ke Past, Present, Future
Ia orang Inggris, pernah menjadi profesor ilmu politik di Cambridge, lalu meninggalkan posisinya untuk fokus pada podcasting. Topiknya mencakup sejarah politik dan filsafat politik secara luas dari era Yunani hingga sekarang, dan kekuatannya ada pada menjelaskan latar belakang isu, bukan tenggelam dalam hiruk-pikuk isu aktual itu sendiri
Analisisnya tidak klise, kritis bahkan terhadap kubunya sendiri, dan memperlakukan subjek yang tidak ia sukai dengan adil. Misalnya, ia menilai Atlas Shrugged rendah tetapi tetap membacanya dengan wawasan yang mengejutkan
Ia jarang membuat kesalahan besar, tetapi pernah terus-menerus menyebut B-29 era Perang Dunia II sebagai B-52 era Perang Dingin saat membahas pengeboman Hiroshima
Aku juga suka penjelasannya yang tepat tentang definisi pemerintah menurut Max Weber sebagai "entitas yang dapat mengklaim penggunaan kekuatan fisik yang sah". Ringkasan umum seperti monopoly on violence menurutku menggeser fokus secara keliru dari legitimacy ke force, dan secara faktual juga salah
Penjelasan ini muncul sekitar menit ke-15 di https://play.acast.com/s/history-of-ideas/weberonleadership
Ia juga adalah 4th Viscount Runciman of Doxford, dan masih berkerabat dengan Lord Acton, jadi latar belakang seperti ini juga terasa menyenangkan dengan caranya sendiri
Buatku yang lelah dengan kekacauan politik dan berita akhir-akhir ini, informasi dan cara penyampaiannya terasa seperti udara segar. Sangat layak direkomendasikan
Baru kali ini aku tahu ada majalah bernama Gangrel https://en.wikipedia.org/wiki/Gangrel_(magazine)
Majalah ini hanya terbit 4 edisi, dan esai ini dimuat di edisi terakhirnya. J.B. Pick dan Charles Neil, yang saat itu berusia 24 tahun, bertanya kepada berbagai penulis termasuk Orwell mengapa mereka menulis, dan Pick kemudian juga menjadi penulis
Jadi rasanya mungkin saja kita tidak akan pernah melihat esai ini jika dua editor muda yang baru mulai menapakkan diri itu tidak bertanya kepada para penulis tentang alasan mereka menulis
Melihat pembicaraan tentang "demon" dalam esai ini juga mengingatkanku pada perkataan ibuku: "menulislah hanya jika kamu memang tidak bisa hidup tanpa menulis"
Jacob Geller hari ini mengunggah video esai tentang 1984
https://www.youtube.com/watch?v=4cdowB9udPc
Kemampuan menatap fakta yang tidak menyenangkan secara langsung itu nyaris seperti kekuatan super
Kalau semua orang memilikinya, dunia mungkin akan jauh lebih baik
Terkait ini, episode Econtalk tentang George Orwell juga layak direkomendasikan. Tamu episodenya adalah Christopher Hitchens
https://www.youtube.com/watch?v=W8Dg9T14c4k
Mungkin alasan tulisan ini muncul lagi adalah karena ulasan-ulasan tentang animasi baru Animal Farm
Ulasan ini enak dibaca dan cukup singkat: https://consequence.net/2026/04/animal-farm-review-andy-serk...