2 poin oleh GN⁺ 2025-12-11 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Robot pengantar berbasis aplikasi dari Serve Robotics dan Coco bermunculan dalam jumlah besar di trotoar kawasan utara Chicago, memicu kontroversi soal keselamatan dan aksesibilitas
  • Warga menilai robot mengambil alih ruang pejalan kaki dan menghambat mobilitas penyandang disabilitas, lalu meluncurkan petisi dengan pesan bahwa “trotoar adalah ruang untuk manusia”
  • Petisi yang ditandatangani lebih dari 1.500 orang ini meminta pemerintah kota mempublikasikan hasil investigasi keselamatan dan ADA (Undang-Undang Disabilitas), serta menggelar dengar pendapat publik
  • Sejumlah warga menilai desainnya yang lucu dan perilakunya yang ramah secara positif, tetapi banyak yang menyoroti kasus tabrakan dan insiden
  • Anggota dewan kota dan kamar dagang setempat mulai mengumpulkan opini warga dan meninjau kebijakan, sehingga pembahasan soal keberlanjutan pengantaran robot di dalam kota mulai berlangsung serius

Meluasnya robot pengantar di trotoar Chicago

  • Di kawasan utara Chicago (Lakeview, Lincoln Park, Uptown, dll.), robot pengantar milik Serve Robotics aktif beroperasi
    • Digunakan untuk pengantaran makanan seperti Shake Shack dan Taco Bell, serta terlihat berhenti di jalan bersalju atau bergerak di trotoar sempit
    • Sebagian warga menyebutnya “lucu”, tetapi warga lain khawatir terhadap ancaman terhadap keselamatan pejalan kaki
  • Coco dan Serve Robotics masuk ke kota ini setelah program percontohan perangkat pengantaran pribadi (Delivery Device) pada 2022
    • Coco beroperasi di distrik 27 dan 34 seperti Loop dan West Loop, serta bekerja sama dengan Shake Shack
    • Serve bermitra dengan sekitar 100 restoran di 14 wilayah dan memperluas operasinya sejak September 2025

Penolakan warga dan gerakan petisi

  • Warga Lincoln Park, Josh Robertson, memulai petisi melalui nosidewalkbots.org dengan slogan “trotoar adalah ruang untuk manusia
    • Ia menuntut departemen transportasi dan perdagangan kota mempublikasikan hasil investigasi keselamatan dan ADA, menggelar dengar pendapat publik, serta menyiapkan regulasi
    • Per 2 Desember, lebih dari 1.500 orang telah menandatangani, dan 350 orang mengirim laporan kasus kecelakaan atau kontak dengan robot
  • Robertson menyebut pengalamannya harus menghindari robot saat berjalan bersama anaknya, dan khawatir bahwa “jika program ini diperluas, trotoar akan dipenuhi robot”

Respons anggota dewan kota dan komunitas

  • Anggota dewan Angela Clay (distrik 46) dan Bennett Lawson (distrik 44) mengadakan survei untuk warga
    • Mereka mengumpulkan pengalaman penggunaan robot, opini setuju/tidak setuju, dan kekhawatiran soal keselamatan
    • Lawson mengatakan bahwa “umpan balik ini akan digunakan dalam diskusi dengan departemen kota dan operator”
  • Warga Uptown, Gaby Rodriguez, menyatakan bahwa pendapat warga seharusnya dikumpulkan sebelum penerapan, dan menyuarakan kekhawatiran soal hilangnya kendali atas ruang pejalan kaki
  • Kamar Dagang Lakeview/Roscoe Village menilai bahwa “untuk saat ini opini publik cenderung negatif, dan kelanjutan program percontohan masih belum jelas”

Sikap perusahaan dan klaim teknis

  • Wakil presiden Serve Robotics, Viggy Ram, mengatakan bahwa tujuannya adalah meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan pengantaran jarak dekat,
    dan mengklaim bahwa “robot dapat mengenali empat arah sekaligus sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih aman daripada pengemudi
    • Setiap robot dilengkapi label ‘Contact Us’ untuk menerima masukan dari warga
  • Pihak Coco menjelaskan bahwa mereka menempatkan keselamatan dan kerja sama dengan komunitas sebagai prioritas utama, serta secara ketat menjaga kepatuhan ADA dan protokol penanganan insiden

Pokok utama perdebatan

  • Sebagian warga menunjukkan bahwa nama dan desain robot yang bernuansa manusiawi mengaburkan inti persoalan
    • Dilaporkan berbagai contoh insiden konkret seperti aksesibilitas penyandang disabilitas, hambatan bagi kendaraan darurat, dan tabrakan dengan sepeda
  • Rodriguez menegaskan bahwa “perusahaan masuk tanpa memahami karakter wilayah setempat”,
    dan bahwa “trotoar adalah ruang terakhir yang masih berpusat pada manusia, sehingga pendudukan komersial oleh perusahaan tidak boleh dibiarkan
  • Robertson mengatakan bahwa “suara warga mulai diperhitungkan”,
    dan menambahkan bahwa sekarang adalah saatnya membahas “bentuk komunitas lingkungan seperti apa yang ingin dibangun kota ini

Prospek ke depan

  • Bergantung pada hasil survei kota dan petisi, ada kemungkinan diputuskan perpanjangan atau penghentian program percontohan robot pengantar
  • Komunitas setempat menuntut keseimbangan antara inovasi teknologi dan keselamatan publik,
    sementara pengantaran robot menjadi ajang uji untuk melihat masa depan infrastruktur kota dan ruang publik

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.