- Teknologi penyuntingan gen CRISPR digunakan untuk mengembangkan strain jamur baru yang lebih efisien, lebih bergizi, dan lebih berkelanjutan dibanding sebelumnya
- Jamur ini adalah Fusarium venenatum, spesies yang memiliki rasa dan tekstur mirip daging dan telah disetujui untuk pangan di berbagai negara
- Tim peneliti menghapus gen chitin synthase dan gen pyruvate decarboxylase untuk meningkatkan daya cerna dan efisiensi metabolisme
- Strain baru FCPD mengurangi penggunaan gula sebesar 44% dan meningkatkan kecepatan produksi sebesar 88% saat menghasilkan protein, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 60%
- Teknologi ini dinilai sebagai kemajuan penting yang dapat sekaligus mewujudkan produksi pangan berkelanjutan dan pengurangan beban lingkungan
Strain protein baru yang dikembangkan dengan CRISPR
- Tim peneliti menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR untuk mengembangkan strain Fusarium venenatum yang lebih efisien dan lebih bernilai gizi dibanding strain yang ada
- Jamur ini sudah dikenal memiliki rasa dan tekstur mirip daging, sehingga telah disetujui untuk pangan di banyak negara
- Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal Trends in Biotechnology
- Karena pertanian hewan saat ini menyumbang sekitar 14% emisi gas rumah kaca global, riset ini menjawab kebutuhan akan protein alternatif yang ramah lingkungan
Proses penyuntingan gen dan peningkatan fungsi
- Tim peneliti mengoptimalkan struktur dan metabolisme jamur dengan menghapus dua gen
- Pertama, gen chitin synthase dihapus untuk menipiskan dinding sel sehingga meningkatkan kemudahan pencernaan dan bioavailabilitas protein
- Kedua, gen pyruvate decarboxylase dihapus untuk meningkatkan efisiensi metabolisme
- Hasilnya, strain baru FCPD menggunakan 44% lebih sedikit gula untuk menghasilkan jumlah protein yang sama, dan dapat diproduksi dengan kecepatan 88% lebih tinggi
Keunggulan lingkungan dan efisiensi produksi
- Dalam produksi skala besar, FCPD dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 60% dibanding produksi protein jamur konvensional
- Dibandingkan produksi daging ayam di Tiongkok, strain ini menunjukkan pengurangan penggunaan lahan sebesar 70% dan penurunan risiko pencemaran air tawar sebesar 78%
- Hasil ini menunjukkan bahwa strain tersebut merupakan sumber protein dengan jejak lingkungan rendah, terlepas dari lokasi produksinya
Makna sebagai teknologi pangan berkelanjutan
- Tim peneliti menyatakan bahwa pangan hasil penyuntingan gen seperti ini dapat memenuhi permintaan pangan global tanpa menanggung biaya lingkungan dari pertanian konvensional
- Studi ini dinilai sebagai kemajuan besar di bidang teknologi pangan berkelanjutan
- Makalah terkait tersedia dalam akses terbuka, dan informasi tambahan dapat ditemukan di situs EurekAlert! dan Cell
Belum ada komentar.