2 poin oleh GN⁺ 1 hari lalu | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Konsumsi kopi habitual mengubah mikrobiota usus, metabolit, respons imun, suasana hati, dan indikator kognitif secara bersamaan, dan perubahan ini juga berlanjut seiring waktu selama penghentian dan pengenalan kembali kopi
  • Setelah membandingkan 62 orang dewasa sehat lalu menerapkan penghentian selama 2 minggu dan pengenalan kembali selama 3 minggu pada peminum kopi tingkat sedang, hasilnya menunjukkan bahwa saat berhenti minum kopi tekanan darah menurun, impulsivitas dan reaktivitas emosional berkurang, serta performa PASAT membaik
  • Setelah pengenalan kembali, pada kopi berkafein terlihat penurunan kecemasan dan distres psikologis, peningkatan PASAT, serta penurunan kortisol saat bangun tidur, sedangkan pada kopi tanpa kafein diamati perbaikan pada tugas memori seperti ModRey dan PAL
  • Di usus, strain seperti Veillonella, Eggerthella, dan Cryptobacterium curtum serta metabolit seperti caffeine, theophylline, hippuric acid, dan ICA berubah sesuai ada atau tidaknya konsumsi kopi, sementara di urine metabolit kafein dan metabolit fenolik terbedakan dalam pola yang berbeda
  • Keterkaitan yang kuat juga terlihat antara spesies mikroba, metabolit termasuk theophylline, dan skor kognitif serta perilaku, yang mendukung kemungkinan bahwa kopi merupakan faktor yang mengatur microbiota-gut-brain axis

Pendahuluan dan tujuan penelitian

  • Kopi adalah minuman nabati yang dibuat dari biji kopi yang diproses, dan rasa serta komposisinya berbeda-beda tergantung jenis biji, tingkat kematangan, pemrosesan, pemanggangan, dan metode ekstraksi

    • Fitokimia utamanya mencakup alkaloid seperti caffeine, (poly)phenols yang mencakup phenolic acids, diterpenes, serta melanoidins yang terbentuk selama proses pemanggangan
  • Konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan berbagai indikator kesehatan

    • Terkait dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit hati, penyakit kardiovaskular, dan kanker 1 2 3
    • Dalam studi potong lintang berskala besar terhadap 468.629 orang tanpa penyakit kardiovaskular klinis, konsumsi kopi ringan hingga sedang dikaitkan dengan tingkat kematian total, kematian kardiovaskular, dan kejadian stroke yang lebih rendah 4
    • Risiko Parkinson’s disease tampak lebih rendah secara bergantung dosis di berbagai kohort manusia 5 6 7
    • Dalam meta-analisis, risiko depresi juga tampak lebih rendah 8 9, dan satu meta-analisis kohort tentang penurunan kognitif menunjukkan kejadian Alzheimer’s disease turun 27% 10
  • Selain efek sistemiknya, perubahan pada fungsi otak juga diamati

    • Studi fMRI menunjukkan bahwa peminum kopi habitual memiliki konektivitas fungsional yang berbeda di area yang terkait dengan pemrosesan sensorik, motorik, dan emosi 11
    • Data terbaru menunjukkan korelasi positif dengan kinerja kognitif, terutama memori dan kecepatan pemrosesan pada orang lanjut usia 12
    • Konsumsi kopi menaikkan cortisol secara sementara lalu kembali normal pada penggunaan habitual, yang menunjukkan adaptasi fisiologis 13
    • Dampaknya terhadap stres menunjukkan hasil yang tidak konsisten antarpenelitian 14 15 16
  • Kopi juga bekerja langsung pada sistem gastrointestinal

    • Meningkatkan keasaman lambung dan merangsang sekresi hormon yang membantu pencernaan
    • Baik kopi caffeinated maupun decaffeinated sama-sama meningkatkan kontraktilitas otot polos ileum dan kolon sehingga membantu mencegah konstipasi 17 18
    • Kopi memiliki jalur langsung, ketika komponen kopi atau metabolit sirkulasinya berinteraksi dengan target biologis tertentu, dan jalur tidak langsung, melalui perubahan sistem seperti mikrobiota usus
  • Mikrobiota usus merespons kopi, dan kopi menunjukkan efek mirip prebiotik 19

    • Efek ini terutama muncul melalui senyawa mirip serat dan phenolics seperti chlorogenic acids, termasuk caffeoylquinic, feruloylquinic, dan coumaroylquinic acids
    • Melanoidins dalam kopi dapat mendorong pertumbuhan bakteri penghasil SCFA sehingga dapat meningkatkan kadar serum short-chain fatty acid 20 21 22
    • Beberapa studi mengaitkan konsumsi kopi dengan pertumbuhan spesies dari genus Bacteroides, Bifidobacterium, dan Lactobacillus 20 23 24 25 26 27 28
    • Bioavailabilitas dan metabolisme (poly)phenols kopi sangat bervariasi antarindividu, dan perbedaan ini dipengaruhi oleh gut microbiome 29 30
    • Phenolics kopi dapat mengaktifkan faktor respons antioksidan di otak sehingga dapat mengurangi neuroinflammation 31 32 33 34
  • Studi metagenomics terbaru menunjukkan hubungan kuat antara kopi dan mikrobiota usus

    • Dalam studi dengan lebih dari 1.000 peserta, hubungan antara lebih dari 150 komponen makanan dan komposisi mikrobiota usus dianalisis; konsumsi kopi teridentifikasi sebagai makanan dengan korelasi paling kuat, dan hasilnya juga tervalidasi pada kohort kedua 35
    • Konsumsi kopi dikaitkan dengan peningkatan kadar Lawsonibacter asaccharolyticus yang bermanfaat bagi produksi butyrate 36
    • Pentingnya makanan dan minuman terhadap jalur pensinyalan dua arah pada microbiota-gut-brain axis semakin mendapat perhatian 37
  • Dinamika temporal konsumsi kopi, penghentian, dan pengenalan kembali, perbedaan metabolisme phenolics kopi antarindividu yang dibentuk oleh gut microbiome, serta kontribusi yang dimediasi microbiome antara konsumsi kopi dan fungsi otak masih belum dipetakan dengan memadai

  • Penelitian ini melacak cara kerja kopi dalam konteks microbiota-gut-brain axis melalui analisis multilapis simultan

  • Membandingkan orang dewasa sehat yang merupakan peminum kopi moderat dengan yang tidak mengonsumsi kopi, lalu menilai efek temporal penghentian dan pengenalan kembali kopi terhadap kognisi, suasana hati, dan perilaku melalui kuesioner swalapor

    • Pada saat yang sama, gut microbiota diprofilkan dengan shotgun metagenomics serta targeted·untargeted metabolomics
    • Jalur microbiota-gut-brain axis seperti stress, inflammation, dan microbial-derived metabolites juga dieksplorasi 38
    • Perubahan pada (poly)phenols 39, peningkatan bakteri penghasil butyrate 36, serta senyawa neuroaktif seperti SCFAs dan γ-aminobutyric acid juga ditelaah 17
    • Peran caffeine juga dipertimbangkan, tetapi kopi diperlakukan sebagai campuran kompleks yang mengandung berbagai senyawa yang dapat memengaruhi usus

Desain penelitian dan karakteristik peserta

  • Studi prospektif ini terdiri dari tiga tahap, dan pada tiap tahap dievaluasi cognition, stress, physical health, mood, immune function, gut microbiome, dietary intake, metabolite composition
    • Gambaran desain disajikan pada Fig. 1
  • Dari September 2021 hingga Januari 2023, direkrut 62 orang dewasa sehat usia 30–50 tahun yang tinggal di Irlandia
    • NCD n = 31 adalah kelompok yang sama sekali tidak minum kopi, dan CD n = 31 adalah konsumen moderat yang biasanya minum 3–5 cangkir kopi per hari
    • Pada baseline, NCD dan CD dibandingkan secara cross-sectional, lalu prosedur berikutnya hanya dijalankan pada CD
  • CD menghentikan semua jenis kopi selama 14 hari, lalu setelah washout dialokasikan ke decaffeinated n = 15 atau caffeinated n = 16 untuk reintroduksi selama 21 hari Fig. 1A
    • Alokasi dilakukan dengan stratifikasi berdasarkan jenis kelamin dan block randomization 5 orang, dan desainnya adalah double-blinded, parallel design
  • Secara keseluruhan, peserta perempuan lebih banyak, dan mayoritas lahir per vaginum Table 1
  • Pada titik awal, CD memiliki asupan caffeine harian yang lebih tinggi daripada NCD, dan NCD memang menghentikan lebih banyak caffeine sebelum kunjungan baseline, tetapi tetap jauh di bawah tingkat yang dapat memicu gejala putus caffeine Table 1 Supplementary Data 1
  • alcohol consumption, education years, CTQ sub-scores, dan predicted IQ berbasis NART tidak berbeda antara kedua kelompok, dan item yang sama juga tidak berbeda antara kelompok caffeinated dan decaffeinated pada tahap intervensi Table 1 Supplementary Data 15
  • Semua peserta menjalani analisis genotipe SNP rs2298383 dan rs5751876 pada ADORA2A yang terkait dengan sensitivitas caffeine
    • NCD memiliki proporsi C/C haplotype yang lebih tinggi pada rs2298383, sedangkan CD lebih banyak C/T
    • Pada rs5751876, NCD lebih banyak T/T, sedangkan CD lebih banyak C/T Table 1 Supplementary Fig. 1
    • Studi sebelumnya mengaitkan T/T haplotype pada rs5751876 dengan konsumsi kopi yang lebih tinggi 40, tetapi pada sampel ini terlihat pola yang berbeda
  • Full size image: Fig. 1 memvisualisasikan perubahan pada cognition, physiology, dan craving akibat konsumsi kopi, penghentian, dan reintroduksi
    • Panel A menunjukkan ringkasan eksperimen: baseline V2, V3 setelah 2 minggu tanpa kopi, dan 3 minggu setelah reintroduksi caffeinated atau decaffeinated
    • Panel B adalah heatmap hasil kuesioner dibandingkan baseline CD, dengan merah menandakan effect size positif dan biru effect size negatif
    • Panel C adalah heatmap respons kuesioner terkait craving dan fatigue setelah caffeine abstinence dan reintroduksi
    • Kotak teks bernomor menunjukkan perbandingan dengan Cohen’s d > 0.5
    • Ukuran sampel adalah masing-masing n = 31 untuk baseline CD dan NCD, washout n = 31, decaffeinated n = 15, caffeinated n = 16
  • Full size table: Table 1 menyajikan karakteristik demografis pada baseline

Asupan diet dan kesejahteraan umum

  • Asupan makanan dipantau dengan catatan diet berbobot selama 7 hari sebelum tiap kunjungan
  • Pada baseline, tidak ditemukan perbedaan asupan diet antara CD dan NCD Supplementary Data 2a
  • Setelah 2 minggu caffeine abstinence, asupan diet CD secara umum juga tidak berubah
    • Kelompok caffeinated melaporkan asupan magnesium yang sedikit lebih rendah, dan perubahan ini bertahan hingga akhir studi
    • Kelompok decaffeinated menunjukkan sedikit peningkatan asupan selenium pada akhir studi dibandingkan baseline Supplementary Data 2b–e
    • Selain itu, tidak ditemukan perbedaan asupan macro-, micronutrients, maupun food groups
  • Pada baseline, CD dan NCD tidak berbeda dalam BMI, tekanan darah, stress, anxiety, depression, gastrointestinal symptoms, sleep quality, physical activity Supplementary Data 3
  • Indikator-indikator ini juga tidak berubah setelah caffeine washout Supplementary Data 4
  • Namun, pada CD, 2 minggu penghentian kopi secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik Supplementary Data 5
  • BMI tidak berubah pada kedua kelompok, baik caffeinated maupun decaffeinated, setelah washout dan intervensi kopi
  • Kelompok yang mengonsumsi kopi caffeinated menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dibandingkan kelompok decaffeinated Supplementary Data 6

Perubahan perilaku dan kognisi

  • Penghentian dan reintroduksi kopi secara umum

    • Dalam kuesioner laporan diri, CD memiliki skor total skala impulsivitas UPPS-P dan subskor Sensation Seeking yang lebih tinggi dibanding NCD Fig. 1B Supplementary Data 3
    • CD juga memiliki skor ERS yang lebih tinggi dibanding NCD Fig. 1B Supplementary Data 3
    • Skor total UPPS-P dan Negative Urgency menurun secara signifikan dibanding baseline setelah penghentian kopi, dan sensitivity, intensity, persistency, serta skor total pada ERS juga ikut menurun Fig. 1B Supplementary Data 4
    • Kinerja PASAT membaik setelah penghentian kopi, dan pada tahap reintroduksi skor meningkat pada kelompok caffeinated Supplementary Data 4 Supplementary Data 5
    • Saat membandingkan awal dan akhir intervensi, kelompok caffeinated menunjukkan penurunan pada STAI-Trait anxiety dan HSCL psychological distress, sementara kedua kelompok sama-sama menunjukkan perbaikan pada perceived stress, BDI, dan UPPS-P Supplementary Data 5
    • Jika membandingkan waktu awal studi dan setelah intervensi, kedua kelompok sama-sama mengalami penurunan pada UPPS-P, skor total ERS, dan ERS sensitivity, sedangkan ERS intensity hanya menurun pada decaffeinated drinkers Supplementary Data 6
    • Pada caffeinated drinkers, perseverance dan negative urgency menurun, sedangkan pada decaffeinated drinkers positive urgency menurun Supplementary Data 6
    • STAI-Trait menurun pada caffeinated drinkers, sementara HSCL, PSQI, dan IPAQ membaik pada decaffeinated drinkers Supplementary Data 6
  • Memori dan pembelajaran

    • Penilaian memori deklaratif dilakukan dengan ModRey episodic memory test
    • Pada baseline, kinerja CD dan NCD serupa, dan kedua kelompok sama-sama menunjukkan peningkatan delayed recall pada baseline Supplementary Data 7
    • Saat membandingkan waktu awal studi, baseline, dan akhir, perbaikan yang signifikan hanya muncul pada peserta yang menerima kopi decaffeinated Supplementary Data 8
    • Kelompok decaffeinated menunjukkan perbaikan pada beberapa komponen ModRey, sedangkan kelompok caffeinated tidak menunjukkan perubahan tersebut
    • Pada PAL task juga tidak ada perbedaan signifikan antara CD dan NCD di baseline, dan setelah intervensi hanya kelompok decaffeinated yang menunjukkan penurunan PAL errors Supplementary Data 7 Supplementary Data 8
    • Pada ERT, tidak ada perbedaan antara CD dan NCD di baseline, dan setelah intervensi baik caffeinated maupun decaffeinated tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibanding baseline Supplementary Data 8
  • Putus kafein, craving, dan kelelahan

    • Selama penghentian kopi 2 minggu pada CD, efek caffeine withdrawal dievaluasi melalui kuesioner laporan diri pada day 2, day 4, dan day 14 Fig. 1A
    • Skor craving tetap stabil sepanjang periode ini Fig. 1C Supplementary Fig. S8
    • Gejala withdrawal tinggi pada awal penghentian lalu menurun secara signifikan pada day 4 dan visit 3, dengan semua indikator termasuk kantuk dan sakit kepala ikut menurun Supplementary Fig. S9
    • Dalam laporan diri VAS, selama periode penghentian terlihat penurunan fatigue dan peningkatan energy Supplementary Fig. S9
    • Pada empat titik waktu selama tahap intervensi, perubahan keseluruhan gejala withdrawal tidak besar, dan pada decaffeinated drinkers muncul peningkatan drowsiness serta fatigue Supplementary Fig. S10a
    • Pada peserta decaffeinated, “decreased sociability, motivation to work” meningkat pada awal studi, sedangkan pada peserta caffeinated di T4 juga diamati peningkatan signifikan seiring waktu sekaligus penurunan signifikan pada item yang sama Supplementary Fig. S10d

Stres dan kortisol

  • Saat stres dan fisiologi kortisol dievaluasi dengan SECPT, NCD menunjukkan kecenderungan non-signifikan untuk memiliki peningkatan ΔSTAI-State yang lebih besar, yaitu kenaikan kecemasan yang dilaporkan sendiri, dibandingkan CD, dan juga memiliki kecemasan pra-uji yang lebih tinggi Supplementary Data 9
  • Pada SECPT di awal penelitian, tidak ada perbedaan kortisol saliva antara CD dan NCD, dan pada SECPT selama periode intervensi, kortisol saliva juga tidak berbeda dari baseline terlepas dari apakah kopinya caffeinated atau decaffeinated Supplementary Fig. S3a, b Supplementary Fig. S7
  • Pada CAR juga tidak ada perbedaan baseline antara CD dan NCD, dan setelah penghentian kopi pun tidak ada perubahan CAR, sehingga gejala putus caffeine pada CD tidak mengubah kadar kortisol Supplementary Fig. S3a, b Supplementary Fig. S4
  • Setelah intervensi, kelompok caffeinated memiliki kortisol saliva yang lebih rendah saat bangun tidur, sedangkan CAR pada kelompok decaffeinated tidak berubah Supplementary Fig. 5a, c
  • Selama SECPT, pada kedua kelompok perubahan pada kuesioner laporan diri tentang stres, mood, dan kecemasan tetap kecil
    • Kelompok caffeinated mengalami peningkatan PASA self-concept dan secondary appraisal
    • Kelompok decaffeinated menunjukkan skor Positive Affect Schedule yang lebih tinggi Supplementary Data 9
  • Peserta yang menerima kopi caffeinated maupun kopi decaffeinated sama-sama menunjukkan penurunan skor perceived stress, depresi, dan impulsivitas selama periode intervensi, dan perbaikan mood muncul terlepas dari ada tidaknya caffeine Supplementary Data 10

Respons imun dan fungsi gastrointestinal

  • Penanda inflamasi darah perifer

  • Respons ex vivo terhadap stimulasi LPS

    • Dalam stimulasi ex vivo pada darah utuh yang diberi perlakuan LPS, NCD pada baseline menunjukkan kenaikan IL-6 yang lebih besar setelah stimulasi TLR4 dibandingkan CD
    • Setelah menjalani 2 minggu tanpa kopi, sekresi IL-6 meningkat secara signifikan dibandingkan baseline
    • Setelah intervensi, baik kelompok caffeinated maupun decaffeinated sama-sama menunjukkan penurunan IL-6 saat diberi stimulasi LPS
    • Saat membandingkan awal dan akhir penelitian, sekresi TNFα pada peserta yang minum kopi decaffeinated menurun secara signifikan dibandingkan baseline Supplementary Fig. S14 Supplementary Data 14
  • Fungsi gastrointestinal

    • Dalam evaluasi fungsi GI berbasis laporan diri menggunakan Bristol Stool Chart, skor feses baseline pada CD lebih rendah daripada NCD, menunjukkan sedikit perbedaan dalam konsistensi feses
    • Setelah larangan caffeine, skor feses pada CD meningkat dibandingkan baseline Supplementary Fig. 2 Supplementary Fig. 12
    • Sepanjang tahap intervensi, tidak ada perubahan signifikan pada skor feses pada titik waktu mana pun

Perubahan metabolit feses non-targeted

  • Dalam perbandingan metabolit feses non-targeted antara CD dan NCD, CD menunjukkan perubahan caffeine yang jelas dalam feses, dan konsentrasi theophylline, 1,7-dimethylxanthine, serta hippuric acid juga lebih tinggi Fig. 2
    • theophylline adalah alkaloid kopi dan 1,7-dimethylxanthine adalah metabolit kafein
    • hippuric acid dirangkum sebagai metabolit fenolik yang berasal dari kopi dan sumber makanan (poly)phenol lain, atau dari metabolisme endogen asam amino aromatik dan catecholamine 43
  • Pada CD, golongan indole seperti indole-3-propionic acid (IPA) dan indole-3-carboxyaldehyde (ICA) serta neurotransmiter GABA menurun secara signifikan
  • Setelah CD berhenti minum kopi selama 2 minggu, caffeine, theophylline, 1,7-dimethylxanthine, hippuric acid menurun secara signifikan, sementara ICA meningkat secara signifikan
  • Setelah kopi berkafein dan tanpa kafein diperkenalkan kembali, konsentrasi metabolit feses menunjukkan respons yang berbeda, dan caffeine, theophylline, hippuric acid, 1,7-dimethylxanthine tidak kembali ke tingkat baseline
  • Konsentrasi pentose, hippuric acid, fumaric acid berubah tergantung ada tidaknya kafein Fig. 2
  • Full size image: Fig. 2 adalah heatmap untargeted faecal metabolomics terhadap baseline CD
    • Sumbu perbandingan terdiri dari NCD vs CD, washout vs baseline CD, dan CAF atau DECAF vs baseline CD
    • Merah berarti effect size positif, biru berarti effect size negatif, putih berarti effect 0
    • Kotak teks angka menunjukkan Cohen’s d > 0.5
    • Jumlah sampel adalah masing-masing n = 31 untuk baseline CD dan NCD, washout n = 31, decaffeinated n = 15, caffeinated n = 16

Metabolit urin targeted dan signature kopi

  • Metabolisme caffeine di hati menghasilkan N-methylated xanthines, methyluric acids, dan acetylated uracil metabolites 44
  • Dalam targeted urinary metabolomics yang menargetkan kopi dan senyawa terkait kafein, NCD memiliki ekskresi 1- dan 3-methylxanthine, theobromine, serta berbagai methyluric acid yang lebih rendah dibanding CD Supplementary Fig. 15
  • Selain metabolit terkait kafein, CD juga memiliki konsentrasi urin phenolic metabolites yang lebih tinggi, termasuk caffeoylquinic, cinnamic, phenylpropanoic, phenylacetic, benzoic acids, serta turunan hydroxybenzene
  • Setelah pelarangan kopi, profil metabolit urin CD menjadi hampir menyerupai NCD pada awal penelitian baik pada alkaloid maupun metabolit fenolik
    • Namun theobromine, 3-methyxanthine, dan 3,7-dimethyl uric acid tidak berubah signifikan dibanding tingkat sebelum pelarangan
  • Ketika kopi berkafein atau tanpa kafein diperkenalkan kembali, sebagian besar phenolic metabolites meningkat dan mendekati tingkat konsentrasi yang tercatat pada CD
  • Sebaliknya, metabolit kafein, seperti yang diperkirakan, hanya kembali ke tingkat CD saat minum kopi caffeinated, dan tidak demikian pada kopi decaffeinated
  • phenolic metabolites menunjukkan variabilitas antarpersonal yang sangat besar, sedangkan alkaloids jauh lebih kecil Supplementary Fig. 15

Perubahan mikrobiota usus

  • Konsumsi kopi memengaruhi komposisi mikrobiota usus, dan perbedaan strain-specific yang signifikan muncul antar kelompok Fig. 3
  • Pada baseline, feses NCD memiliki kadar Cryptobacterium curtum, Eggerthella sp. CAG:209, Eggerthella sp. CAG 51_9, Firmicutes CAG:94 yang secara signifikan lebih rendah daripada CD, sementara Veillonella parvula, Veillonella sp. ACP1, Haemophilus parainfluenzae lebih tinggi
  • Saat CD berada dalam periode tanpa minum kopi, kadar Cryptobacterium curtum menurun pada 3 titik waktu yang berbeda
  • Ketika kopi diperkenalkan kembali, perubahan signifikan pada komposisi mikrobiota usus muncul terlepas dari ada tidaknya kafein, dan kadar semua strain yang berubah signifikan bergeser seiring waktu
  • Pada hari ke-21 tahap reintroduksi, baik pada kelompok caffeinated maupun decaffeinated, muncul bloom signifikan Veillonella sp. ACP1
  • Veillonella parvula meningkat signifikan dalam feses peminum kopi decaffeinated, tetapi tidak meningkat signifikan pada CD Fig. 3
  • alpha-diversity berbeda signifikan antara NCD dan CD, tetapi tidak berbeda signifikan saat membandingkan baseline CD dengan setelah washout atau setelah intervensi Supplementary Data 16
  • Penghentian kopi tidak memengaruhi alpha-diversity maupun beta-diversity, dan pada tingkat spesies, Eggerthella sp. CAG:209 serta Firmicutes CAG:94 kembali ke tingkat yang mirip dengan NCD setelah penghentian Fig. 3 Supplementary Data 16
  • Pada titik waktu Day 2 setelah reintroduksi, alpha-diversity maupun beta-diversity tidak berubah, tetapi seluruh 7 strain yang berbeda antara NCD dan CD dipengaruhi secara signifikan oleh reintroduksi caffeinated atau decaffeinated
  • Full size image: Fig. 3 adalah heatmap microbial relative abundance terhadap baseline CD
    • Perbandingan terdiri dari NCD vs CD, washout vs baseline CD, dan CAF atau DECAF vs baseline CD
    • Merah berarti effect size positif, biru berarti effect size negatif, putih berarti effect 0
    • Kotak teks angka menunjukkan Cohen’s d > 0.5
    • Jumlah sampel adalah masing-masing n = 31 untuk baseline CD dan NCD, washout n = 31, decaffeinated n = 15, caffeinated n = 16

Asupan (poly)phenol dan metabolit targeted phenolic acid

  • Berdasarkan 7-day food diaries yang diserahkan peserta, kandungan (poly)phenol harian dikuantifikasi
  • Saat membandingkan CD dan NCD, total (poly)phenols pada CD lebih tinggi, terutama karena phenolic acids, khususnya hydroxycinnamic acids, lebih tinggi Supplementary Data 17a
  • Setelah menghentikan kopi selama 2 minggu, total (poly)phenols pada CD menurun, dengan penurunan utama pada phenolic acids, khususnya hydroxycinnamic acids Supplementary Data 17b
  • Saat membandingkan akhir periode larangan kopi dengan akhir intervensi kopi caffeinated atau decaffeinated, kedua kelompok sama-sama menunjukkan peningkatan total (poly)phenols, phenolic acids, hydroxycinnamic acids
  • Sepanjang 3 tahap studi, turunan benzoic, phenylacetic, propanoic, cinnamic acid dalam feses dikuantifikasi
  • NCD memiliki 3-hydroxybenzoic acid dan 3ʹ,4ʹ-dihydroxycinnamic acid yang lebih rendah daripada CD, sementara 4-hydroxybenzoic acid dan 3-(3ʹ,4ʹ-dihydroxyphenyl)propanoic acid lebih tinggi Fig. 5
  • Setelah 2 minggu larangan, 3ʹ,4ʹ-dihydroxycinnamic acid pada CD menurun secara signifikan, sementara 4-hydroxybenzoic acid meningkat pada periode yang sama
  • Setelah kopi caffeinated dan decaffeinated diperkenalkan kembali, tidak ada perbedaan mencolok dalam konsentrasi metabolit antara keduanya, dan 3ʹ,4ʹ-dihydroxycinnamic acid, 4-hydroxybenzoic acid, 3-(3ʹ,4ʹ-dihydroxyphenyl)propanoic acid meningkat signifikan dibanding baseline pada semua peserta, terlepas dari ada tidaknya kafein
  • Full size image: Fig. 5 adalah heatmap targeted metabolomics relatif terhadap baseline CD
    • Perbandingan terdiri dari NCD vs CD, washout vs baseline CD, dan CAF atau DECAF vs baseline CD
    • Merah menunjukkan effect size positif, biru menunjukkan effect size negatif, dan putih menunjukkan effect 0
    • Kotak teks angka menunjukkan Cohen’s d > 0.5
    • Jumlah sampel adalah masing-masing n = 31 untuk baseline CD dan NCD, washout n = 31, decaffeinated n = 15, caffeinated n = 16

Analisis asosiasi terintegrasi

  • Untuk melihat interaksi antara skor kognitif, kelimpahan spesies mikroba, dan konsentrasi metabolit feses yang berubah sesuai konsumsi dan penghentian kopi, dilakukan analisis pairwise mixed model Fig. 4
  • Dua spesies Veillonella sangat terkait dengan theophylline, dan theophylline pada gilirannya sangat terkait dengan berbagai skor kognitif termasuk PSS, PSQI, ModRey
  • caffeine sendiri terhubung dengan semua spesies yang terdaftar dan berkorelasi dengan seluruh output kognitif dan perilaku
  • Di antara 9 metabolit yang berubah, theophylline, ICA, fumaric acid, caffeine, 1,7-dimethylxanthine terhubung kuat dengan beberapa spesies mikroba serta hasil kognitif dan perilaku
  • Firmicutes sp. CAG:94 dan Eggerthella sp. 51_9 menunjukkan hubungan signifikan dengan berbagai metabolit, sementara GABA, pentose, IPA, hippuric acid berubah secara independen tanpa kaitan dengan spesies mikroba maupun output kognitif/perilaku
  • Full size image: Fig. 4 adalah Sankey diagram yang mengintegrasikan data dari Fig. 1, 2, 3
    • Bagian kiri menunjukkan microbial species, bagian tengah metabolites, dan bagian kanan cognition and behaviour
    • Setiap garis penghubung menunjukkan asosiasi statistik yang diukur dengan generalised linear mixed-effects model
    • Nilai pada node kiri dan kanan menunjukkan koefisien determinasi antara kolom tersebut dan node metabolit di tengah
    • Ketebalan garis menunjukkan marginal R² model terkait; garis opak jika R² > 0.3 dan semi-transparan jika 0.3 > R² > 0.1
    • Hanya asosiasi dengan Benjamini-Hochberg adjusted p-value < 0.001 yang ditampilkan
  • Ketika analisis yang sama diterapkan pada targeted (poly)phenol metabolites dalam urine peserta, muncul bukti tambahan bahwa spesies mikroba serta metabolit golongan uric acid, xanthine, glucuronide bekerja bersama dan terhubung kuat dengan output kognitif Fig. 6
  • Full size image: Fig. 6 adalah Sankey diagram yang mengintegrasikan data dari Fig. 1, 2, 3
    • Setiap node mewakili microbial species, metabolites, behavioural or cognitive output
    • Setiap garis penghubung menunjukkan asosiasi statistik yang diukur dengan generalised linear mixed-effects model
    • Nilai pada node kiri dan kanan adalah koefisien determinasi antara kolom tersebut dan node metabolit di tengah
    • Ketebalan garis menunjukkan marginal R²; garis opak jika R² > 0.3 dan semi-transparan jika 0.3 > R² > 0.1
    • Hanya asosiasi dengan Benjamini-Hochberg adjusted p-values < 0.001 yang ditampilkan

Diskusi dan interpretasi

  • Pada orang dewasa sehat, penelitian ini menelaah konsumsi kopi, kognisi, suasana hati, perilaku, dan mikrobiota usus secara bersamaan; membandingkan peminum kopi moderat dengan nonkonsumen, lalu juga mencakup penghentian selama 2 minggu serta reintroduksi caffeinated dan decaffeinated untuk membedakan efek kafein dan efek kopi
  • Peminum kopi rutin memiliki impulsivitas dan reaktivitas emosional yang lebih tinggi daripada nonkonsumen, dan selama masa penghentian perhatian serta vigilance meningkat, sementara impulsivitas dan reaktivitas emosional menurun
  • Setelah kembali minum kopi caffeinated dan decaffeinated, stres yang dirasakan dan gejala depresi yang dilaporkan sendiri sama-sama menurun, dan impulsivitas juga menurun setelah reintroduksi pada kedua kelompok
  • Penurunan kecemasan dan distres psikologis hanya muncul pada reintroduksi kopi caffeinated, yang dikaitkan dengan efek spesifik kafein terhadap kognisi dan suasana hati 45
  • Kadar cortisol pada CAR dan SECPT sebelum, selama, dan sesudah tampak serupa antara peminum kopi dan nonkonsumen, dan dengan desain ini efek akut kopi terhadap cortisol tidak dapat diamati secara langsung
    • Penelitian lain menunjukkan kopi dapat mengaktifkan produksi cortisol 13 46, dan konsumsi jangka panjang dapat melemahkan respons cortisol terhadap stres sehingga mengarah pada toleransi parsial 13 15
  • Peminum kopi memiliki CRP plasma dasar yang lebih rendah dan IL-10 yang lebih tinggi, serta sekresi IL-6 yang lebih sedikit setelah stimulasi LPS
    • Setelah penghentian, CRP dan TNFα meningkat bersama
    • Pada reintroduksi caffeinated, IL-10 dan IL-6 plasma sama-sama menurun, dan IL-6 yang diinduksi LPS turun hingga setengahnya pada reintroduksi caffeinated maupun decaffeinated
    • Juga dibahas bahwa peningkatan asupan (poly)phenol dalam diet terkait dengan CRP yang lebih rendah 49
  • Dalam metabolomics non-target feses, senyawa terkait kopi seperti caffeine dan fumaric acid berubah, sementara senyawa neuroaktif seperti GABA dan IPA menurun pada peminum kopi
    • ICA juga berubah; ini dibahas sebagai metabolit tryptophan turunan mikrobiota usus yang terkait dengan homeostasis usus melalui IL-10 dan AHR 52
  • Peminum kopi menunjukkan komposisi gut microbiome yang berbeda dari nonkonsumen, dan perubahan alpha-diversity juga terkonfirmasi
    • Pada peminum kopi, Cryptobacterium curtum, Eggerthella sp., Firmicutes bacterium meningkat
    • Setelah penghentian, Eggerthella sp. CAG:209 dan Firmicutes CAG:94 kembali ke tingkat yang mirip dengan NCD Fig. 3
    • Sejumlah spesies yang terdampak reintroduksi dirangkum sebagai spesies yang awalnya menghuni oral cavity atau mikrobiota gigi 56
  • Data urin membedakan dengan jelas metabolit turunan kafein dan metabolit turunan (poly)phenol, sedangkan profil feses terutama mencerminkan metabolisme (poly)phenol dan tidak dapat membedakan kelompok caffeinated dan decaffeinated
  • Pada senyawa phenolic yang diukur di urin, variabilitas antarindividu sangat tinggi, sejalan dengan interpretasi bahwa mikrobiota usus dapat memengaruhi perbedaan individual dalam phenolic catabolism 29 30 59
  • Peserta NCD cenderung menunjukkan keuntungan berupa impulsivitas dan reaktivitas emosional yang lebih rendah, stabilitas kognitif yang lebih baik, risiko inflamasi yang lebih rendah, tekanan darah yang lebih stabil, profil mikrobiota usus dan metabolit yang khas, serta terhindar dari gejala putus kafein
  • Pada saat yang sama, kopi caffeinated menurunkan kecemasan, distres psikologis, dan tekanan darah serta meningkatkan perhatian dan kemampuan menghadapi stres, sementara kopi decaffeinated meningkatkan tidur, aktivitas fisik, dan memori
    • Keduanya sama-sama menunjukkan pola menurunkan stres, depresi, impulsivitas, dan inflamasi serta meningkatkan suasana hati dan performa kognitif
  • Keterbatasan penelitian juga dibahas
    • Waktu transit feses yang dapat diatur oleh kopi tidak diukur secara langsung, dan sebagai gantinya digunakan Bristol Stool Scale dan GI-VAS sebagai indikator pengganti 61
    • Diakui bahwa status putus kafein dasar pada kelompok NCD mungkin memengaruhi perbedaan antarkelompok
    • Karena keterwakilan berbagai ethnic group dalam sampel terbatas, perbedaan menurut ethnicity tidak dianalisis Table 1
    • Untuk hasil di luar hipotesis utama, daya uji mungkin tidak cukup untuk mendeteksi small to medium effect size
  • Pada akhirnya, kopi menunjukkan efek yang khas terhadap reaktivitas emosional, respons imun, dan komposisi mikroba, dan potensinya sebagai pengatur microbiota-gut-brain axis ditekankan

Metode

  • Persetujuan etik

    • Protokol penelitian disetujui oleh Clinical Research Ethic Committee di Cork Teaching Hospitals, dengan nomor identifikasi APC115
    • Terdaftar di ClinicalTrials.gov sebagai NCT05927038 dan NCT05927103
    • Informed consent diperoleh dari semua peserta
  • Prosedur kunjungan dan intervensi kopi

    • Kunjungan screening dilakukan di University College Cork, dan kesehatan mental serta gastrointestinal dievaluasi menggunakan M.I.N.I version 7.0.2, CTQ, dan ROME-IV 63 64
    • Asupan kafein harian dinilai dengan 7-day caffeine consumption diary, dan IQ verbal dinilai dengan NART 65
    • Selama 1 minggu sebelum baseline, baik NCD maupun CD menghindari jenis minuman berkafein lain dan dark chocolate, dengan pengecualian bahwa CD tetap diizinkan minum kopi yang biasa mereka konsumsi
    • Setelah washout, CD diarahkan untuk meminum kopi yang disediakan sebanyak 4 sachets per hari selama 3 minggu
    • Kopi yang disediakan adalah Nescafé Classic caffeinated or decaffeinated, dengan 1.8 g instant coffee per sachet
    • Selama periode intervensi, kopi lain atau minuman berkafein tidak diizinkan, sementara hot water, milk, dan sugar boleh dipilih peserta untuk dikonsumsi bersama
    • Stool sample tambahan dikumpulkan pada day 2, day 4 setelah dimulainya putus zat, serta day 16, day 18, day 28 setelah dimulainya intervensi
  • Kriteria eksklusi

    • Dikecualikan bila memiliki penyakit akut atau kronis yang bermakna, menggunakan obat selain kontrasepsi atau terapi penggantian hormon, menggunakan antibiotics·probiotics·prebiotics, menjalani diet vegan, konsumsi berlebihan makanan fermentasi, hipertensi, hamil atau menyusui, saat ini merokok, tidak mahir berbahasa Inggris, memiliki dyslexia·dyscalculia, atau sedang mengikuti uji lain
    • Untuk antibiotics, probiotics, dan prebiotics, diperlukan washout minimal 4 minggu sebelum partisipasi
  • Kuantifikasi asupan makanan

    • 7-day food diary diisi sebanyak tiga kali sebelum baseline, pre-intervention, dan post-intervention 66
    • Asupan macronutrient dikuantifikasi menggunakan Nutritics
    • Food intake diproses dengan metode weighted
  • Perhitungan asupan (poly)phenol

    • Sebanyak 1424 food item diekstraksi dari catatan diet, dan 391 item non-kandungan dikeluarkan
    • Raw food dicocokkan dengan in-house database berbasis Phenol-Explorer 3.6, dan makanan yang tidak memiliki padanan dilengkapi menggunakan makanan serupa atau literatur 67
    • Perubahan berat selama pemasakan dan pemrosesan dikoreksi menggunakan Bognar’s tables, Phenol Explorer, dan yield factor CREA 68 69 70
    • Microsoft Access digunakan untuk mencocokkan food composition table dan intake table, lalu asupan dihitung dengan mengalikan kandungan berbasis mg/100 g
    • Total kelas dianalisis dengan membagi ke dalam flavonoids, phenolic acids, lignans, others
  • Kuantifikasi asupan kafein

    • 7-day caffeine consumption diary digunakan untuk mencatat semua minuman berkafein yang dikonsumsi selama 7 hari terakhir
    • Jenis minuman, jumlah cangkir atau ml, merek, dan metode penyeduhan dicatat, lalu digunakan untuk menghitung mg caffeine/day
  • Kuesioner self-report dan tugas kognitif

    • Pada Visits 2, 3, dan 4 dilakukan PSS, ERS, UPPS-P, HSCL, BDI, STAI, PSQI, IPAQ, GI-VAS, dan bentuk feses dilaporkan dengan Bristol stool chart 71~79
    • Selama washout dan intervensi, CD dipantau terkait caffeine craving dan kelelahan menggunakan CWSQ, QCC, VAS-F 79 80 81
    • ModRey adalah tes episodic memory menggunakan daftar 20 kata A dan B 82
    • PAL adalah tes memori visuospasial berbasis CANTAB yang terdiri dari 8 level, dan hanya dilakukan pada visit 2 dan visit 4
    • ERT adalah tugas pemrosesan emosi CANTAB untuk mengidentifikasi 6 emosi dasar, dan hanya dilakukan pada visit 2 dan visit 4
    • PASAT terdiri dari 2 trial dengan 60 angka yang disajikan, dan dilakukan pada visit 2, 3, dan 4
  • SECPT

    • Socially Evaluated Cold Pressor Test adalah tugas stres akut yang mengharuskan tangan direndam dalam air es 0 °C selama 3 menit 84
    • Peserta duduk menghadap kamera dan peneliti, dan perilaku nonverbal serta ekspresi wajah direkam
    • 8 sampel saliva dikumpulkan sebelum dan sesudah SECPT, dan dilakukan STAI-State, PASA, PANAS, BL-VAS, VAS stress, VAS pain 85 86 87
  • Sampel biologis

    • Saliva dikumpulkan pada dalam 3 menit setelah bangun, serta pada 30 menit, 45 menit, 60 menit untuk pengukuran CAR, dan 8 sampel tambahan dikumpulkan selama SECPT 46 88
    • Darah diambil pada setiap kunjungan, lalu dilakukan stimulasi LPS pada darah utuh serta pemisahan plasma dan serum
    • Urine dikumpulkan dari urin pertama hari itu, dan feses dikumpulkan dari sampel segar pertama yang dikeluarkan pada hari tersebut
  • Analisis sampel

    • Kortisol saliva diukur menggunakan Cortisol ELISA kit, dan sampel diencerkan 1:3 lalu diukur secara duplikat
    • Penanda inflamasi diukur dengan sistem MSD MULTI-SPOT untuk TNFα, IL-1β, IL-6, IL-8, IL-10, IFNγ, CRP
  • DNA feses diekstraksi dengan QIAamp Power Faecal Pro Kit dan dilakukan shotgun sequencing pada NovaSeq 6000 S2 flow cell

    • Evaluasi kualitas raw sequence dilakukan dengan FastQC, host filtering dengan Bowtie2 + Kneaddata, dan profiling taksonomi·fungsi dilakukan dengan woltka 89 90
    • SOP Woltka tersedia secara publik
    • Gut-Brain Modules dan Gut-Metabolic Modules dihitung dengan versi R dari Gomixer 91
    • Analisis metabolit semi-polar dilakukan oleh MS-Omics, dan perangkat yang digunakan adalah kombinasi Thermo Scientific Vanquish LC dan Orbitrap Exploris 240 MS
    • SCFA dianalisis berbasis GC dengan menggunakan pengasaman dan deuterium labelled internal standards
    • Metabolit target urin dianalisis dengan UHPLC-ESI-QqQ-MS/MS, pyridines dengan pengaturan triple quadrupole terpisah, dan creatinine dengan UHPLC-ESI-MS/MS
    • Metabolit target feses mengukur 52 senyawa dalam SRM mode, dan total 123 faecal samples dianalisis masing-masing satu kali Supplementary Data 23
    • Data metabolit target dipublikasikan sebagai MTBLS13494 di MetaboLights repository 92
  • Analisis genotipe ADORA2A

    • DNA diekstraksi dari 100 µl darah utuh, dan dua SNP yang dipilih adalah rs5751876 dan rs2298383
    • Analisis dilakukan di TAMM milik Karolinska University Hospital menggunakan iPLEX Gold chemistry dan sistem MassARRAY 93 94 95 96 97
    • Concordance dengan data yang tersedia, verifikasi trio family, dan analisis duplikat semuanya menunjukkan kecocokan 100%
  • Bioinformatika dan statistik

    • Pemrosesan data tambahan dilakukan di R 4.2.0 dan Rstudio GUI 2022.2.2.485
    • Taksa dengan prevalence di kurang dari 60% sampel pada tingkat species dikecualikan dari analisis selain alpha diversity
    • PCA dilakukan dengan nilai clr transformed, dan nilai zero diganti dengan const approach
    • beta diversity menggunakan Aitchison distance, evaluasi dengan PERMANOVA dari package vegan, dan alpha diversity dihitung dengan iNEXT
    • Differential abundance menggunakan model linear, dan longitudinal repeated measures menggunakan linear mixed effect models
    • Pemilihan variabel menggunakan Benjamini-Hochberg procedure, dengan ambang q-value 0.2
    • Metrik evaluasi utama adalah komposisi dan fungsi mikrobiota, dan metrik evaluasi sekunder mencakup metabolit mikroba usus, SCFA, metabolit terkait kopi, performa kognitif, respons stres akut, profil inflamasi darah perifer, dan CAR
    • Perhitungan ukuran sampel dilakukan dengan g*Power, dan jumlah sampel minimum yang dibutuhkan ditetapkan 18 orang per grup, total 36 orang
    • Setelah menyaring 118 calon partisipan, 92 orang didaftarkan dan 62 orang akhirnya direkrut
    • Analisis statistik menggunakan SPSS version 28 dan R version 4.2.0, dan outlier diidentifikasi lalu dihapus dengan Grubb’s test
    • Untuk perbandingan NCD vs CD pada baseline terutama digunakan General Linear Model Univariate, sedangkan untuk analisis lain digunakan Mixed Models dan perbandingan post hoc Bonferroni
    • Data kategorikal menggunakan uji chi-kuadrat Pearson, dengan kriteria signifikansi p < 0.05

Ketersediaan data dan kode

  • Data metabolomik non-target terdaftar di MTBLS13401 milik MetaboLights
  • Data metabolomik target tersedia di MTBLS13494 milik MetaboLights
  • Data hitungan mikrobiota diunggah ke Zenodo dengan 10.5281/zenodo.18661295, dan metadata peserta dengan 10.5281/zenodo.18348935
  • Data mikrobiota mentah tersedia dengan kode akses basis data ENA PRJEB108545
  • Semua kode sumber asli tersedia secara publik di GitHub

1 komentar

 
GN⁺ 1 hari lalu
Komentar Hacker News
  • Saya pernah mengonsumsi kafein secara kebiasaan selama lebih dari 10 tahun, beberapa kali sehari, dan bukan hanya lewat kopi, lalu mengalami insiden kesehatan mental yang besar, dan karena itu saya terpaksa berhenti untuk sementara
    Setelah itu saya tidak kembali ke kebiasaan lama, toleransinya pun hilang, jadi saya bisa mengonsumsi kafein hanya sesekali dan membandingkannya dengan hari-hari tanpa kafein
    Dari situ terlihat bahwa kafein adalah zat psikoaktif kuat yang sangat memengaruhi kognisi; dulu saya tidak sadar karena sudah bergantung padanya, tapi sekarang sensasinya terasa tidak menyenangkan

    • Berhenti dari kafein yang sudah saya pakai selama puluhan tahun memberi hasil yang campur aduk dalam jangka pendek, tapi jelas lebih baik untuk saya dalam jangka panjang
      Saat tidak mengonsumsi kafein, keinginan terhadap karbohidrat tinggi dan gula menurun drastis sehingga penurunan berat badan jadi jauh lebih mudah, dan ini tampaknya berkaitan juga dengan impulsivitas yang disebut di makalah itu
      Di sisi lain, untuk sementara saya mengalami depresi berat dan anhedonia, dan ini berlangsung sekitar 3~4 bulan, jauh lebih lama daripada periode putus zat yang biasanya diperkirakan
      Sepertinya otak saya sudah terlalu terbiasa dengan sinyal dopamin yang meningkat karena kafein, dan selama beradaptasi dengan ketiadaannya saya benar-benar kacau cukup lama
      Secara keseluruhan saya merasa keputusan berhenti itu tepat, tapi kalau ada yang ingin berhenti, saya sarankan melakukannya dengan sangat hati-hati dan memantau kondisi kesehatan mental dengan saksama
    • Saya juga hampir sama. Kafein sangat adiktif, dan daya tariknya meluas sampai ke ritual dan kebiasaan di sekelilingnya
      Dalam kasus saya, saya jadi lebih moody, lebih impulsif, lebih sensitif terhadap rangsangan, dan lebih mudah kesal
      Bahkan hanya satu cangkir sehari membuat saya lebih tegang, lebih banyak berkeringat, kurang sabar, dan semua terasa terlalu lambat
      Ini benar-benar obat yang licik, jadi mudah sekali tidak menyadari seberapa besar ia mengubah seseorang
    • Saya mengalami hal serupa setelah flu Desember lalu
      Selama 4 hari saya hampir tidak bisa makan, demamnya berlangsung lama, dan butuh 4 minggu penuh tanpa tenaga untuk kembali normal
      Selama 4 minggu itu saya tidak bisa minum kopi maupun alkohol; sebelumnya selama 12 tahun saya tahu betul cara memicu migrain dengan pasti, tapi setelah itu migrainnya tidak datang lagi
      Bagi saya kelebihan kopi terutama ada pada ritual dan rasanya, tapi itu tidak sebanding dengan harga yang harus dibayar berupa migrain yang hampir pasti datang kalau tidur kurang 1 menit saja dari 8 jam
      Sebagai gambaran, biasanya saya hampir setiap hari minum satu cangkir kopi susu atau iced coffee di pagi hari
    • Saya minum kopi banyak selama 20 tahun, dan ketika masalah kesehatan mental datang saya justru menggandakan konsumsi kopi tapi rasanya seperti minum air biasa
      Setelah melewati masa itu, walau tetap minum sebanyak dulu saya merasa jauh lebih baik, lebih segar, dan seperti memasuki fase naik setelah keluar dari rawa yang sudah lama saya seret sendiri
      Jadi menurut saya kopi tidak selalu menjadi penyebab masalah kesehatan mental, kadang justru membantu orang
    • Saya ingin tahu lebih spesifik seperti apa efek psikoaktif dan perubahan kognitifnya
      Saya biasanya minum kopi secara teratur sekitar pukul 5~7 pagi, dan kadang juga minum Celsius kalau ingin perut pagi saya tidak terlalu terganggu atau sebelum lari
      Dulu saya juga pakai THC, tapi bagi saya itu memicu kecemasan besar jadi sekarang tidak lagi; saya juga pernah minum alkohol, dan belakangan menjalani terapi pendamping MDMA/ketamine, yang terus memberi dampak baik yang sangat mengejutkan
      Sekarang saya sedang pelan-pelan mengurangi kafein, jadi saya benar-benar penasaran apa yang sebenarnya berubah saat kafein dinyalakan dan dimatikan
  • Fakta bahwa kelompok industri kopi seperti ISIC ikut mendanai ini adalah konflik kepentingan yang mencolok
    Para penulis memang mengungkapkannya, tapi rasanya tidak dibahas cukup mendalam

    • Tapi kalau melihat hasilnya saja, kesimpulannya tidak tampak seperti sesuatu yang akan dibiayai Big Coffee
      Karena dari sisi perilaku, pihak yang minum kopi disebut lebih impulsif dan lebih reaktif secara emosional, sedangkan pihak yang tidak minum justru punya memori lebih baik
    • Penelitian tentang cokelat, kopi, dan anggur merah memang selalu begini setiap saat
  • Saya pernah berhenti kafein selama 6 bulan, 2 minggu pertama seperti neraka, lalu setelah itu keinginannya hampir hilang
    Tapi kemudian hidup jadi benar-benar berat dan stres meningkat, jadi saya kembali lagi, dan sekarang saya minum espresso dengan sedikit susu rendah lemak
    Jujur, hidup saya saat ini terlalu nyata dan terlalu penuh stres untuk berani mencoba berhenti lagi
    Ada juga cukup banyak orang yang berfungsi normal tapi tampaknya punya gangguan suasana hati ringan yang tidak pernah terdiagnosis dan selalu ada rasa tidak puas di dalam diri; saya kadang curiga kafein berperan seperti dempul yang menutup retakan di jiwa itu

    • Saya pernah berhenti kopi selama sebulan dan tidak merasakan perbedaan apa pun pada kecemasan atau suasana hati
      Jadi saya kembali ke rutinitas lama saya minum 3~4 cangkir besar setiap pagi
    • Saya pernah setahun tanpa kafein, tapi itu tidak cocok untuk saya
      Saya selalu merasa lamban secara mental, dan ada saat-saat saya hanya menatap layar kosong sementara otak menolak memproses informasi
      Saya juga jadi sangat sensitif terhadap durasi tidur, sehingga tidur sedikit saja kurang dari 8 jam membuat seharian terasa menyedihkan
      Sejak kecil saya minum sun tea hitam sampai literan, jadi mungkin perkembangan otak saya memang agak berbeda
      Karena itu sekarang saya mengatur kafein dengan ketat lewat pil, maksimal 200mg sebelum tengah hari, dan ketika hidup tidak sedang full steam saya turunkan ke 50~100mg; cara ini cocok untuk saya
    • Saat pekerjaan sedang longgar, saya mengganti espresso pagi di hari kerja dengan decaf, dan hanya minum kopi asli di akhir pekan
      Rasanya cukup menyenangkan, seperti sengaja menarik kembali sebagian energi dari pekerjaan untuk dikembalikan ke waktu pribadi saya
      Tapi saya tidak merasa ada lubang di jiwa saya; saya cuma merasa kafein membuat kepribadian saya sedikit lebih buruk
    • Kafein bisa meredakan gejala gangguan terkait dopamin seperti ADHD, seperti halnya stimulan lain
      Saya rasa banyak orang memakainya sendiri sebagai obat
    • Studi ini juga melihat asupan kafein di luar kopi, jadi mungkin menarik juga untuk meninjau sumber kafein lain
      Saya minum espresso bukan hanya karena kafeinnya, tapi juga karena jauh lebih ramah untuk usus saya dibanding drip atau French press
  • Menyebut 3~5 cangkir per hari sebagai tingkat konsumsi kopi sedang terasa agak aneh
    Menurut standar saya, 3 cangkir saja sudah banyak
    Selain itu sampelnya kecil dan semuanya orang Irlandia, jadi keterbatasannya besar

    • Setuju. Saya sangat mendalami specialty coffee dan benar-benar suka membuat serta meminumnya, tapi menurut standar biasa 3 cangkir saja sudah lebih banyak dari konsumsi saya
      Kalau lebih dari itu, biasanya saya campur decaf
    • Satu cangkir pagi-pagi, satu sekitar sebelum makan siang, dan satu lagi sore hari sepertinya tidak terlalu berlebihan
      Kalau ukuran cangkirnya distandardisasi, orang biasanya minum cangkir yang lebih besar, jadi hanya dengan satu cangkir besar di pagi hari dan satu di sore hari saja mungkin sudah mendekati 5 cangkir menurut standar penelitian
    • Apakah orang Irlandia secara khusus berbeda dalam metabolisme kopi
    • Saya bilang dua cangkir sehari, tapi sebenarnya ukurannya 24~30 ons
    • Kalau studi ini memakai standar Irlandia, mungkin mereka pakai cangkir 170ml, dan kalau begitu mug biasa sekitar 500ml akan dihitung sebagai 3 cangkir
      Bisa juga mereka memakai standar 118ml coffee cup ala Amerika
      Memakai satuan yang berubah-ubah dari 118ml sampai 250ml begitu saja dalam makalah ilmiah merusak kepercayaan pada keseluruhan makalah
  • Makalah ini tidak mengatakan bahwa kopi itu buruk
    Justru secara keseluruhan arahnya agak netral atau cenderung bermanfaat
    Jika melihat literatur ilmiah yang lebih luas, kopi dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penurunan risiko Parkinson, dan penurunan mortalitas total
    Tentu pada sebagian orang juga ada sisi negatif seperti kecemasan, tangan gemetar, kualitas tidur memburuk, dan denyut jantung meningkat

  • Saya dulu banyak minum kopi, lalu saat backpacking 3 hari saya lupa membawa kopi instan dan sakit kepala sepanjang perjalanan, lalu begitu kembali ke peradaban saya minum Mountain Dew dan 5 menit kemudian sembuh
    Setelah melihat itu saya memutuskan ini tidak sepadan, lalu berhenti secara bertahap
    Setelah itu frekuensi migrain saya cukup banyak berkurang
    Tapi saya terlalu suka kopi, jadi saya coba beralih ke decaf dan migrainnya malah jadi lebih sering, jadi akhirnya saya hentikan sepenuhnya
    Kalau tidak ada efek samping tentu saya akan terus minum, tapi sekarang saya minum teh jelai sangrai panas
    Tentu saja rasanya berbeda dari kopi

    • Sebagai catatan, kopi decaf masih mengandung sekitar sepertiga kadar kafein kopi biasa, jadi masih jauh dari bebas kafein
  • Penelitian seperti ini memang sangat menarik, tapi di sini n=62 jadi hasilnya tampak lemah
    Menurut saya paling jauh hanya memberi petunjuk tentang kemungkinan adanya efek
    Selain itu, makanan apa pun bisa saja memberi dampak serupa pada mikrobioma, dan di sini kafein tidak diuji secara terpisah
    Dari sisi kedekatan dengan cara konsumsi nyata, itu justru lebih baik, tapi juga jadi kurang berguna karena sulit menyingkirkan kemungkinan bahwa hasil serupa akan muncul pada berbagai sayuran biasa lainnya

    • Ini mengingatkan saya pada eksperimen laba-laba NASA tahun 1995
      Kafein adalah zat yang sangat mendorong impulsivitas :)
      https://rarehistoricalphotos.com/nasa-spiders-drugs-experime...
    • Anda bilang kafein tidak diuji secara terpisah, tapi mereka menguji kopi berkafein dan kopi decaf, dan melihat efek yang sama pada keduanya
      Kalau begitu penyebabnya besar kemungkinan bukan kafein, melainkan komponen lain di dalam kopi
  • Kafein adalah obat yang luar biasa kuat
    Cukup mengejutkan bahwa persentase besar penduduk suatu negara pada dasarnya hidup dalam keadaan hampir selalu berada di bawah pengaruh zat ini, dan ada industri raksasa yang memasoknya di hampir setiap sudut jalan
    Ditambah lagi, secara umum kita terlalu santai dengan fakta bahwa zat ini juga diberikan kepada anak-anak melalui minuman manis yang sebagian besar dipasarkan untuk mereka
    Kalau memikirkan skalanya, ini cukup membuat pusing
    Tentu saja pagi ini saya belum sempat minum kopi jadi mungkin saya juga sedang agak ngawur

    • Itu mungkin sudut pandang yang terlalu menganggap keadaan sepenuhnya bersih, yaitu tanpa bahan kimia psikoaktif apa pun, sebagai standar
      Manusia sebenarnya telah beradaptasi dengan sangat banyak pola makan di seluruh dunia, dan itu juga salah satu alasan kesuksesan spesies kita
      Banyak kelompok tampaknya rutin mengonsumsi zat psikoaktif ringan, dan kadang mencari yang lebih kuat dalam situasi tertentu
      Tanaman liar sendiri sering punya kandungan aktif sampai tingkat tertentu, jadi tidak mudah juga untuk sepenuhnya menghindarinya
    • Minggu ini saya mencoba mengurangi atau bahkan berhenti kopi, dari 3 cangkir sehari menjadi 1, dan satu cangkir itu tiba-tiba memberi high yang jelas seperti baru menghirup kokain di pagi hari
      Saya juga sadar pola ngidamnya sama persis, dan akhirnya menerima bahwa kopi pada dasarnya hanyalah obat yang saya nikmati sendiri sambil membaca koran
      Fakta bahwa kopi adalah hal pertama yang saya pikirkan di pagi hari juga karena saya kecanduan, dan sekarang saya sedang mencoba berhenti dengan kepala dingin
    • Ada industri besar lain yang juga menyebarkan serbuk putih ke sebanyak mungkin orang
      Yaitu gula
      Mirip juga dalam hal sangat dimurnikan dan murni
  • Dulu saya sama sekali tidak minum kafein
    Waktu remaja dan awal 20-an saya sempat beberapa kali mencoba dan dada saya berdebar keras, jantung terasa terlalu cepat
    Itu memang kopi kapulaga ala Lebanon yang sangat kuat, jadi mungkin bukan contoh terbaik
    Lalu pada usia 34 saya mulai pekerjaan shift pertama saya, dan mulai minum karena ada jadwal sore larut dan malam
    Awalnya saya minum fancy coffee seperti French vanilla, dan sekitar setahun kemudian saat Starbucks pertama buka, saya sampai minum venti quad shot latte
    Setelah itu penjualan minuman energi diizinkan, dan setelah sarapan dengan 750ml Rockstar saya mengalami kram otot dan merasa harus sedikit menguranginya
    Sekarang saya menetap di satu cangkir kopi kecil pada malam hari, dan kadang itu pun tidak habis

  • Saya mengganti kopi dengan pil theacrine dan jauh lebih suka hasilnya
    Saya merasa lebih jernih dan fokus tanpa peningkatan kecemasan, dan tampaknya juga tidak mengganggu tidur sama sekali
    Saya juga sangat tidak suka betapa sulitnya berhenti dari kopi
    Hanya saja saya tidak suka bentuknya sebagai pil
    Saya pernah mencoba membuat minuman theacrine sendiri, tapi terlalu pahit dan saya tidak pernah menemukan resep yang layak, dan sampai sekarang saya masih dihantui mimpi buruk kombinasi chicory + theacrine